
Nexify - Pelatih Fiorentina, Vincenzo Italiano, menyalahkan pemain penggantinya, Igor Julio. Dia melakukan kesalahan fatal dan berbuah gol kemenangan bagi West Ham di final UEFA Conference League. Sang pelatih menganggap bahwa gol itu sangat bisa dihindari, dan menuntut Igor untuk bekerja lebih keras lagi.
Fiorentina harus meladeni perlawanan dari wakil Inggris, West Ham, pada laga final UEFA Conference League 2022/2023 yang berlangsung di Eden Arena, Praha hari Kamis (8/6/2023) dini hari WIB. Skuad asuhan Vincenzo Italiano terjungkal untuk kedua kalinya secara beruntun di partai final setelah kalah dengan skor tipis 1-2 atas The Hammers.
Seperti deja vu, La Viola bermain sama baiknya seperti laga melawan Inter di final Coppa Italia 2022/2023 beberapa pekan lalu. Namun, mereka harus mengubur mimpi dalam-dalam karena gagal menjuarai kedua kompetisi tersebut gara-gara skema serangan balik lawan yang gagal mereka antisipasi.
Meski Fiorentina tampil lebih dominan, The Irons mampu unggul lebih dahulu pada menit 62 setelah Cristiano Biraghi melakukan handball di dalam kotak penalti. Said Benrahma yang jadi eksekutor berhasil menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik.
Tak berselang lama, tepatnya pada menit 67, Giacomo Bonaventura mampu membawa Fiorentina mengejar ketertinggalan setelah melesatkan gol apik yang gagal diantisipasi Alphonse Areola.
Menjelang berakhirnya pertandingan, Fiorentina terus berusaha mencari celah untuk mencetak gol. Nahasnya, malahan mereka yang harus dihukum lewat serangan balik yang diusung Lucas Paqueta dengan memberikan umpan terobosan terukur pada Jarrod Bowen yang mencetak gol kemenangan.
Dengan hasil tersebut, dapat dipastikan bahwa tim asal Tuscan ini tidak lolos ke kancah Eropa musim depan, dan harus menunggu serta melihat apakah Juventus dikeluarkan oleh UEFA, di mana mereka akan masuk ke Conference League sebagai tim di bawahnya di klasemen Serie A.
Seusai laga, Italiano berbicara kepada media. Pelatih berusia 45 tahun tersebut membeberkan penyebab kekalahan mereka kepada awak media.
Bagaimana komentar lengkap sang pelatih? Simak secara seksama penjelasan di bawah.
Akhir yang Tak Terduga

Kepada media Sky Sport Italia, bos La Viola tersebut sangat menyayangkan akhir yang kurang memuaskan di dua laga final terakhir mereka. Menurutnya, ini merupakan akhir yang sama sekali tak diharapkan.
"Kami kalah dalam dua laga Final yang kami mainkan dengan sangat baik, dan itu sangat disayangkan karena malam ini, sejujurnya, saya tidak dapat membayangkan laga berakhir seperti ini. Kami bermain, kami memiliki peluang, kami langsung menyamakan kedudukan setelah sebuah penalti yang seharusnya bisa membunuh kami. Sebaliknya, kami bereaksi, bisa saja memimpin melalui Mandragora," ujar Italiano.
Terkait Insiden Gol Kedua

Italiano juga menyinggung terkait gol kedua The Irons yang terjadi berkat kesalahan Igor, yang membiarkan Bowen berada di posisi onside. Selain itu, Italiano juga menilai bahwa Igor sama sekali tak berusaha mengejar winger asal Inggris tersebut, yang membuatnya berhasil melesatkan gol krusial di menit akhir.
"Kemudian dengan adanya pantulan di lini tengah, kami seharusnya memberi diri kami beberapa meter kelonggaran. Itu akan memungkinkan kami untuk mencapai perpanjangan waktu, ketika saya pikir kami mungkin memiliki beberapa keuntungan. Saya sedih karena para pemain terlihat putus asa, dan kalah di dua final sungguh menyakitkan," ucapnya kecewa.
“Kami dikalahkan oleh penalti yang lemah dan gol yang seharusnya bisa dihindari.”
"Kedua bek tengah harus mendapatkan keunggulan atas lawan. Igor baru saja masuk. Ia masih segar, ia bisa berlari jauh, jauh lebih cepat daripada Ranieri, yang sudah kelelahan saat keluar. Saya menjelaskan kepadanya bahwa ia bisa melakukan jauh lebih baik dalam situasi tersebut. Hanya itu yang terjadi. Jika kami lebih fokus, kami akan melaju ke babak perpanjangan waktu,” tuturnya menyalahkan Igor.
"Kalah di dua Final adalah perasaan yang mengerikan, saya berharap tidak pernah mengalaminya, tetapi inilah kami," tutupnya dengan nada tegar.
Sumber: Football Italia, Sofascore
Penulis: Vieri Firdausy Akhlaq (penulis adalah peserta Magang Merdeka 2023)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Legenda Italia Ini Menilai West Ham Tak Layak Juara UEFA Conference League
- Milenkovic Akui Fiorentina Tak Belajar dari Kesalahan usai Kalah dari West Ham
- Pelatih Legendaris Italia Ini Beri Saran Bagi Inter Milan Untuk Kalahkan Man City!
- Sabet UEFA Europa Conference League, Emerson Palmieri Jadi Pemain Pertama yang Juarai Semua Trofi Ko
- Selamat! West Ham Juara UEFA Europa Conference League 2022/2023
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
-
Liga Inggris 5 Juni 2026 12:08Jalan Buntu MU untuk Dapatkan Mateus Fernandes
-
Liga Italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
-
Liputan6 12 Juni 2026 20:34Mendagri Minta DKPP Cegah Pelanggaran Pemilu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























