
Nexify - Italia tidak boleh sekadar datang dan bermain di Zenica pada Rabu (1/4/2026) dini hari nanti. Sebuah peringatan keras sekaligus panduan taktik baru saja mendarat di meja kerja Gennaro Gattuso, datang dari sosok yang tahu persis betapa pengapnya atmosfer Stadion Bilino Polje.
Roberto Cevoli, pelatih San Marino, membagikan pengalamannya saat nyaris mempermalukan Bosnia-Herzegovina di hadapan pendukungnya sendiri. Menurutnya, Gli Azzurri punya peluang besar jika mampu mengeksploitasi satu kelemahan mencolok tuan rumah: kecepatan.
Laga final playoff ini menjadi pertaruhan hidup mati bagi Italia setelah susah payah menundukkan Irlandia Utara 2-0. Sementara itu, Bosnia melaju ke partai puncak dengan napas tersengal-sengal usai melewati drama adu penalti melawan Wales.
Cevoli membawa timnya bertamu ke Zenica pada Juni 2025 lalu dalam suhu panas yang menyengat mencapai 32 derajat Celcius. Meski kalah tipis 0-1, ia melihat celah lebar yang bisa dimanfaatkan tim sebesar Italia untuk mengunci tiket Piala Dunia.
Panduan dari "tetangga" ini bisa menjadi kunci bagi Gattuso untuk meracik strategi yang lebih efektif ketimbang hanya mengandalkan dominasi penguasaan bola.
Teror Stadion Tua yang Mulai Runtuh
Stadion Bilino Polje mungkin tidak megah, namun Cevoli mengingatkan bahwa mental pemain Italia akan diuji oleh keintiman tribun yang menyesakkan. Jarak antara penonton dan lapangan yang sangat dekat membuat tekanan suporter terasa hingga ke urat nadi pemain.
"Stadionnya kecil, tampak seperti nyaris runtuh di setiap sudutnya," ungkap Cevoli saat diwawancarai La Gazzetta dello Sport.
Meski kondisinya memprihatinkan, ia menegaskan bahwa gairah pendukung tuan rumah adalah faktor yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Pemain lawan dipastikan tidak akan diberikan ruang bernapas sedetik pun oleh sorakan fanatik publik Bosnia.
"Namun, tribunnya sangat dekat dengan lapangan dan Anda benar-benar bisa merasakan energi para penggemar di sana," imbuhnya menggambarkan situasi mencekam tersebut.
Jebakan Batman untuk Edin Dzeko
Pada pertemuan pertama San Marino melawan Bosnia, Edin Dzeko sebenarnya direncanakan untuk beristirahat total. Sang legenda bahkan sudah duduk santai di bangku cadangan hanya dengan mengenakan sepatu kets, tanpa niat untuk merumput.
Skenario berubah saat Bosnia menemui jalan buntu melawan pertahanan rapat San Marino hingga 25 menit menjelang bubar. Pelatih Bosnia terpaksa menjilat ludah sendiri, memasukkan Dzeko, yang kemudian justru menjadi pemecah kebuntuan lewat gol tunggalnya.
"Dzeko berada di bangku cadangan dengan sepatu ketsnya, dia awalnya tidak dimaksudkan untuk bermain," kenang Cevoli berkelakar.
Bosnia sempat diliputi ketakutan luar biasa ketika San Marino nyaris menyamakan kedudukan di menit akhir lewat skema serangan balik. Stadion yang awalnya jemawa berubah menjadi tegang sebelum akhirnya merayakan kegagalan peluang emas San Marino tersebut dengan lega.
"Mereka mengira akan menang mudah melawan San Marino, tapi malah menghadapi risiko besar," tegasnya menyiratkan bahwa Bosnia bisa goyah jika ditekan secara konsisten.
Menghadapi Tim yang Lamban dan Terbaca
Analisis teknis Cevoli cukup lugas: Bosnia memiliki pergerakan yang lambat dan pola serangan yang sangat bisa ditebak. Strategi high pressing terbukti ampuh membuat barisan tengah Bosnia kelabakan dan kehilangan arah permainan.
"Gerakan Bosnia sangat lambat, itu adalah poin positif bagi Azzurri," papar pelatih asal Italia tersebut.
Ia menyarankan Gattuso untuk menerapkan penjagaan ganda pada setiap pemain Bosnia yang memegang bola. Tanpa adanya pemain dengan kecepatan lari yang menonjol, Italia seharusnya bisa mendikte ritme permainan sejak awal laga.
"Mereka agak mudah ditebak, dan tidak punya pemain yang sangat cepat, tapi awas, jangan remehkan faktor lingkungan," cetusnya memberi peringatan.
Tak hanya soal Dzeko yang abadi di usia 40 tahun, Cevoli juga menyoroti satu nama baru yang bersinar saat Bosnia mencukur timnya 6-0 di pertemuan kedua. Pemuda bernama Alajbegovic disebutnya sebagai ancaman nyata yang punya kemampuan dribel di atas rata-rata dengan kedua kaki yang sama baiknya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 28 Juli 2026 07:31Respons Manchester City Hadapi Ancaman Real Madrid untuk Rodri
-
Liga Inggris 28 Juli 2026 07:00Manchester United Dapat Kabar Positif soal Kondisi Benjamin Sesko
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 27 Juli 2026 16:58Buntut Kontroversi, Timnas Italia Batal Pekerjakan Andrea Pirlo
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 07:36Pramono Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrokan di Menteng
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:29Febrie Adriansyah Pertanyakan Dasar Penetepan Tersangka TPPU
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:05Fakta-fakta Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:23Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:05Gebrakan Sudaryono 5 Hari Pimpin BGN
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























