
Nexify - Bek sayap Catanzaro, Costantino Favasuli, menjalani debut yang berkesan bersama Timnas Italia saat menghadapi Luksemburg dalam laga persahabatan. Pemain berusia 22 tahun itu tampil sejak menit pertama setelah mendapat kesempatan yang datang secara tak terduga di Stade de Luxembourg, Kamis (4/5/2026) dini hari WIB.
Favasuli masuk ke susunan starter setelah bek Atalanta, Marco Palestra, mengalami masalah pada otot adduktor sesaat sebelum pertandingan. Situasi itu memaksa tim pelatih mengubah rencana dan memberi kepercayaan kepada Favasuli yang semula dipersiapkan sebagai pemain cadangan.
"Ini adalah mimpi masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan. Saya dan rekan-rekan setim harus berterima kasih kepada pelatih karena telah memberikan kesempatan istimewa ini," ujar Favasuli kepada Sky Sport Italia dan RAI Sport.
Debut di level internasional ini menjadi penutup yang manis setelah ia melewati beberapa pekan yang penuh tekanan bersama klubnya. Penampilan solid yang ditunjukkan di lapangan membuktikan bahwa ia mampu menjawab kepercayaan yang diberikan dalam situasi sulit.
Datang Mendadak ke Skuad Italia
Lihat postingan ini di Instagram
Kehadiran Favasuli di skuad Italia memang terbilang mendadak. Pekan lalu, ia masih berjuang bersama Catanzaro dalam perebutan tiket promosi ke Serie A melalui babak play-off melawan Monza.
Meski gagal membawa timnya naik kasta, performanya sepanjang musim tetap menarik perhatian tim nasional. Kemampuannya bermain di beberapa posisi menjadi nilai tambah yang dibutuhkan lini pertahanan Italia.
"Saya sama sekali tidak menyangka akan bermain karena Palestra adalah salah satu yang terbaik di posisinya. Kami adalah kelompok yang sangat kompak, dan hari ini kami menunjukkan bahwa kami bermain untuk satu sama lain," ungkap Favasuli.
Ungkapan Syukur untuk Catanzaro dan Aquilani
Peralihan dari kekecewaan bersama klub ke panggung tim nasional bukan proses yang mudah bagi Favasuli. Namun, suasana positif di dalam skuad Azzurri membantunya bangkit dan langsung fokus memberikan yang terbaik.
Pemain binaan akademi Fiorentina itu menegaskan bahwa pencapaiannya saat ini tidak lepas dari dukungan klub dan staf pelatih. Kesempatan bermain secara reguler di kompetisi kasta kedua menjadi modal penting dalam perkembangan kariernya.
"Sangat sulit menerima kegagalan itu karena kami benar-benar ingin promosi ke Serie A. Namun, berkat mereka juga saya bisa berada di sini hari ini," tutur bek sayap tersebut.
"Saya berterima kasih kepada pelatih Alberto Aquilani dan seluruh klub. Merupakan kehormatan besar bagi saya bisa mewakili Italia dengan jersey Azzurri," pungkasnya.
Favasuli menutup musim dengan catatan dua gol dan sembilan assist dari 42 pertandingan bersama Catanzaro. Jika mampu menjaga konsistensinya, peluang untuk menjadi bagian penting dari pertahanan Italia di masa depan akan tetap terbuka lebar. Selain itu, Fiorentina juga berpotensi mendapat keuntungan finansial berkat klausul persentase penjualan yang masih mereka miliki.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 17:30Prediksi Piala Dunia 2026: Australia vs Turki 14 Juni 2026
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 17:00Prediksi Piala Dunia 2026: Haiti vs Skotlandia 14 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 12 Juni 2026 17:30Prediksi Piala Dunia 2026: Australia vs Turki 14 Juni 2026
-
piala dunia 12 Juni 2026 17:00Prediksi Piala Dunia 2026: Haiti vs Skotlandia 14 Juni 2026
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 17:38Maling di Mojokerto Tinggalkan Surat, Janji Ganti Uang Usai Gajian
-
Liputan6 12 Juni 2026 17:36Anggaran Mulai Cair, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat
-
Liputan6 12 Juni 2026 17:25Jalan Layang Semanggi Ditutup Imbas Demo, Ini Rute Alternatifnya
-
Liputan6 12 Juni 2026 16:52
Prabowo: Saya Menyambut Kritik
-
Liputan6 12 Juni 2026 16:20Prabowo: Kebijakan Kami Bukan Berdasarkan Teori Ekonomi Abstrak
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















