
Nexify - Krisis yang terus membayangi sepak bola Italia kini mendapat sorotan dari salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah tim nasional. Setelah kembali gagal tampil di Piala Dunia, Italia dinilai sedang menghadapi masa yang sangat sulit dan membutuhkan perubahan besar.
Timnas Italia disebut berada dalam salah satu periode terburuk dalam sejarahnya. Mantan kapten Gli Azzurri, Giorgio Chiellini, yang kini menjabat Direktur Strategi Sepak Bola Juventus, menyampaikan kritik sekaligus keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.
Menurut Chiellini, langkah nyata harus segera diambil untuk mengembalikan daya saing Italia di level internasional. Ia menilai seluruh elemen sepak bola nasional perlu menghadapi kenyataan dan berhenti mengabaikan masalah yang sudah terlalu lama berlangsung.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Festival della Serie A di Parma. Bagi Chiellini, pembenahan harus dimulai dari fondasi paling dasar, termasuk sistem pembinaan dan pengembangan pemain muda.
Luka Mendalam Chiellini

Kegagalan lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun menjadi pukulan yang sangat berat bagi sepak bola Italia. Situasi ini bukan sekadar catatan buruk, tetapi luka yang masih terasa bagi banyak pihak yang pernah terlibat langsung di dalamnya.
Chiellini termasuk salah satu sosok yang merasakan dampaknya secara pribadi. Ia mengalami dua kegagalan pertama sebagai pemain dan mengaku kenangan pahit itu masih membekas hingga sekarang.
Menurutnya, kondisi saat ini menuntut evaluasi menyeluruh agar Italia bisa menemukan kembali identitas permainan yang perlahan memudar. Meski begitu, ia tetap melihat ada beberapa hal positif yang bisa dijadikan fondasi untuk bangkit.
"Kita tidak bisa berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Gagal tampil di tiga Piala Dunia berturut-turut adalah sesuatu yang sangat sulit diterima," ujar Giorgio Chiellini.
"Dua kegagalan pertama saya alami sendiri dan luka itu masih saya rasakan sampai sekarang. Kami perlu melakukan refleksi mendalam untuk menemukan kembali identitas yang perlahan hilang, meski tidak semua hal harus dipandang negatif," lanjutnya.
Pentingnya Komitmen dan Proyek Bersama Federasi

Chiellini menilai proses pemulihan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Semua elemen, mulai dari federasi, klub, hingga pengelola kompetisi, harus bergerak dalam arah yang sama.
Ia menekankan pentingnya visi bersama dalam membangun kembali sepak bola Italia. Tanpa perubahan yang nyata dan terukur, kondisi yang ada saat ini berisiko terus berlanjut.
Mantan bek Juventus itu juga mengingatkan bahwa masa sulit ini harus dijadikan momentum untuk melakukan reformasi. Menurutnya, tanggung jawab memperbaiki keadaan ada di tangan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami sudah berada di titik terendah dan kami berharap tidak perlu jatuh lebih jauh lagi," kata Giorgio Chiellini.
"Sekarang kami membutuhkan proyek bersama yang dibangun oleh semua elemen sepak bola Italia. Tugas kami adalah memulai langkah yang serius dan nyata untuk mengubah keadaan, tanpa mencari alasan dan tanpa menyembunyikan masalah."," tambahnya.
Potensi Cerah di Level Usai Muda

Di tengah situasi yang suram, Chiellini masih melihat alasan untuk tetap optimistis. Harapan itu datang dari perkembangan tim-tim kelompok usia muda Italia.
Keberhasilan Timnas Italia U-17 melaju hingga final Euro U-17 menunjukkan bahwa negara itu masih memiliki banyak pemain berbakat. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa jalur pembinaan tetap mampu menghasilkan talenta berkualitas.
Namun, menurut Chiellini, bakat saja tidak cukup. Para pemain muda membutuhkan pendampingan dan sistem pengembangan yang lebih baik agar mampu berkembang hingga level senior.
Karena itu, ia menilai investasi jangka panjang pada pembinaan harus menjadi prioritas utama. Jika dikelola dengan benar, fondasi yang sudah ada dapat menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Italia.
"Ini membuktikan bahwa talenta itu ada," ujarnya.
"Para pemain muda tersedia, tetapi mereka perlu didampingi dan dikembangkan dengan lebih baik. Masih ada yang perlu diperbaiki, tetapi dasar untuk bekerja sudah ada."," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:48Juventus Intip Peluang Daratkan Pemain Manchester United Ini
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 27 Juli 2026 16:58Buntut Kontroversi, Timnas Italia Batal Pekerjakan Andrea Pirlo
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
Kata-Kata Pertama Jurgen Klopp usai Jadi Pelatih Jerman: Jangan Ganggu Keluarga Saya atau Saya Mundur!
Andrea Pirlo Selangkah Lagi Latih Timnas Italia, Dikontrak hingga Piala Dunia 2030
Bukan Piala Dunia 2030, Ini Target Pertama Andrea Pirlo di Timnas Italia
Nicolas Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina usai Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























