
Nexify - Dibentuknya kembali Badan Tim Nasional (BTN) memunculkan semangat baru tim nasional Indonesia dalam meraih prestasi. Banyak pihak pula yang menaruh harapan agar BTN mampu membangun kekuatan tim nasional Indonesia yang tangguh di masa mendatang.
Namun, pembentukan Timnas yang dilakoni BTN, diminta tetap melalui proses yang terprogram dan melibatkan klub-klub asal para pemain. Sehingga, bukan hanya dengan asal comot pemain dari klub.
Hal tersebut, dikatakan Mantan Manajer Timnas Andi Darussalam Tabusalla kepada wartawan, Sabtu (2/3). Menurutnya, yang kini dilakukan BTN di bawah pimpinan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, dirasa kurang tepat.
"Seyogyanya, untuk memanggil pemain, BTN harus lebih dulu menggelar seleksi dan berkonsultasi dengan melibatkan klub dan pelatih. Itu penting, karena yang mengetahui kondisi pemain adalah pelatih dan klub bersangkutan," ujarnya.
"Apa yang dilakukan BTN dengan menunjuk pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco terlalu instan. Sebab, ini Timnas bukan memanggil pemain untuk laga uji coba," papar ADS, panggilan akrab Andi Darussalam.
Menurutnya ADS, setelah ditunjuk menjadi Ketua BTN, Isran Noor lebih dulu berbicara dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin untuk membentuk jajaran kepengurusan BTN yang solid.
Pasalnya, jajaran pengurus BTN harus diisi sosok yang mempunyai pengalaman mengurus Timnas. Sehingga, bukan ditempati pihak-pihak yang tidak memiliki kapabilitas.
"Setelah pengurus BTN dibentuk, mereka memanggil Blanco agar memaparkan program-programnya. Selain itu, BTN juga harus mengumpulkan klub dengan pelatihnya masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab. Sebab, pemain adalah milik klub. Kondisi terakhir para pemain, diketahui betul oleh manajemen klub dan pelatihnya," imbuh ADS.
Bila proses itu tidak dijalankan, ADS yakin program timnas yang dikelola BTN tidak akan memberikan hasil yang dinginkan.
"Bila hanya main panggil saja, pasti akan runyam. Karena, pemanggilan pemain berpengaruh pada klub dan jadwal kompetisi. Dampak terburuknya, kompetisi bisa berhenti akibat pemain di klub banyak dipanggil ke Timnas," tukasnya.
"Semua pihak harus diajak bicara, termasuk CEO PT Liga Indonesia atau PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS). Karena, program Timnas pasti akan berpengaruh pada jadwal kompetisi," tuntas mantan Presiden Direktur PT Liga Indonesia tersebut. (esa/lex)
Namun, pembentukan Timnas yang dilakoni BTN, diminta tetap melalui proses yang terprogram dan melibatkan klub-klub asal para pemain. Sehingga, bukan hanya dengan asal comot pemain dari klub.
Hal tersebut, dikatakan Mantan Manajer Timnas Andi Darussalam Tabusalla kepada wartawan, Sabtu (2/3). Menurutnya, yang kini dilakukan BTN di bawah pimpinan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, dirasa kurang tepat.
"Seyogyanya, untuk memanggil pemain, BTN harus lebih dulu menggelar seleksi dan berkonsultasi dengan melibatkan klub dan pelatih. Itu penting, karena yang mengetahui kondisi pemain adalah pelatih dan klub bersangkutan," ujarnya.
"Apa yang dilakukan BTN dengan menunjuk pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco terlalu instan. Sebab, ini Timnas bukan memanggil pemain untuk laga uji coba," papar ADS, panggilan akrab Andi Darussalam.
Menurutnya ADS, setelah ditunjuk menjadi Ketua BTN, Isran Noor lebih dulu berbicara dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin untuk membentuk jajaran kepengurusan BTN yang solid.
Pasalnya, jajaran pengurus BTN harus diisi sosok yang mempunyai pengalaman mengurus Timnas. Sehingga, bukan ditempati pihak-pihak yang tidak memiliki kapabilitas.
"Setelah pengurus BTN dibentuk, mereka memanggil Blanco agar memaparkan program-programnya. Selain itu, BTN juga harus mengumpulkan klub dengan pelatihnya masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab. Sebab, pemain adalah milik klub. Kondisi terakhir para pemain, diketahui betul oleh manajemen klub dan pelatihnya," imbuh ADS.
Bila proses itu tidak dijalankan, ADS yakin program timnas yang dikelola BTN tidak akan memberikan hasil yang dinginkan.
"Bila hanya main panggil saja, pasti akan runyam. Karena, pemanggilan pemain berpengaruh pada klub dan jadwal kompetisi. Dampak terburuknya, kompetisi bisa berhenti akibat pemain di klub banyak dipanggil ke Timnas," tukasnya.
"Semua pihak harus diajak bicara, termasuk CEO PT Liga Indonesia atau PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS). Karena, program Timnas pasti akan berpengaruh pada jadwal kompetisi," tuntas mantan Presiden Direktur PT Liga Indonesia tersebut. (esa/lex)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 1 Juli 2026 15:48Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Ronaldo usai Prancis Bungkam Swedia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 1 Juli 2026 16:05Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Besok, Bisa Ditonton Live
-
Liputan6 1 Juli 2026 15:50Momen Prabowo Lihat Teknologi Buatan Lokal di Pameran Bhayangkara
-
Liputan6 1 Juli 2026 15:47Ledakan Besar Pabrik di Semarang, Getarannya Seperti Gempa
-
Liputan6 1 Juli 2026 15:25Ledakan di Kawasan Industri Semarang, 1 Orang Tewas
-
Liputan6 1 Juli 2026 14:55Ini Tarif Transjakarta Tanpa Subsidi Pemprov DKI
-
Liputan6 1 Juli 2026 14:50Pemprov DKI Tanggung Subsidi Rp 9.000 Tiap Penumpang TransJakarta
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























