
Nexify - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, menepis adanya anggapan lebih memilih mempertahankan kerangka tim yang berlaga di Piala AFF 2013 dan Pra Piala Asia.
Karena itu, banyak pemain seleksi yang berguguran dalam proses seleksi di pemusatan latihan. Pada Minggu (5/1), lima pemain dicoret dan gagal mengikuti training centre (TC)/pemusatan latihan tahap kedua di Yogyakarta. Masing-masing yakni, Dio Permana (tengah), Angga Febrianto (depan), Dimas Sumantri (belakang), Vicky Meilano (tengah), dan Rosad Setiawan (belakang).
Sedangkan jauh sebelum, Indra juga mencoret lima pemain, Dikri Yusron Afafa (kiper), Rully Desrian (kiper), Terens Puhiri (depan), Dalmiansah Matutu (depan), Untung Wibowo (gelandang), dan M Junda Irawan (belakang).
"Pertimbangan utama proses seleksi tahap pertama, adalah murni prestasi. Kalau pemain tersebut memenuhi standar yang ditetapkan, maka akan terpilih. Kalau tidak bisa memenuhi standar, tentu dicoret. Buktinya, ada pemain lama yang tercoret seperti Dio Permana, Dimas Sumantri dan Angga Febrianto," terang Indra.
"Intinya, pemain yang dipertahankan itu yang terbaik. Bukannya pemain lama atau baru, tapi itu adalah yang terbaik. Kebetulan saja yang tercoret itu banyak yang baru," sambungnya.
Kini, sebanyak 29 pemain mulai menjalani TC tahap kedua di Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, dilanjutkan Indra, bakal lebih difokuskan pada taktik.
"Selain itu, ada juga serangkaian uji coba. Tapi, uji coba bukan di Yogyakarta. Yakni, dengan tur Nusantara, tur Timur Tengah, dan tur Eropa. Kemudian, masih berlanjut dalam Mini Turnamen," tuntasnya.[initial]
(esa/dzi)
Karena itu, banyak pemain seleksi yang berguguran dalam proses seleksi di pemusatan latihan. Pada Minggu (5/1), lima pemain dicoret dan gagal mengikuti training centre (TC)/pemusatan latihan tahap kedua di Yogyakarta. Masing-masing yakni, Dio Permana (tengah), Angga Febrianto (depan), Dimas Sumantri (belakang), Vicky Meilano (tengah), dan Rosad Setiawan (belakang).
Sedangkan jauh sebelum, Indra juga mencoret lima pemain, Dikri Yusron Afafa (kiper), Rully Desrian (kiper), Terens Puhiri (depan), Dalmiansah Matutu (depan), Untung Wibowo (gelandang), dan M Junda Irawan (belakang).
"Pertimbangan utama proses seleksi tahap pertama, adalah murni prestasi. Kalau pemain tersebut memenuhi standar yang ditetapkan, maka akan terpilih. Kalau tidak bisa memenuhi standar, tentu dicoret. Buktinya, ada pemain lama yang tercoret seperti Dio Permana, Dimas Sumantri dan Angga Febrianto," terang Indra.
"Intinya, pemain yang dipertahankan itu yang terbaik. Bukannya pemain lama atau baru, tapi itu adalah yang terbaik. Kebetulan saja yang tercoret itu banyak yang baru," sambungnya.
Kini, sebanyak 29 pemain mulai menjalani TC tahap kedua di Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, dilanjutkan Indra, bakal lebih difokuskan pada taktik.
"Selain itu, ada juga serangkaian uji coba. Tapi, uji coba bukan di Yogyakarta. Yakni, dengan tur Nusantara, tur Timur Tengah, dan tur Eropa. Kemudian, masih berlanjut dalam Mini Turnamen," tuntasnya.[initial]
Garuda Jaya Menatap Dunia!
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 14:00Mau Kalahkan Norwegia, Inggris Harus Bisa 'Matikan' Erling Haaland
-
Liga Inggris 11 Juli 2026 13:00Gelandang Timnas Prancis Ini Gantikan Ederson di Manchester United?
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 11 Juli 2026 13:31Bendungan Meninting Diresmikan, Akhiri Konflik Petani di NTB
-
Liputan6 11 Juli 2026 13:05Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bangkitkan Kepercayaan Diri Anak-Anak
-
Liputan6 11 Juli 2026 12:56Kekayaan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan Anak Buah
-
Liputan6 11 Juli 2026 12:08Rincian Uang Diterima Bupati Sukoharjo dari Peras Anak Buah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya





















