
Nexify - Hasil imbang tanpa gol antara Cape Verde dan Spanyol pada Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar di awal turnamen. Bertanding di Atlanta, tim debutan itu mampu meredam juara Eropa sekaligus menunjukkan daya saing mereka di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Pencapaian tersebut hadir di tengah perdebatan mengenai format baru Piala Dunia yang kini diikuti 48 negara. Sejak diumumkan, perluasan peserta turnamen mendapat kritik dari sebagian kalangan yang menilai kualitas kompetisi akan menurun.
Bagi Cape Verde, hasil melawan Spanyol menjadi bukti bahwa negara-negara yang selama ini dianggap kecil juga memiliki hak dan kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.
Pelatih Pedro Leitao Brito pun menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi tim-tim semacam itu untuk meminta maaf atas kehadiran mereka di turnamen.
Cape Verde Jawab Keraguan terhadap Format 48 Tim

Usai pertandingan, Leitao Brito memberikan apresiasi kepada tim-tim yang selama ini kerap dianggap sebagai peserta pelengkap. Menurutnya, pencapaian mereka merupakan hasil dari proses panjang dan kerja yang terorganisasi.
"Saya pikir kita harus memberi selamat kepada tim-tim yang disebut 'kecil' atas organisasi mereka dan pekerjaan yang telah mereka lakukan bersama tim nasional masing-masing," ungkap Brito.
"Dunia sekarang lebih terbuka, dan tim nasional yang lebih kecil memiliki hak yang lebih besar untuk menghadapi tim-tim dengan level yang lebih tinggi."
Perdebatan mengenai format baru Piala Dunia semakin mengemuka karena sejumlah negara besar gagal lolos, sementara beberapa debutan justru tampil di turnamen. Salah satu contoh yang sering disorot adalah kegagalan Italia lolos ke putaran final, berbanding terbalik dengan kehadiran negara-negara yang baru mencicipi Piala Dunia.
Kritik juga muncul dari laporan media Slovenia, Zurnal 24, yang menyebut Presiden UEFA Aleksander Ceferin menilai format baru menghasilkan "jumlah pertandingan yang sangat banyak dan sama sekali tidak menarik."
Negara-Negara Kecil Bersatu Menolak Kritik
Menanggapi pandangan tersebut, seluruh 10 wakil Afrika yang tampil di Piala Dunia 2026 bersama Curacao, Haiti, dan Uzbekistan menandatangani pernyataan bersama.
Mereka menegaskan penolakan terhadap anggapan bahwa hanya negara tertentu yang layak berada di panggung terbesar sepak bola.
Dalam pernyataan itu, mereka menegaskan bahwa "sepak bola bukan milik sekelompok negara tertentu." Sikap tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap anggapan bahwa perluasan peserta menurunkan kualitas turnamen.
Bagi Leitao Brito, manfaat terbesar dari keberhasilan Cape Verde mencapai Piala Dunia adalah tumbuhnya keyakinan dalam diri para pemain. Ia pernah membela tim nasional Cape Verde sebanyak 21 kali antara 1989 hingga 2005, jauh sebelum negaranya mampu lolos ke Piala Afrika untuk pertama kalinya pada 2013.
Awal Positif Wakil Afrika di Piala Dunia
Hingga lima hari pertama turnamen, negara-negara Afrika menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Dalam enam pertandingan yang telah dijalani, mereka membukukan satu kemenangan dan tiga hasil imbang.
Selain hasil mengejutkan Cape Verde melawan Spanyol, Pantai Gading berhasil mengalahkan Ekuador 1-0 dan menghentikan rangkaian 19 pertandingan tanpa kekalahan lawannya. Sementara itu, Mesir bermain imbang 1-1 melawan Belgia pada pertandingan yang berlangsung di Seattle.
Cape Verde juga menjadi tim debutan pertama yang berhasil meraih poin di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Haiti kalah 0-1 dari Skotlandia dan Curacao takluk 1-7 dari Jerman, sementara Uzbekistan baru akan menjalani laga debut mereka melawan Kolombia.
Jangan Lewatkan!
- Man of the Match Arab Saudi vs Uruguay: Federico Valverde
- Hasil Arab Saudi vs Uruguay: Duel Sengit Berakhir Imbang, Grup H Makin Panas
- Tangisan Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi, Vozinha Pahlawan Cape Verde
- Membedah Alasan Belanda Gagal Menang Lawan Jepang: Salah Ronald Koeman?
- Virgil van Dijk Kritik Aturan Water Break di Piala Dunia 2026, Apa Masalahnya?
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 16 Juni 2026 18:00Prediksi Piala Dunia 2026: Uzbekistan vs Kolombia Kamis 18 Juni 2026
-
Piala Dunia 16 Juni 2026 17:00Prediksi Piala Dunia 2026: Ghana vs Panama 18 Juni 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 16 Juni 2026 18:20Seriusan? Liverpool Tertarik Boyong Marcus Rashford?
-
Piala Dunia 16 Juni 2026 18:00Prediksi Piala Dunia 2026: Uzbekistan vs Kolombia Kamis 18 Juni 2026
-
Liga Inggris 16 Juni 2026 17:20MU PHP, Sandro Tonali Bakal Gabung Klub EPL Ini?
-
Piala Dunia 16 Juni 2026 17:00Prediksi Piala Dunia 2026: Ghana vs Panama 18 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 16 Juni 2026 19:00Prediksi Piala Dunia 2026: Ceko vs Afrika Selatan 18 Juni 2026
-
piala dunia 16 Juni 2026 18:00Prediksi Piala Dunia 2026: Uzbekistan vs Kolombia Kamis 18 Juni 2026
-
piala dunia 16 Juni 2026 17:00Prediksi Piala Dunia 2026: Ghana vs Panama 18 Juni 2026
SOROT
-
Liputan6 16 Juni 2026 18:00Kepala BPOM Beberkan Tantangan Pengawasan Program MBG
-
Liputan6 16 Juni 2026 17:38Cerita Mahasiswa Tentang Pertemuan dengan Wapres Gibran
-
Liputan6 16 Juni 2026 16:45Gempa M 6,7 Palu, Pasien RSUD Sulbar Dievakuasi ke Tenda Darurat
-
Liputan6 16 Juni 2026 16:19Warga Serbu SPBU Usai Gempa Palu, Polisi Batasi Pembelian BBM
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...





















