Badai Kontroversi Piala Dunia 2026: Presiden FIFA Buka Suara Terkait Isu Iran, Pencekalan Wasit, Hingga Tiket Mahal

Nexify - Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi serangkaian pertanyaan terkait berbagai kontroversi yang mengiringi turnamen. Dalam konferensi pers yang digelar sehari sebelum pembukaan kompetisi, ia menanggapi isu visa, keterlibatan Iran, hingga harga tiket yang menuai kritik.
Komentar-komentar tersebut muncul karena turnamen edisi kali ini dibayangi sejumlah persoalan politik dan administratif, terutama di Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah utama dengan 78 dari total 104 pertandingan.
Infantino berulang kali menegaskan bahwa FIFA terus berupaya mencari solusi atas berbagai masalah yang muncul. Namun, ia juga mengingatkan bahwa federasi sepak bola dunia itu tidak memiliki kewenangan untuk mengendalikan keputusan pemerintah atau aparat negara.
Di tengah sorotan yang semakin besar terhadap penyelenggaraan turnamen, sejumlah jawaban Infantino menjadi perhatian karena dianggap sebagai bentuk pembelaan FIFA terhadap kritik yang berkembang.
FIFA Buka Suara soal Kasus Visa Wasit Somalia

Salah satu isu yang paling banyak dibahas adalah kasus Omar Artan, wasit asal Somalia yang gagal masuk ke Amerika Serikat. Padahal, ia diyakini telah mengantongi dokumen dan visa yang diperlukan untuk bertugas di Piala Dunia.
Artan sempat menjalani pemeriksaan selama 11 jam sebelum akhirnya ditolak masuk dan dipulangkan ke Istanbul. Situasi tersebut membuatnya gagal mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama di ajang Piala Dunia.
"Apa yang terjadi kepada wasit dari Somalia memang disayangkan," kata Infantino.
"Namun kami tidak mengendalikan segalanya. Kami akan berdiskusi, berbicara, dan melihat apa yang bisa dilakukan. Kadang-kadang lebih baik tenang dan santai. Kami berusaha menyelesaikan semuanya. Percayalah, kami selalu mencoba menemukan solusi. Tetapi kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat penegak hukum. Kami adalah organisasi olahraga," lanjutnya.
Tetap Membuka Pintu untuk Iran

Selain persoalan visa, keterlibatan Iran juga menjadi topik penting dalam konferensi pers tersebut. Situasi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sempat memunculkan ketidakpastian mengenai partisipasi tim nasional Iran.
Meski demikian, Infantino menegaskan bahwa Iran berhak tampil setelah lolos kualifikasi. Ia bahkan mengungkapkan pernah bertemu tim nasional Iran di Turki pada Maret lalu.
"Saya sangat senang karena saya bertemu tim Iran di Turki pada Maret tahun ini," ujar Infantino.
"Orang-orang mengatakan Iran tidak bisa datang ke Piala Dunia. Saya berjanji mereka akan datang, dan jika perlu saya akan naik bus ke Teheran dan mengantar mereka ke sini. Mereka menjawab bahwa mereka akan mengendarai bus sendiri jika memang perlu. Mereka lolos kualifikasi dan ingin bermain," tandasnya.
Tak Menyesal Bermitra dengan Amerika Serikat
Sejumlah kontroversi yang muncul membuat FIFA ditanya apakah mereka menyesal menunjuk Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah. Pertanyaan itu muncul di tengah kebijakan imigrasi yang menuai kritik serta berbagai polemik politik lainnya.
Namun, Infantino menolak anggapan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan acara berskala besar selalu menghadirkan tantangan yang harus dihadapi.
"Tidak, saya tidak menyesali apa pun," tegas Infantino.
"Saya sudah menyelenggarakan berbagai acara selama 30 tahun terakhir. Saya terbiasa menghadapi masalah. Ada persoalan yang muncul, itu normal untuk acara sebesar ini. Sebagian berasal dari Amerika Serikat, sebagian dari Kanada, dan sebagian dari Meksiko. Kami menangani semuanya dengan semangat yang sama dan berharap bisa menyelesaikannya," tambahnya.
Harga Tiket Masih Jadi Sorotan
Di luar isu politik, harga tiket Piala Dunia 2026 tetap menjadi bahan kritik. FIFA mendapat sorotan karena harga yang dianggap terlalu tinggi sehingga menyulitkan banyak penggemar untuk hadir langsung di stadion.
Dalam kesempatan tersebut, Infantino menyinggung langkah Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang menyediakan 1.000 tiket seharga 50 dolar AS untuk warga kota. Ia memuji inisiatif tersebut, tetapi juga membela kebijakan FIFA terkait penjualan tiket.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Wali Kota Zohran Mamdani dari New York," kata Infantino.
"Harga awal kami adalah 60 dolar AS. Jika dijual lebih murah, tiket itu akan berpindah ke pasar sekunder dengan harga jauh lebih mahal. Uang itu justru akan masuk ke pihak yang menjalankan pasar gelap, bukan untuk sepak bola. Setiap dolar yang masuk kembali digunakan untuk pengembangan sepak bola," pungkasnya.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung dengan format 48 tim dan digelar di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko, sementara FIFA terus menghadapi berbagai tantangan yang muncul menjelang bergulirnya turnamen.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 2 Agustus 2026 12:53Piala Presiden 2026 Tak Cuma Sajikan Laga Seru, UMKM Ikut Panen Rezeki
-
Tim Nasional 2 Agustus 2026 12:42Klasemen Piala AFF 2026 Grup A: Timnas Indonesia Berpeluang Gusur Singapura
-
Tim Nasional 2 Agustus 2026 12:34Timnas Indonesia Masih Unggul dari Vietnam, Ini Rekor Pertemuan Kedua Tim
-
Tim Nasional 2 Agustus 2026 12:30Timnas Indonesia Berbekal Dua Kemenangan, Pemain Kompak Tatap Vietnam
-
Liga Inggris 2 Agustus 2026 10:00Debut Langsung Cetak Gol, Mikel Arteta Sanjung Christos Tzolis
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Juli 2026 08:22Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
SOROT
-
Liputan6 2 Agustus 2026 12:49Petugas Damkar Gugur Saat Bertugas Punya Riwayat Sakit Jantung
-
Liputan6 2 Agustus 2026 11:27Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep
-
Liputan6 2 Agustus 2026 11:00Petugas Damkar Gugur Tangani Kebakaran di Kramat Jati Sempat Pingsan
-
Liputan6 2 Agustus 2026 10:19Petugas Damkar Gugur Tangani Kebakaran di Kramat Jati, Begini Kronologinya
-
Liputan6 2 Agustus 2026 10:07KPK Buka Suara Terkait Kabar Intervensi Kasus Suap Audit BPK Muara Enim
-
Liputan6 2 Agustus 2026 08:52Kapal Nelayan Indonesia Diserang di Papua Nugini, Jenazah Nakhoda Hilang
MOST VIEWED
UEFA Resmi Ancam Boikot Seluruh Kompetisi FIFA, Tolak Rencana Penjualan Piala Dunia ke Investor Swasta
Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
Kembali ke Timnas Italia, Roberto Mancini Minta Maaf soal Keputusannya Pergi ke Arab Saudi
Roberto Mancini Bidik Trofi Baru Bersama Italia, Ingin Azzurri Kembali Disukai Publik
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























