
Nexify - Taktik 'Parkir Bus' kerap disematkan kepada tim manapun yang diasuh oleh Jose Mourinho, termasuk kepada AS Roma saat ini. Kapten AS Roma, Lorenzo Pellegrini tertawa ketika tahu timnya sekarang dilabeli istilah semacam itu.
Parkir bus sendiri bermakna bermain bertahan dekat dengan gawang sendiri. Hampir seluruh pemain berada di kotak penalti.
Tujuannya untuk menyulitkan serangan lawan. Semakin banyak pemain di daerah pertahanan, berarti semakin sulit bagi lawan menemukan celah untuk mengumpan, menembak, atau melakukan penetrasi.
Roma memang tampak seperti itu sejak ditangani Mourinho. Dalam banyak laga, Roma menunggu di kotak penalti sendiri dan hanya sesekali menyerang jika memang ada kesempatan.
Tidak sedikit pula yang memprediksi Roma akan memainkan taktik yang sama pada final Liga Europa 2022/2023, Kamis (1/6/2023) WIB. Roma akan melawan Sevilla di Puskas Arena, Hungaria.
Tertawa
Mendengar penjelasan tersebut, Pellegrini tergelitik. “Kami tertawa saat seseorang mengatakan bahwa kami memarkir sebuah bus di depan gawang untuk bisa menang,’ ucap dia.
Menurutnya, ada banyak variasi taktik di pertandingan sepak bola. Menyerang tidak jadi satu-satunya cara untuk memenangkan pertandingan.
“Yang penting adalah tahu cara melakukan pendekatan secara taktikal di pertandingan. Dan hal ini bukan berarti kami harus selalu menyerang gila-gilaan,” papar sang kapten lagi.
Bukan Parkir Bus
Menariknya, Pellegrini merasa parkir bus bukan hal yang tepat untuk menjelaskan strategi Roma di setiap pertandingan. Ia menyebutkan istilah, ‘membatasi lawan’.
“Bagi saya, pendekatan yang kami lakukan di pertandingan lebih kepada membatasi lawan ketika menyerang,” jelasnya.
“Karena kami akan selalu menganalisis lawan sebelum pertandingan. Kami selalu mencari cara bagaimana caranya membatasi keunggulan mereka, terutama dalam menyerang,’ terang dia.
Yang Penting Berhasil
Pellegrini menilai pendekatan taktikal yang tepat itulah yang mengantarkan Roma ke final Liga Europa 2022/2023. “Kami berhasil sejauh ini ke final karena itu [taktik yang tepat],” katanya.
“Kami selalu memberikan yang terbaik di pertandingan. Bukan semata-mata kami ‘memarkirkan bus’ sehingga kami berada di sini,” ujar dia lagi.
Pada musim 2021/2022, Roma menjuarai UEFA Europa Conference League juga dengan pendekatan taktik milik Mourinho.
Sumber: Official
Baca Juga:
- Jose Mourinho Tinggalkan AS Roma setelah Final Liga Europa?
- Sevilla Biasa Juara Liga Europa, Mourinho: Sejarah Gak Penting
- Sevilla Memang Jagoan di Liga Europa, Tapi AS Roma Punya Jose Mourinho!
- Eks Anak Buah Doakan Jose Mourinho Bisa Lebih Sukses dan Raih Gelar Liga Europa Bersama AS Roma
- Jadwal Final Liga Europa 2022/2023: Sevilla vs AS Roma
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 00:01Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























