5 Pelajaran Kemenangan 3-0 MU atas Sheriff Tiraspol: Opsi Baru di Lini Depan, Jangan Pasang Ekspektasi Terlalu Tinggi untuk Garnacho

Nexify - Manchester United meraih kemenangan keempatnya di Liga Europa 2022/2023 dengan meyakinkan. Man United mengatasi perlawanan Sheriff Tiraspol dengan skor 3-0 pada pekan ke-5 Grup E, Jumat (28/10/2022) dini hari WIB.
Pertandingan ini menyisakan banyak sekali catatan positif. Mulai dari dominasi Man United yang tanpa henti selama 90 menit sampai dengan pilihan pemain.
Catatan positif lainnya adalah catatan negatifnya bisa dibilang tidak ada. Man United benar-benar tampil selayaknya tim besar saat menghadapi tim yang notabene bisa dikandaskan dengan mudah.
Berkat kemenangan tersebut, Man United akhirnya dipastikan melenggang ke babak gugur Liga Europa. Man United hanya perlu laga pamungkas sebagai upaya untuk menjuarai grup.
Tanpa Tendangan
Dominasi yang ditunjukkan Man United ditunjukkan dari catatan statistik. Tak sekalipun Sheriff melepaskan tendangan. Jangankan yang on target, satupun percobaan tendangan tidak ada.
Hal seperti ini tentu sangat langka sekali, sekalipun Man United berhadapan dengan tim-tim kecil lainnya. Pertahanan Man United seringkali meninggalkan celah yang bisa dimanfaatkan lawan.
Namun di pertandingan ini tidak demikian. Man United tidak hanya menguasai pertandingan dan menyerang dari berbagai penjuru, tetapi juga memastikan bertahan dengan rapat.
Garnacho Bagus, Ekspektasi Jangan Terlalu Tinggi
Satu pemain yang berhasil mengambil hati para penggemar adalah Alejandro Garnacho. Garnacho mencatatkan penampilan keenamnya bersama Man United di laga ini, sekaligus jadi pertama kalinya ia tampil sebagai starter.
Pemain berusia 18 tahun ini menunjukkan ia punya kecepatan dan teknik olah bola yang tinggi untuk melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan. Banyak menilai Garnacho harus tampil lebih sering.
Namun, ada baiknya ekspektasi terhadap Garnacho tidak perlu tinggi-tinggi. Pemain muda ini jelas perlu ruang untuk berkembang. Ruang tersebut bisa akan terlalu disesaki oleh harapan dan ekspektasi dari orang-orang.
Tentu saja akan bagus ketika Garnacho bisa memenuhi ekspektasi, tetapi kalau tidak? Pada akhirnya, hal itu hanya akan merugikan pemain dan proses perkembangan tim.
Eriksen Selalu Jadi Pembeda
Lagi-lagi Eriksen harus masuk perhatian dari kemenangan Man United. Tanpa Eriksen, Man United bisa jadi kehilangan akal untuk menembus pertahanan blok rendah Sheriff.
Visi bermainnya yang tinggi membantu para pemain Man United lain “tinggal lari” dan cari ruang. Ditunjang dengan akurasi umpannya yang tinggi, Eriksen seolah bisa mengontrol penuh ke mana bolanya akan bergerak.
Eriksen yang mampu membuat enam peluang tercipta ini jadi alasan Man United bisa menciptakan peluang bertubi-tubi saat lawan menumpuk hampir seluruh pemain di dalam dan sekitar kotak penalti.
Shaw dan Malacia Bersaing Sengit
Masuknya Luke Shaw di babak kedua dengan menggantikan Diogo Dalot jadi satu kejutan. Padahal, Dalot tampil apik bahkan mencetak gol pembuka. Di posisinya, Tyrell Malacia yang justru digeser ke sana.
Di sisi lain, Shaw yang dimasukkan memberikan Man United outlet serangan baru di sayap kiri. Satu assistnya dan sejumlah umpan silangnya menunjukkan Shaw punya sesuatu yang tidak dimiliki Malacia di atribut ofensif.
Pergantian pemain dan posisi itu juga mengindikasikan persaingan yang super sengit antara Shaw dan Malacia. Ten Hag bahkan selalu mengubah siapa yang layak starter dan layakkah salah satu dari mereka main dari bangku cadangan.
Opsi Baru di Lini Depan
Garnacho dan Cristiano Ronaldo yang tampil lumayan bagus di pertandingan ini memberikan opsi baru di lini depan. Erik Ten Hag jadi tak perlu memikirkan pakem Jadon Sancho, Marcus Rashford, dan Antony.
Ronaldo masih bisa mengisi posisi nomor 9, begitu pula dengan Anthony Martial jika ia sembuh lagi. Sisi kanan jadi tak selamanya milik Antony karena buktinya Rashford tetap memberikan ancaman di sana.
Sebelah kiri tidak akan selalu jadi milik Sancho. Penampilan bagus Garnacho di pertandingan ini membuat pilihan Ten Hag akan semakin kaya.
Coba Baca yang Ini Juga!
- Kritik Pedas Paul Scholes untuk Antony: Kebanyakan Gaya tapi Kontribusi Nol!
- Hasil Lengkap dan Klasemen Matchday ke-5 Liga Europa 2022/2023: MU Dipastikan Lolos Babak Knock-out
- Arsenal Dipermak PSV, Memang Layak Kalah, Abis Bensin, Ingin Ketemu Barca Ya?
- Daftar 4 Klub yang Lolos Babak 16 Besar Liga Europa: Eks Thomas Doll Aman, Bagaimana Nasib MU?
- Sikat Omonia, Real Sociedad Berpeluang Besar Jadi Juara Grup, MU Harus Puas Cuma Runner-Up?
- Man of the Match HJK Helsinki vs AS Roma: Lorenzo Pellegrini
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 14 Juni 2026 21:49Klasemen Pembalap Formula 1 2026
-
Otomotif 14 Juni 2026 21:48Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Catalunya
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 06:33Jerman Menang 7-1, Skor yang Sama Saat Lumat Brasil 12 Tahun Lalu
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 06:16Jepang Tahan Belanda 2-2, Laga Terbaik Piala Dunia 2026 Sejauh Ini!
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 06:03Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG
-
Liputan6 15 Juni 2026 05:00Saling Berbalas Gol, Belanda Sama Kuat dengan Jepang
-
Liputan6 15 Juni 2026 00:11Menteri Haji Sebut Jemaah Indonesia yang Wafat di Arab Capai 290 Orang
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























