
Nexify - - Berulang kali digosipkan bakal menurunkan tim balapnya sendiri di MotoGP, apakah Valentino Rossi akhirnya benar-benar mendapatkan kesempatan ini tahun depan? Apalagi Tech 3 Racing telah memutuskan akan menghentikan kerjasama mereka dengan Yamaha akhir musim nanti.
Sejak tengah musim lalu, bos Tech 3, Herve Poncharal sudah berkali-kali menyatakan kekhawatirannya soal kemungkinan tim Rossi, VR46 menggantikan posisinya dalam waktu dekat. Akhir musim lalu, Poncharal bahkan telah menjalani pertemuan dengan Yamaha, membicarakan masa depan kerjasama mereka.
"Saya bertanya, 'Bisakah kalian punya enam motor di grid?' Mereka bilang, 'Tidak, terlalu banyak'. Saya berkata, 'Oke, jika kalian dapat permintaan dari VR46 dan Tech 3, siapa yang akan jadi prioritas?' Jawaban mereka adalah VR46. Jadi ini sudah jelas," ujar Poncharal kepada Motorsport pada awal Januari.
Rider Tech 3, Johann Zarco (c) AFP
Meski begitu, kini justru Poncharal sendiri yang akhirnya memilih berpisah dengan pabrikan Garpu Tala usai 20 tahun kerjasama. Spekulasi yang beredar di paddock MotoGP, menyebutkan bahwa pria asal Prancis ini mendapat tawaran bagus dari KTM, yang memang tengah mencari tim satelit untuk musim depan.
Keputusan Poncharal ini jelas membuat Yamaha harus putar otak. Dalam jangka beberapa bulan, mereka harus segera menemukan pengganti Tech 3 sebagai tim satelit. Marc VDS merupakan salah satu kandidat, mengingat mereka berulang kali mengeluhkan kurangnya dukungan dari Honda.
Valentino Rossi (c) Yamaha
Meski begitu, bisa jadi dugaan Poncharal menjadi nyata. VR46 selama ini sangat sukses menjalankan program Moto2 dan Moto3, sementara Rossi juga sangat identik dengan Yamaha. Pabrikan Garpu Tala bahkan menjadi partner kerjasama Rossi untuk menyediakan seluruh perlengkapan latihan VR46 Riders Academy di Tavullia, Italia dan Misano, San Marino.
Demi mengorbitkan lebih banyak lagi talenta muda Italia di jagat Grand Prix, menurunkan tim di kelas tertinggi jelas bisa menjadi salah satu siasat VR46. Selain itu, nama besar Rossi dan VR46 bisa menjadi lahan bisnis yang cukup menjanjikan, menjadi umpan bagi para sponsor.
Meski begitu, ada tantangan bagi VR46 bila benar-benar ingin turun di MotoGP. Dengan keinginan Dorna Sports untuk menurunkan 24 motor saja, sekaligus adanya kontrak antara Dorna Sports dan semua tim satelit sampai 2021, maka tak ada tempat lagi bagi VR46, kecuali ada tim yang bersedia menjual slot-nya.
Atau, VR46 bisa saja mendapat slot ke-25 dan 26, namun hal ini hanya bisa terwujud apabila seluruh tim peserta satu suara memperbolehkan mereka untuk berpartisipasi. Bila ada beberapa tim yang tak setuju, maka VR46 takkan mendapat kesempatan untuk turun di MotoGP.
Nah, apakah Rossi benar-benar akan menurunkan tim bersama Yamaha di MotoGP 2019? Atau justru Yamaha memilih untuk bekerja sama dengan tim satelit lain? Kita nantikan kabar selanjutnya, Bolaneters!
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 08:29Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol 15 Juli 2026
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 00:53Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 22:56Ini Adalah DNA Argentina
BERITA LAINNYA
-
otomotif 7 Juli 2026 19:017 Pembalap Yamaha Borong IMI Awards 2026
SOROT
-
Liputan6 13 Juli 2026 08:00Perbaiki Pompa Air, Pria di Sukabumi Tewas Terjatuh ke Sumur
-
Liputan6 13 Juli 2026 07:13Rumah Terbakar, Pasutri Lansia Tewas Berpelukan
-
Liputan6 13 Juli 2026 05:27Pemerintah Targetkan Masalah Gunungan Sampah Beres 2028
-
Liputan6 13 Juli 2026 01:01Prabowo Ajak Rakyat Bersatu: Jangan Ikut-ikut Budaya Caci Maki
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























