
Nexify - - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi mengaku dirinya tak pernah terpikir untuk tetap berkarier di MotoGP sampai usianya mencapai 40 tahun seperti sekarang. Meski begitu, seperti yang dilansir Speedweek, rider Italia ini mengaku tak punya masalah pada mentalitas dan kondisi fisiknya untuk bertarung sengit di lintasan.
Rossi 'resmi' menginjak usia 40 tahun pada 16 Februari lalu, dan 2019 menandai 24 tahun ia turun di ajang Grand Prix, sekaligus yang ke-20 di kelas tertinggi. Ia pun mengaku punya perasaan campur aduk saat merayakan ulang tahunnya ini di rumah bersama keluarga dan kawan-kawan terdekatnya.
"Sialan, saya sudah berusia 40 tahun. Saya sungguh putus asa! Tapi ini usia yang penting. Jika beruntung, ini berarti saya sudah mencapai separuh hidup saya. Nah, karena ini usia yang istimewa, saya harus pesta dengan layak. Tapi nyatanya, tak ada beda antara usia 36 dan 40. Jika Anda membandingkan usia 36 dan 25, baru ada bedanya," ujarnya.
Makin Berumur, Makin Sering Latihan
Rossi juga menyatakan, menjadi rider tertua di grid ada keuntungannya. Ini berarti dirinya bisa bersikap lebih dewasa dan bijak dalam menjalani pekan balap. Ia juga mengaku masih merasa percaya diri dalam meraih hasil baik di MotoGP. Meski begitu, ia tak memungkiri bahwa dirinya harus berlatih lebih keras demi menjaga kebugaran fisik.
"Soal mental, 40 tahun malah lebih baik. Saya merasa oke. Saya lebih percaya pada diri sendiri, masalah saya makin sedikit! Tapi secara fisik, tentu lebih berat, apalagi jika Anda seorang atlet. Jika Anda hidup normal, tak masalah usia Anda 30 atau 40. Tapi jika Anda turun di ajang balap motor atau kompetisi olahraga berlevel tinggi, ini sulit. Anda harus berlatih lebih giat dan bekerja lebih keras," ungkapnya.
Bagai 'Hasil Tes' untuk Rider Lain
Sembilan kali juara dunia ini pun mengaku, saat memulai kariernya pada tahun 1996 silam, ia tak pernah mengira bakal bertahan di MotoGP sampai usia 40 tahun, bahkan masih punya kesempatan membela tim pabrikan papan atas. Meski begitu, ia yakin telah menciptakan 'tren' yang akan diikuti para juniornya kelak.
"Saat masih berusia 16 tahun dan meraih kemenangan perdana, saya tak mengira bakal tetap balapan sampai usia 40. Selain itu saya juga tak terpikir bakal melakukannya. Tak ada orang di MotoGP berkompetisi sampai usia 40, tapi saya yakin di masa mendatang akan ada banyak. Saya ini bagai sebuah 'hasil tes' bagi rider lain, selama Anda termotivasi, Anda bisa melanjutkan karier," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 12 Juni 2026 16:46Jadwal Lengkap Moto3 Junior 2026 2026
-
Otomotif 12 Juni 2026 16:45Jadwal Lengkap Momoven Moto4 European Cup 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 08:55Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 14 Juni 2026 21:49Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
-
otomotif 14 Juni 2026 21:49Klasemen Pembalap Formula 1 2026
-
otomotif 14 Juni 2026 21:48Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Catalunya
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 07:04Celurit di Tangan Pelajar Jakarta, Kasus Palmerah dan Koja
-
Liputan6 15 Juni 2026 06:03Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG
-
Liputan6 15 Juni 2026 05:00Saling Berbalas Gol, Belanda Sama Kuat dengan Jepang
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























