
Nexify - Timnas Italia meraih kemenangan 2-0 atas Moldova dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026, namun suasana di tim dipenuhi kesedihan. Kemenangan ini menjadi pertandingan terakhir Luciano Spalletti sebagai pelatih setelah ia dipecat menyusul kekalahan 0-3 dari Norwegia.
Andrea Cambiaso, salah satu pencetak gol, mengakui performa tim jauh dari memuaskan. Pemain Juventus itu menyatakan seluruh skuad merasa sangat sedih dengan keputusan pemecatan Spalletti.
Pertandingan ini berlangsung dalam suasana yang tidak biasa sejak awal. Spalletti sendiri sudah mengumumkan bahwa ini akan menjadi laga terakhirnya membesut Gli Azzurri.
Meski meraih kemenangan, jalan Italia menuju Piala Dunia 2026 tetap terlihat sulit. Norwegia saat ini memimpin Grup I dengan sempurna setelah meraih 12 poin dari empat laga.
Kesedihan Para Pemain Italia

Cambiaso terbuka tentang perasaan para pemain setelah pemecatan Spalletti. Ia mengakui tim ingin memberikan performa yang lebih baik sebagai hadiah perpisahan untuk pelatih mereka.
"Kami semua ingin tampil bagus. Kami yang pertama tahu ini bukan pertandingan hebat, kami ingin memberi pelatih perpisahan yang lebih baik," kata Cambiaso kepada RAI Sport.
Situasi ini sangat tegang karena pemain sudah tahu akan ada pelatih baru pada kualifikasi berikutnya di September. Cambiaso menyebut pemecatan pelatih selalu menyakitkan bagi para pemain.
"Kami pemain profesional, sayangnya hal seperti ini terjadi di olahraga. Spalletti pelatih hebat, punya passion besar, dan setiap pelatih dipecat, itu menyakiti pemain. Kami sangat sedih."
Perjalanan Berat Menuju Piala Dunia
Kemenangan atas Moldova tidak mengubah fakta bahwa Italia menghadapi jalan sulit ke Piala Dunia. Mereka saat ini berada di belakang Norwegia yang sempurna di puncak klasemen.
Cambiaso menegaskan komitmen tim untuk terus berjuang. Meski hasil mungkin tidak selalu positif, tekad mereka untuk menang tidak pernah surut.
"Kami akan memberikan segalanya. Hasil mungkin negatif, tapi kami benar-benar berusaha menang di setiap pertandingan."
Warisan Spalletti untuk Italia
Spalletti pergi setelah hanya setahun menangani timnas Italia. Meski masa jabatannya singkat, ia meninggalkan kesan mendalam bagi para pemain.
Giacomo Raspadori dan Cambiaso menjadi pencetak gol terakhir di era Spalletti. Keduanya berhasil membawa Italia meraih kemenangan meski dengan permainan yang tidak meyakinkan.
Kini Italia harus segera mencari pengganti Spalletti. Tugas berat menanti pelatih baru untuk membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 27 Juli 2026 16:58Buntut Kontroversi, Timnas Italia Batal Pekerjakan Andrea Pirlo
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 28 Juli 2026 11:03Ini Calon Nomor Punggung Yan Diomande di Real Madrid
-
Liga Inggris 28 Juli 2026 10:33Chelsea Mau Datangkan Danny Welbeck, Siapa yang Bakal Tersingkir?
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 27 Juli 2026 16:58Buntut Kontroversi, Timnas Italia Batal Pekerjakan Andrea Pirlo
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 12:43KPK Bicara Peluang Panggil Perry Warjiyo di Kasus CSR BI-OJK
-
Liputan6 28 Juli 2026 12:16Aturan Tiket Kereta untuk Anak Digugat ke MK
-
Liputan6 28 Juli 2026 12:00Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru, Ini Langkah Kejagung
-
Liputan6 28 Juli 2026 11:17Momen Menteri LH Jumhur Menangis Saat Bela Program MBG
-
Liputan6 28 Juli 2026 11:16Kapolres Luruskan Isu Kasat Narkoba Tangsel Terlibat Kasus Narkoba
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























