
Nexify - Timnas Inggris membuat keputusan mengejutkan menjelang Piala Dunia setelah Thomas Tuchel mencoret Cole Palmer dari daftar final 26 pemain. Keputusan itu langsung memicu sorotan besar karena gelandang serang Chelsea tersebut sebelumnya dianggap sebagai salah satu pemain kreatif terbaik Inggris.
Palmer menjadi salah satu nama besar yang gagal masuk skuad bersama playmaker Manchester City, Phil Foden. Absennya dua pemain tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kreativitas lini serang Inggris di belakang kapten Harry Kane.
Di tengah kritik yang muncul, Tuchel menegaskan bahwa pemilihan pemain dilakukan berdasarkan performa aktual, bukan reputasi. Pelatih asal Jerman itu juga mengungkap sejumlah faktor yang membuat Palmer gagal meyakinkannya selama periode bersama tim nasional.
Thomas Tuchel Soroti Penurunan Performa Cole Palmer

Tuchel menjelaskan bahwa performa Palmer di level klub menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan tersebut. Menurutnya, sang pemain tidak lagi tampil seefektif musim-musim sebelumnya.
“Saya pikir dia (Palmer) mengalami, pertama-tama, penurunan performa individu di klubnya. Dia tidak lagi tampil menentukan atau berpengaruh seperti pada musim-musim sebelumnya sepanjang musim ini,” kata Tuchel.
“Selain itu, dia juga tidak terlalu berpengaruh bersama kami. Catatannya bersama kami tidak luar biasa, tidak cukup bagus untuk membuat kami berpikir bahwa apa pun yang terjadi dia harus dibawa. Itulah kenyataannya.”
Palmer memang kesulitan menunjukkan pengaruh besar di bawah era baru timnas Inggris bersama Tuchel. Dalam tiga penampilannya bersama pelatih tersebut, pemain Chelsea itu gagal mencatat kontribusi gol maupun assist.
Cedera dan Konsistensi Jadi Faktor Penentu

Tuchel juga menyinggung kondisi fisik Palmer yang beberapa kali bermasalah selama periode pemusatan latihan tim nasional. Hal itu disebut ikut memengaruhi adaptasi dan kontribusinya di dalam skuad.
“Dia beberapa kali harus mundur karena cedera, dan ketika berada di kamp latihan dia tidak memberikan dampak yang kami semua inginkan,” ujar Tuchel.
“Saya pikir kepribadiannya membantunya, bahkan dalam momen besar, untuk tidak menunjukkan rasa gugup dan tetap menentukan. Tetapi untuk memiliki momen-momen seperti itu, Anda juga harus berada dalam kondisi terbaik dan harus berpengaruh di dalam grup ini. Dia gagal membuktikannya secara konsisten.”
Pelatih Inggris itu menegaskan dirinya tidak ingin memilih pemain hanya karena status besar mereka. Tuchel lebih memilih membuat keputusan sulit sejak awal dibanding membawa pemain yang akhirnya tidak sesuai kebutuhan taktik tim.
“Itu jelas menjadi salah satu panggilan telepon paling sulit dan tentu saja salah satu nama terbesar yang kami tinggalkan," Tuchel menambahkan.
"Namun, saya menolak membawa pemain hanya karena nama besar mereka dan saya juga menolak memainkan mereka di posisi yang bukan tempat terbaiknya hanya untuk memberi mereka tempat. Saya lebih memilih mengambil keputusan sulit lebih awal, menerimanya, lalu mendorong pemain lain,” tegasnya.
Inggris Dituntut Membuktikan Keputusan Tuchel
Skuad baru Inggris kini dituntut segera membangun chemistry sebelum berangkat ke Amerika Utara untuk menjalani fase grup Piala Dunia. Tekanan besar juga mengiringi Tuchel karena kebijakannya mencoret sejumlah nama besar.
Sementara itu, Palmer akan memanfaatkan jeda musim panas lebih panjang untuk fokus pada pemulihan kondisi fisiknya. Setelah itu, ia dijadwalkan memulai pramusim bersama manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, di Stamford Bridge.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 04:30Link Live Streaming Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 04:30Link Live Streaming Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
-
piala dunia 13 Juni 2026 04:30Link Live Streaming Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 06:00Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:45Kereta Gantung Taif dan Jejak Dakwah Rasulullah
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:24TNI Jelaskan Peran Pengerahan Prajurit Saat Demo di Bundaran HI
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...



















