
Nexify - Pelatih Timnas Uzbekistan, Fabio Cannavaro, memberikan klarifikasi setelah skuadnya dihentikan dan diperiksa petugas keamanan menjelang laga uji coba melawan Belanda awal pekan ini. Insiden yang terjadi sesaat setelah tim turun dari bus di area stadion itu sempat memicu berbagai spekulasi.
Rekaman pemeriksaan yang melibatkan anjing pelacak beredar luas setelah ditayangkan sebuah stasiun televisi Amerika Selatan. Namun, Cannavaro menegaskan bahwa seluruh proses tersebut merupakan prosedur keamanan standar yang berlaku bagi semua peserta, bukan karena adanya kecurigaan khusus terhadap timnya.
Ia merasa perlu memberikan penjelasan agar informasi yang beredar tidak semakin melenceng. Menurut mantan kapten Timnas Italia itu, sejumlah pemberitaan telah membangun kesan yang keliru mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Melalui pernyataan terbukanya, Cannavaro juga membantah anggapan bahwa Uzbekistan mendapat perlakuan diskriminatif. Baginya, apa yang dialami tim hanyalah bagian dari sistem pengamanan yang sudah ditetapkan selama turnamen berlangsung.
Meluruskan Berita Miring di Media
Sejumlah media sempat menyoroti insiden tersebut dengan tajuk yang memancing perhatian. Foto-foto para pemain Uzbekistan saat menjalani pemeriksaan di bandara dan stadion pun cepat menyebar di media sosial, memicu berbagai komentar dari publik.
😳🐕REGISTRO SUPER ESTRICTO HASTA CON PERROS
— ESPN Centroamérica (@ESPN_CENAM)
Así fue el protocolo de seguridad con la Selección de Uzbekistán previo al amistoso contra Países Bajos en Estados Unidos.🇺🇿 pic.twitter.com/D1SzMEYZcP
Cannavaro khawatir narasi yang berkembang justru mengganggu fokus tim menjelang Piala Dunia. Karena itu, ia merasa penting menjelaskan bagaimana prosedur perjalanan yang berlaku bagi tim nasional selama turnamen.
"Saya melihat foto-foto di halaman depan surat kabar yang menunjukkan penggeledahan yang kami jalani di bandara, sebagai anggota tim nasional Uzbek. Saya juga melihat judul-judul berita yang menyesatkan, jadi saya ingin meluruskan fakta yang ada," tulis Cannavaro dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Mekanisme Pemeriksaan Khusus
Kontestan Piala Dunia memang menjalani prosedur perjalanan yang berbeda dari penumpang reguler. Saat berpindah lokasi, rombongan tim tidak melewati terminal bandara, melainkan langsung menuju area tarmak menggunakan transportasi khusus.
Karena itu, seluruh pemeriksaan yang biasanya dilakukan di terminal dipindahkan ke area tersebut. Sistem ini diterapkan untuk mempercepat mobilitas tim sekaligus menjaga keamanan dan privasi para pemain selama turnamen.
"Ini adalah pemeriksaan rutin yang standar. Orang-orang tidak menyadari satu hal: ketika tim nasional Piala Dunia bepergian, mereka tidak melalui terminal bandara seperti pelancong biasa, tetapi dibawa langsung ke tarmak dengan bus yang dipesan untuk tim," jelas pelatih berusia 52 tahun itu.
"Pemeriksaan yang dijalani pelancong biasa di terminal, kami jalani langsung di tarmak. Sama persis. Ini adalah prosedur standar," tambah Cannavaro mengenai kesamaan proses pemeriksaan.
Protokol Keamanan Berlapis Sebelum Masuk Stadion
Pemeriksaan serupa juga dilakukan sebelum tim memasuki stadion. Setiap peserta wajib menjalani pengecekan keamanan, baik di hotel sebelum keberangkatan maupun saat tiba di lokasi pertandingan.
Dalam laga melawan Belanda, Uzbekistan menjalani pemeriksaan di stadion, sedangkan tim lawan diperiksa lebih dulu di hotel. Cannavaro menegaskan tidak ada perlakuan berbeda dan seluruh prosedur diterapkan secara adil.
"Jadi tidak ada skandal. Tidak ada perlakuan yang tidak bermartabat atau tidak hormat. Hal yang sama berlaku untuk pertandingan. Sebelum pertandingan persahabatan melawan Belanda, kami diperiksa di stadion, dan ini juga sudah diperkirakan: sebelum setiap pertandingan, tim menjalani pemeriksaan baik di hotel sesaat sebelum berangkat (seperti yang terjadi pada Belanda) atau langsung di stadion, seperti yang terjadi pada kami," urainya panjang lebar.
"Kenyatannya adalah kami mendapati organisasinya tanpa cela," puji Cannavaro mengakhiri pernyataannya mengenai kualitas sistem pengamanan di Amerika Serikat.
Setelah penjelasan tersebut, fokus Uzbekistan kembali tertuju pada persiapan di lapangan. Berada satu grup dengan Portugal, Republik Demokratik Kongo, dan Kolombia, wakil Asia itu harus tampil maksimal untuk menghadapi tantangan besar di putaran final.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 04:30Link Live Streaming Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 07:25Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 07:09Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 04:30Link Live Streaming Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 13 Juni 2026 07:25Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
-
piala dunia 13 Juni 2026 07:09Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay
-
piala dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
-
piala dunia 13 Juni 2026 04:30Link Live Streaming Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 06:00Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:45Kereta Gantung Taif dan Jejak Dakwah Rasulullah
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:24TNI Jelaskan Peran Pengerahan Prajurit Saat Demo di Bundaran HI
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...



















