
Nexify - Timnas Georgia dan Timnas Spanyol akan bertemu dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup E. Pertandingan Georgia vs Spanyol ini digelar di Boris Paichadze Dinamo Arena, Tbilisi. Pertandingannya dijadwalkan kick-off Minggu, 16 November 2025, jam 00.00 WIB.
Spanyol datang ke Tbilisi dengan target sederhana: menang dan memastikan tiket Piala Dunia 2026 lebih cepat satu laga. La Roja memimpin Grup E dengan 12 poin dari empat pertandingan, unggul tiga angka atas Turki. Situasi itu membuat mereka berada di posisi ideal untuk mengamankan tempat di putaran final.
Georgia menghadapi skenario yang jauh lebih rumit. Tim asuhan Willy Sagnol baru mengumpulkan tiga poin dan wajib menyapu bersih laga sisa untuk menjaga peluang playoff. Bebannya semakin berat karena mereka membutuhkan Turki terpeleset di dua laga terakhir.
Spanyol tiba dengan modal sempurna di grup ini. Empat kemenangan beruntun, 12 poin, dan tanpa kebobolan menjadi gambaran stabilnya performa pasukan Luis de la Fuente. Dengan selisih gol +15, posisi mereka hampir mustahil dikejar jika menang di Tbilisi.
Di sisi lain, Georgia masih berusaha menemukan konsistensi. Setelah menembus babak 16 besar Euro 2024 dan mendapatkan simpati publik Eropa, performa mereka di kualifikasi belum mengikuti jejak turnamen tersebut. Dua kekalahan pada jeda Oktober menempatkan mereka dalam situasi genting.
Pertemuan ini menjadi ujian besar bagi tuan rumah. La Roja menang delapan kali dari sembilan duel sebelumnya, termasuk kemenangan 4-1 pada Euro 2024. Georgia memang bisa menyulitkan, tetapi sejarah tidak berpihak pada mereka.
Prediksi Starting XI Georgia vs Spanyol

Georgia tidak bisa memainkan Otar Kakabadze dan Georges Mikautadze akibat cedera. Hilangnya Mikautadze menjadi pukulan berarti mengingat striker Metz itu telah mencetak 21 gol dari 41 caps. Giorgi Kvilitaia dan Budu Zivzivadze kemungkinan mengisi lini depan, sementara Khvicha Kvaratskhelia tetap menjadi tumpuan utama. Nama-nama berpengalaman seperti Giorgi Mamardashvili dan Guram Kashia juga disiapkan sebagai starter.
Spanyol datang tanpa Lamine Yamal yang baru menjalani prosedur kecil di area pangkal paha. Rodri, Pedri, dan Nico Williams juga absen karena cedera. Meskipun begitu, kedalaman skuad La Roja tetap kuat. Ferran Torres diperkirakan tampil sebagai penyerang tengah, dengan dukungan Mikel Oyarzabal dan Alex Baena. Duet Arsenal, Mikel Merino dan Martin Zubimendi, kemungkinan menjadi motor di lini tengah.
Georgia (4-3-3): Mamardashvili; Kakabadze, Kashia, Goglichidze, Gocholeishvili; Kiteishvili, Mekvabishvili, Kochorashvili; Zivzivadze, Kvilitaia, Kvaratskhelia
Pelatih: Willy Sagnol
Spanyol (4-3-3): Simon; Porro, Le Normand, Cubarsi, Cucurella; Merino, Zubimendi, Ruiz; Oyarzabal, F Torres, Baena
Pelatih: Luis de la Fuente
Head to Head Georgia vs Spanyol

5 pertemuan terakhir
- 12/10/25 Spanyol 2-0 Georgia
- 01/07/24 Spanyol 4-1 Georgia
- 20/11/23 Spanyol 3-1 Georgia
- 08/09/23 Georgia 1-7 Spanyol
- 06/09/21 Spanyol 4-0 Georgia
5 laga terakhir Georgia
- 15/10/25 Turki 4-1 Georgia
- 12/10/25 Spanyol 2-0 Georgia
- 07/09/25 Georgia 3-0 Bulgaria
- 04/09/25 Georgia 2-3 Turki
- 08/06/25 Georgia 1-1 Cape Verde
5 laga terakhir Spanyol
- 15/10/25 Spanyol 4-0 Bulgaria
- 12/10/25 Spanyol 2-0 Georgia
- 08/09/25 Turki 0-6 Spanyol
- 05/09/25 Bulgaria 0-3 Spanyol
- 09/06/25 Portugal 2-2 Spanyol (adu penalti 5-3)
Prediksi Skor Georgia vs Spanyol

Georgia bisa menghadirkan perlawanan sengit, terutama berkat dukungan publik sendiri. Namun, absennya Mikautadze membuat potensi mereka di lini depan berkurang signifikan.
Spanyol memang tanpa beberapa pemain inti. Akan tetapi, kualitas skuad mereka tetap unggul dan rekor pertemuan menunjukkan dominasi yang sulit dibantah.
Prediksi skor akhir: Georgia 0-2 Spanyol
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Kebangkitan Rafael Leao Membuka Masalah Baru di AC Milan
- AC Milan dan Masalah Striker yang Tak Kunjung Usai: Rp1 Triliun Lebih hanya untuk 21 Gol
- AC Milan dan AS Roma: 2 Calon Peraih Scudetto Tanpa Ujung Tombak yang Tajam
- Leao dan Pulisic: Duet yang Akhirnya Siap Menyala di Derby Milan
- Formasi Baru untuk Mengubah Cara Main Juventus
- Duel Taktik: Adu Kuat Tembok Pertahanan Inter dan Milan di Derby della Madonnina
- Solusi untuk Krisis Striker AC Milan Ada di Barcelona?
- 93 Tahun Kejayaan Arsenal di Era Highbury: Dari Rumah Sepak Bola ke Legenda Abadi
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 07:25Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 07:09Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 13 Juni 2026 07:25Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
-
piala dunia 13 Juni 2026 07:09Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 07:30Ramai Soal CCTV Bundaran HI, Pemprov DKI Buka Suara
-
Liputan6 13 Juni 2026 06:00Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:45Kereta Gantung Taif dan Jejak Dakwah Rasulullah
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:24TNI Jelaskan Peran Pengerahan Prajurit Saat Demo di Bundaran HI
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















