FIFA Pantau Situasi Iran Usai Serangan Militer Amerika Serikat, Fokus Pastikan Piala Dunia 2026 Aman

Nexify - FIFA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Iran menyusul aksi militer yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap negara tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah persiapan menuju Piala Dunia 2026, yang salah satu tuan rumahnya adalah Amerika Serikat.
Iran sendiri telah memastikan tiket ke putaran final setelah lolos dari kualifikasi zona Asia. Tim berjuluk Team Melli itu dijadwalkan memainkan laga-laga fase grup mereka di wilayah Amerika Serikat.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan dimulainya serangan rudal terhadap Iran pada Sabtu waktu setempat. Trump menyebut operasi tersebut sebagai “operasi tempur besar”. Sebelumnya, pada Desember lalu, ia menerima FIFA Peace Prize dari Presiden FIFA, Gianni Infantino.
FIFA: Terlalu Dini untuk Berkomentar Detail
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, menegaskan bahwa badan sepak bola dunia itu belum akan memberikan komentar rinci terkait dampak situasi geopolitik tersebut terhadap turnamen.
“Saya membaca berita tentang Iran pagi ini seperti Anda semua,” ujar Grafström dalam pertemuan tahunan International Football Association Board (IFAB) di Cardiff, Wales.
Menurutnya, pembahasan internal sudah dilakukan, namun FIFA memilih untuk berhati-hati. “Masih terlalu dini untuk berkomentar secara detail. Kami akan terus memantau perkembangan semua isu di seluruh dunia,” katanya.
Grafström menambahkan bahwa fokus utama FIFA saat ini adalah memastikan penyelenggaraan Piala Dunia berlangsung aman dan semua tim dapat berpartisipasi tanpa hambatan.
Komunikasi Intensif dengan Tuan Rumah
Sebagai turnamen yang digelar lintas negara, FIFA akan terus berkoordinasi dengan tiga pemerintah tuan rumah guna menjamin aspek keamanan. “Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah tuan rumah. Semua orang akan aman,” tegas Grafström.
Iran tergabung di Grup G bersama Belgium, New Zealand, dan Egypt. Berdasarkan jadwal, dua pertandingan Iran akan digelar di Los Angeles, sementara laga melawan Mesir akan berlangsung di Seattle pada 26 Juni.
Situasi ini menempatkan FIFA dalam posisi sensitif. Di satu sisi, badan tersebut harus menjaga netralitas dan komitmen terhadap prinsip olahraga sebagai pemersatu. Di sisi lain, dinamika politik global berpotensi memengaruhi logistik, keamanan, hingga aspek diplomatik turnamen.
Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan
Sejauh ini belum ada indikasi perubahan jadwal maupun lokasi pertandingan. Namun dengan meningkatnya tensi geopolitik, perhatian publik kini tak hanya tertuju pada persaingan di lapangan, melainkan juga pada stabilitas di luar stadion.
Piala Dunia selalu menjadi panggung global yang melampaui sepak bola. Kali ini, tantangan terbesarnya mungkin bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga bagaimana olahraga terbesar di dunia itu bertahan di tengah pusaran konflik internasional.
Sumber: ESPN
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 27 Juli 2026 16:58Buntut Kontroversi, Timnas Italia Batal Pekerjakan Andrea Pirlo
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:05Fakta-fakta Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:23Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:05Gebrakan Sudaryono 5 Hari Pimpin BGN
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























