
Nexify - Chelsea sukses meraih satu tiket tersisa ke Final Liga Champions 2020/2021. The Blues -julukan Chelsea- memastikan langkah mereka setelah menyingkirkan Real Madrid di semifinal dengan agregat kemenangan 3-1.
Setelah menahan imbang 1-1 Madrid pada laga leg pertama, Chelsea meraih kemenangan pada leg kedua yang dihelat di kandang mereka. Dalam laga yang dihelat di Stamford Bridge London, Kamis (06/05) dini hari WIB tersebut, Chelsea meraih kemenangan 2-0, melalui gol-gol Timo Werner dan Kai Havertz.
Sukses Chelsea pada meraih kemenangan pada laga leg kedua ini bukanlah sebuah kejutan. Secara statistik, kemenangan ini merupakan gambaran dari keunggulan Chelsea dan kelemahan Madrid pada leg pertama lalu.
Apa saja hal-hal yang menjadi keunggulan Madrid dan kelemahan Chelsea pada laga leg kedua tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Dominasi yang Sia-Sia
Pada laga leg kedua kontra Chelsea, Madrid kembali mendominasi penguasaan bola. Kali ini angkanya sangat spektakuler. Laman Whoscored mencatat bahwa Madrid menguasai 67,7% aliran bola pada laga kontra Chelsea. Dominasi Madrid dalam penguasaan bola ini sama dengan pada leg pertama ketika mereka menguasai 50,8% aliran bola.
Namun, lagi-lagi masih seperti pada pertemuan pertama, Madrid kembali gagal memanfaatkan penguasaan bola mereka. Skuad Zinedine Zidane ini hanya mampu melepas tujuh tembakan. Sementara, Chelsea, yang inferior dalam penguasaan bola, justru mampu melepas 15 tembakan.
Kualitas Peluang Rendah
Tak hanya soal kuantitas, urusan kualitas peluang pun Madrid boncos. Kualitas peluang mereka pada laga ini bisa dikatakan sangat minim.
Laman Infogol menyebut bahwa pada laga ini Madrid hanya memiliki nilai expected goals (xG) sebesar 0,48. Nilai xG terbesar mereka pada laga ini datang dari peluang Karim Benzema pada menit 36, yang memiliki nilai xG sebesar 0,3.
Kontras dengan Madrid, pada laga ini, Chelsea memiliki nilai xG sebesar 3,69. Peluang Chelsea dengan nilai xG terbaik pada laga ini dimiliki Kai Havertz. Peluang yang terjadi pada menit ke-77 ini memiliki nilai xG sebesar 0,7.
Lini Belakang Rapuh
Rendahnya nilai xG Madrid tampak dari zona di mana peluang-peluang mereka ciptakan. Para penggawa Los Blancos lebih banyak melepas sepakan jarak jauh untuk mengancam gawang The Blues dibanding sepakan dari dalam kotak penalti.
Dari tujuh peluang yang dimiliki Madrid, hanya dua peluang yang diciptakan di dalam kotak penalti Chelsea. Sisanya diciptakan dari luar kotak penalti.
Sementara, dari 15 peluang Chelsea, 13 di antaranya diciptakan dari dalam kotak penalti. Bahkan, tiga dari 13 peluang ini terjadi di petak enam yard.
Data ini juga menggambarkan kinerja para penggawa Madrid dan Chelsea dalam bertahan. Para penggawa Chelsea sukses mencegah Benzema dan kawan-kawan meneror kotak penalti mereka. Sementara, para penggawa Madrid bermurah hati membiarkan anak-anak asuh Thomas Tuchel berkeliaran dan menebar ancaman di kotak penalti mereka.
Terbantu Tumpulnya Chelsea
Beruntung bagi Madrid, pada laga ini, Chelsea tak terlalu bagus dalam memanfaatkan peluang. Tumpulnya Chelsea pada laga ini tampak dari lebih besarnya nilai xG mereka dibanding gol yang mereka cetak.
Ada sejumlah peluang emas yang gagal mereka manfaatkan, termasuk peluang Kai Havertz, pada menit ke-77.
Jika Chelsea lebih tajam pada laga ini, bukan tak mungkin Madrid bakal kalah dengan skor lebih besar lagi.
(Nexify/Dendy Gandakusumah)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 16 Juni 2026 15:18Kantor Bupati Sigi Rusak Akibat Gempa Palu
-
Liputan6 16 Juni 2026 15:05Xbox Tutup Ninja Theory, Nasib Dua Studio Game Ikonik di Ujung Tanduk
-
Liputan6 16 Juni 2026 14:40Wagub Sulteng Sebut Ada Warga Jatuh dari Tangga saat Evakuasi Gempa Palu
-
Liputan6 16 Juni 2026 14:12Gempa M 6,7 Palu, BMKG Ungkap Pemicunya Aktivitas Sesar Sausu
-
Liputan6 16 Juni 2026 13:57Gempa Palu, Getaran Terasa Hingga 8 Kabupaten di Sulawesi Tengah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























