
Nexify - - Pebalap Kawasaki Racing Team sekaligus empat kali juara WorldSBK, Jonathan Rea, mengaku sempat nyaris mendapatkan motor pabrikan untuk turun di MotoGP, namun bukan dari sebuah tim utama. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya bersama Motosprint.
Rea, yang diyakini sebagai salah satu rider WorldSBK terbaik dalam sejarah, tak kunjung hijrah ke MotoGP diakibatkan tak pernah mendapatkan tawaran yang cocok, mengingat ia hanya mau pindah ke kejuaraan tersebut bila dirinya punya tempat di tim pabrikan.
Rider asal Irlandia Utara ini sempat santer dikabarkan bakal membela Suzuki Ecstar, namun akhirnya bertahan di WorldSBK bersama Kawasaki, setidaknya sampai akhir 2020 mendatang. Dengan usianya yang sudah menginjak 31 tahun, peluangnya ke MotoGP juga kian kecil.
Ogah ke MotoGP Tanpa Motor Bagus
Menurut Rea, satu-satunya cara untuk bisa tampil kompetitif di MotoGP hanyalah dengan membela tim pabrikan. Hal ini ia nyatakan berdasar pengalamannya membela Repsol Honda di Misano dan Aragon pada 2012 lalu, di mana ia menggantikan Casey Stoner yang cedera.
"Bagian dari diri saya menginginkan peluang di tim pabrikan, tapi saya tak mendapatkan tawaran yang tak bisa saya tolak. Saya selalu balapan demi kemenangan. Anda tak bisa ke MotoGP tanpa situasi yang tepat," ungkap bapak dua anak ini.
Nyaris Dapat Motor Pabrikan
Meski begitu, Rea mengaku ia sempat mendapatkan beberapa tawaran dari tim-tim MotoGP, salah satunya adalah tim satelit dengan struktur pabrikan. Pada akhirnya, Rea tetap menolaknya karena ia menilai tim tersebut bukanlah tim utama dan tak terlalu sering bertarung di depan.
"Saya dapat tawaran resmi dari sebuah tim, tapi tak terlalu menarik. Tim tersebut punya struktur pabrikan, tapi bukan tim yang konsisten berada di depan. Selama beberapa waktu, kami membicarakan beberapa perspektif yang menarik, tapi akhirnya mereka mengambil keputusan lain," ujarnya.
Rea tak menyebutkan tim mana yang menyodorkan tawaran tersebut, namun pernyataannya mengarah ke Alma Pramac Racing, yang sangat terikat dengan struktur balap Ducati. Hal ini didukung oleh pernyataan Manajer Tim Ducati Corse, Davide Tardozzi lewat Corsedimoto.
"Topik ini sudah ramai diperbincangkan di pekan balap Le Mans. Manajer Jonathan bicara dengan beberapa tim, tapi hanya tim pabrikan. Jonathan tak terlalu tertarik pada tim satelit, karena ia menginginkan tim terbaik," tutur Tardozzi, yang juga eks manajer tim Ducati WorldSBK.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 5 Agustus 2026 21:23Victor Osimhen Ditawarkan ke Atletico Madrid
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 5 Agustus 2026 20:39Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus
-
Liputan6 5 Agustus 2026 19:20Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Antisipasi Kerusuhan
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:20Cerita Saksi Detik-Detik Kebakaran di Gedung Cikini
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:11Asal Usul Pisau Dipakai Pelaku Mutilasi Pria di Depok
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:58Diberhentikan Sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji 50 Persen
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:47Awal Mula Penemuan Mayat Korban Mutilasi dalam Karung di Depok
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























