
Nexify - Program Pertamina Soccer Stars (PSS) untuk anak usia 13-16 tahun kembali bergulir. Kali ini, diselenggarakan di 6 kota.
Khusus di Jakarta, diselenggarakan di Lapangan Pertamina, Simprug, Jakarta, pada 24-25 Mei. Untuk perdana di Jakarta, tercatat diikuti sebanyak 800 peserta dan dipimpin langsung salah satu pelatih dari Academy AC Milan, yaitu Mauro Arizzone dan tim pelatih dari Universitas Negeri Jakarta.
Dalam seleksi tersebut, akan dikumpulkan sebanyak 48 pemain muda berbakat dari 6 kota, dan akan dipilih 24 pemain terbaik. Mereka berhak mendapatkan beasiswa PSS berupa pendidikan formal dan sepak bola selama 3 tahun tanpa biaya apapun.
Kemudian nantinya, akan dipilih 4 pesepakbola terbaik yang lolos PSS untuk diajak ke Milan, Italy untuk mendapatkan coaching clinic sebagai hadiah utamanya pada Juni 2015 mendatang.
"Misi dan tujuan kami adalah memberikan program yang disukai masyarakat dan bisa berkesinambungan. Ini bukti bahwa program ini disukai, membludaknya peserta seleksi ini juga menjadi salah satu bukti," ujar Agus Mashud, brand manager Pertamina.
"Program ini juga sangat bagus karena mengkombinasikan program pendidikan dengan sepak bola. Semua anak-anak Indonesia yang nanti lolos, akan mendapatkan sekolah gratis sambil sekolah bola. Bukan hanya edukasi kita bekerjasama dengan Depdiknas, sampai gizi dan nutrisi pun kami perhatikan," tambah Agus.
Para peserta, wajib mengikuti seleksi berupa shooting, long passing, dan junggling. Seleksi serupa, juga bakal berlangsung di 5 kota lainnya pada pekan depan. Masing-masing yaitu Palembang, Balikpapan, Surabaya, Makassar dan Jayapura.
"ini adalah kompetisi yang bagus bagi Indonesia yang mempunyai para pemain berkualitas. Kami melihat kualitas pemain di usia muda yang bertalenta," tutur Arizzone.
Sosok pelatih asal Italia tersebut menilai, jika lebih baik dilakukan sejak usai yang lebih dini, yaitu sejak usia 6 tahun. Sehingga tidak menghambat perkembangan para pemain nantinya.
"Untuk pembinaan, sebaiknya dilakukan sejak usia 6 tahun. Karena targetnya untuk mencari pemain berkualitas dan mempunyai inteligensia. Konsep inilah yang sedang kita bina. Terlebih lagi, di Italia ada lebih dari 100 sekolah sepak bola yang melakukan kerjasama untuk mencari pemain. Kami mencari pemain terbaik dari seluruh italia untuk bermain di AC Milan junior," tuturnya. (esa/mac)
Khusus di Jakarta, diselenggarakan di Lapangan Pertamina, Simprug, Jakarta, pada 24-25 Mei. Untuk perdana di Jakarta, tercatat diikuti sebanyak 800 peserta dan dipimpin langsung salah satu pelatih dari Academy AC Milan, yaitu Mauro Arizzone dan tim pelatih dari Universitas Negeri Jakarta.
Dalam seleksi tersebut, akan dikumpulkan sebanyak 48 pemain muda berbakat dari 6 kota, dan akan dipilih 24 pemain terbaik. Mereka berhak mendapatkan beasiswa PSS berupa pendidikan formal dan sepak bola selama 3 tahun tanpa biaya apapun.
Kemudian nantinya, akan dipilih 4 pesepakbola terbaik yang lolos PSS untuk diajak ke Milan, Italy untuk mendapatkan coaching clinic sebagai hadiah utamanya pada Juni 2015 mendatang.
"Misi dan tujuan kami adalah memberikan program yang disukai masyarakat dan bisa berkesinambungan. Ini bukti bahwa program ini disukai, membludaknya peserta seleksi ini juga menjadi salah satu bukti," ujar Agus Mashud, brand manager Pertamina.
"Program ini juga sangat bagus karena mengkombinasikan program pendidikan dengan sepak bola. Semua anak-anak Indonesia yang nanti lolos, akan mendapatkan sekolah gratis sambil sekolah bola. Bukan hanya edukasi kita bekerjasama dengan Depdiknas, sampai gizi dan nutrisi pun kami perhatikan," tambah Agus.
Para peserta, wajib mengikuti seleksi berupa shooting, long passing, dan junggling. Seleksi serupa, juga bakal berlangsung di 5 kota lainnya pada pekan depan. Masing-masing yaitu Palembang, Balikpapan, Surabaya, Makassar dan Jayapura.
"ini adalah kompetisi yang bagus bagi Indonesia yang mempunyai para pemain berkualitas. Kami melihat kualitas pemain di usia muda yang bertalenta," tutur Arizzone.
Sosok pelatih asal Italia tersebut menilai, jika lebih baik dilakukan sejak usai yang lebih dini, yaitu sejak usia 6 tahun. Sehingga tidak menghambat perkembangan para pemain nantinya.
"Untuk pembinaan, sebaiknya dilakukan sejak usia 6 tahun. Karena targetnya untuk mencari pemain berkualitas dan mempunyai inteligensia. Konsep inilah yang sedang kita bina. Terlebih lagi, di Italia ada lebih dari 100 sekolah sepak bola yang melakukan kerjasama untuk mencari pemain. Kami mencari pemain terbaik dari seluruh italia untuk bermain di AC Milan junior," tuturnya. (esa/mac)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 8 Juni 2014 21:46PSS Wilayah Papua Telah Rampungkan Seleksi
-
Bola Indonesia 2 Juni 2014 11:11Soal Tambaksari, Dispora Surabaya Dianggap Tak Konsisten
-
Bolatainment 28 Mei 2014 15:24PSS Kirim Empat Anak ke Akademi AC Milan
-
Bolatainment 24 Mei 2014 17:40PSS Kembali Jaring Pemain Menuju AC Milan
-
Bola Indonesia 17 November 2013 18:51Liga Pertamina U-16 Musim Depan Dipastikan Tambah Peserta
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 09:48Gratis Masuk Ragunan Saat HUT Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Liputan6 15 Juni 2026 07:04Celurit di Tangan Pelajar Jakarta, Kasus Palmerah dan Koja
-
Liputan6 15 Juni 2026 06:03Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG
-
Liputan6 15 Juni 2026 05:00Saling Berbalas Gol, Belanda Sama Kuat dengan Jepang
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























