
Nexify - Grup E dalam pentas Euro 2020 beranggotakan Spanyol, Swedia, Polandia dan Slovakia. Dilihat dari komposisi grupnya, nampaknya Spanyol bisa keluar dari fase grup tanpa mengalami masalah berarti.
Bagaimanapun juga, Spanyol masih mengemban status negara raksasa di Eropa. Tiga gelar juara Euro yang diraih pada tahun 1964, 2008, dan 2012 membuktikan kalau mereka merupakan salah satu negara terbaik dalam ajang ini.
Spanyol juga diisi oleh pemain-pemain hebat yang tersebar di seluruh penjuru negara. Seperti Alvaro Morata (Juventus), David De Gea (Manchester United), Ferran Torres (Manchester City) hingga Sergio Ramos (Real Madrid).
Akan tetapi, La Furia Roja juga patut waspada. Sebab tim-tim lain memiliki potensi memberikan kejutan. Salah satunya Swedia yang, mungkin, akan diperkuat Zlatan Ibrahimovic pada pertandingan kali ini.
Penyerang gaek AC Milan tersebut sempat mendapatkan panggilan memperkuat TImnas Swedia dalam masa jeda internasional di bulan Maret kemarin. Kalau tidak ada halangan, Ibrahimovic mungkin akan turut serta bersama Swedia mengikuti ajang bergengsi ini.
Kuda Hitam Berbahaya
Tim lain yang patut diperhitungkan adalah Polandia. Negara yang satu ini memiliki penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski, di lini depannya. Striker yang satu ini dikenal tajam dan mampu memproduksi lebih dari 40 gol di setiap musim.
Polandia juga memiliki pemain andalan lain, yakni Wojciech Szczesny. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang itu merupakan starter buat Juventus dan tidak tergeser meskipun Gianluigi Buffon sudah kembali dari PSG pada tahun 2019 lalu.
Terakhir ada Slovakia. Timnas yang satu ini tidak diisi oleh banyak pemain hebat. Namun, ada beberapa nama yang wajib diperhitungkan jika tak ingin menelan kekalahan.
Salah satunya adalah Marek Hamsik. Gelandang berusia 33 tahun tersebut sedang bermain di klub Swedia, IFK Goteborg. Ia pernah merasakan puncak karir saat memperkuat Napoli yang sempat menjadi rival utama Juventus dalam perebutan Scudetto di ajang Serie A beberapa tahun lalu.
Profil Singkat Pelatih
Luis Enrique (Spanyol)
Karir Luis Enrique sebagai pemain cukup mentereng, karena dirinya pernah memperkuat dua klub raksasa Spanyol yakni Real Madrid dan Barcelona. Ia pernah merasakan 10 gelar selama bermain di dua klub tersebut.
Karir kepelatihannya pun sama gemilangnya. Puncak karir kepelatihannya terjadi pada tahun 2015 lalu, ketika masih menukangi Barcelona. Ia membantu Barcelona meraih tiga trofi mayor sekaligus, termasuk Liga Champions.
Enrique terbilang masih baru di Timnas Spanyol. Ia diangkat sebagai pelatih menggantikan Fernando Hierro beberapa hari sebelum Piala Dunia 2018 digelar. Enrique sempat hengkang pada tahun 2019 untuk alasan personal, namun kembali pada bulan November di tahun yang sama.
Janne Anderson (Swedia)
Sekarang Swedia sedang dilatih oleh sosok berpengalaman dalam diri Janne Anderson. Karir kepelatihannya dimulai sejak tahun 1988, namun kebanyakan bersama klub Swedia seperti Halmstads BK dan IFK Norrkoping.
Anderson diangkat sebagai pelatih Swedia pada tahun 2016 lalu, menggantikan Erik Hamren yang sudah melatih Swedia selama tujuh tahun. Prestasi terbaiknya adalah membawa timnas melaju hingga ke babak perempat final Piala Dunia 2018.
Namun, perlu diketahui juga kalau perjalanan Swedia menuju ke Piala Dunia 2018 tidak mudah. Mereka adalah tim yang bertanggung jawab atas absennya dua negara papan atas Eropa di ajang tersebut, Belanda dan Italia.
Stefan Tarkovic (Slovakia)
Tarkovic juga dikenal sebagai pelatih berpengalaman, walau sebagian besar karirnya dihabiskan di negara kelahirannya. Pria berusia 48 tahun tersebut mendapatkan jabatan pelatih Slovakia pada tahun 2020 lalu.
Walaupun demikian, ia sudah cukup sering berurusan dengan timnas. Ia pernah menjabat sebagai asisten pelatih selama lima tahun, dimulai pada 2013 hingga diangkat jadi pelatih kepala pada tahun 2018.
Ia tidak bertahan lama di kursi kepelatihan Slovakia pada waktu itu. Namun, setelahnya, ia mendapatkan mandat yang sama di tahun 2020.
Paulo Sousa (Polandia)
Semasa bermain, Paulo Sousa dikenal sebagai gelandang bertahan yang handal. Ia pernah memperkuat beberapa klub raksasa Eropa seperti Juventus, Borussia Dortmund, hingga Inter Milan.
Sousa bisa dikatakan beruntung, karena pernah menginjak podium juara Liga Champions sebanyak dua kali berturut-turut namun dengan klub yang berbeda. Pertama bersama Juventus (1995/96) lalu Borussia Dortmund (1996/97).
Sayang karir kepelatihannya tidak begitu mentereng. Ia tercatat pernah menukangi Fiorentina, Leicester City, hingga Bordeaux sebelum tawaran melatih dari Polandia datang di bulan Januari 2021 untuk menggantikan Jerzy Brzeczek.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 08:45Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Cape Verde 15 Juni 2026
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 08:30Prediksi Piala Dunia 2026: Swedia vs Tunisia 15 Juni 2026
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 02:55Lamine Yamal, Kualitas Langka yang Mengingatkan pada Lionel Messi
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 08:13Man of the Match Pantai Gading vs Ekuador: Wilfried Singo
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 08:00Jerman vs Curacao 7-1: Ya Hujan Gol, Ya Banjir Rekor, Apa Saja?
BERITA LAINNYA
-
piala eropa 24 Maret 2026 10:20Zinedine Zidane Capai Kesepakatan Lisan untuk Latih Timnas Prancis
-
piala eropa 13 Februari 2026 10:31Hasil Drawing UEFA Nations League: Inggris Satu Grup dengan Spanyol dan Kroasia!
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 07:04Celurit di Tangan Pelajar Jakarta, Kasus Palmerah dan Koja
-
Liputan6 15 Juni 2026 06:03Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG
-
Liputan6 15 Juni 2026 05:00Saling Berbalas Gol, Belanda Sama Kuat dengan Jepang
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























