
Nexify - - Pembalap Repsol Honda sekaligus juara dunia bertahan, Marc Marquez berhasil menduduki posisi kedua pada hari ketiga uji coba pramusim MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang pada hari Rabu (1/2), setelah menduduki posisi 9 dan 10 dalam dua hari sebelumnya. Meski begitu, ia justru makin 'galau' menentukan mesin yang akan ia pakai musim ini.
Marquez mencatat 1 menit 59,506 detik, tertinggal 0,138 detik dari rider baru Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales. Meski menggores lap time yang kompetitif, Marquez yakin ini bukan cerminan sesungguhnya dari performanya dan motor RC213V. Saking kaburnya situasi Marquez, ia masih harus menjajal banyak hal untuk mengonfirmasi performa mesin.
"Melihat catatan waktu, sulit memahami situasi kami yang sebenarnya. Saya rasa ini lebih ke soal ritme, karena dalam lap tunggal kami memakai ban lunak hanya dijajal beberapa rider. Saya juga mengorbankan time attack pada jam terakhir demi simulasi balap sebanyak 11 lap, untuk memahami motor dan mengoleksi lebih banyak data," ujarnya kepada Crash.net.
Marc Marquez (c) HRC
Seperti dua hari sebelumnya, rider 23 tahun ini kembali fokus pada mesin 'big bang' terbaru. Honda masih bungkam soal mesin ini, namun Marquez memberikan pendapatnya soal perbedaan dua mesin 'big bang' dengan spesifikasi berbeda yang ia jajal selama uji coba. Ia juga mengaku sangat sulit menjatuhkan pilihan pada dua mesin ini.
"Soal lap time, kedua mesin ini cukup mirip. Tapi mesin lama sudah berada pada limitnya dan kami tak tahu apa yang harus diperbaiki lagi, sementara mesin baru punya torsi lebih tinggi dan saya yakin masih bisa meningkatkan performanya. Tapi kami harus memutuskan arah mana yang kami pilih: bekerja dengan mesin lama dan mencoba menambah tenaga, atau mencoba mengendalikan mesin baru," tuturnya.
Salah satu hal yang membuat Marquez kian bimbang adalah software ECU yang masih belum selaras dengan desain mesin 'big bang'. "Masalahnya, kami masih menggunakan pondasi ECU tahun lalu, dan kami harus mengubahnya. Ini pertama kalinya kami menggunakan mesin baru selama tiga hari. Saya mengendarainya dengan banyak lap untuk memahaminya. Elektronik adalah bagian utama yang harus kami perbaiki," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 02:52Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 01:59Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 00:48Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris
-
Liga Spanyol 12 Juli 2026 00:07Vinicius Junior Bakal Jadi Wakil Kapten Real Madrid
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 23:27Update Jurgen Klopp Sebagai Pelatih Baru Jerman: Sudah, tapi Belum
BERITA LAINNYA
-
otomotif 7 Juli 2026 19:017 Pembalap Yamaha Borong IMI Awards 2026
SOROT
-
Liputan6 12 Juli 2026 01:15Bahlil ke Kader Golkar: Jangan Jadi ABS, Berani Koreksi Pemerintah
-
Liputan6 12 Juli 2026 00:28Bahlil Jagokan Wihaji Pimpin MKGR: Saya Kenal Sejak Sama-Sama Susah
-
Liputan6 11 Juli 2026 22:4426 Negara Hadiri KAA 2026, Ada Agenda Khusus untuk Palestina
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:5510 Orang Lapor, USU Panggil Terduga Pelaku Pelecehan
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:20Heboh Pelecehan Mahasiswa USU, 58 Orang Mengaku jadi Korban
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























