
Nexify - Pierre Kalulu menegaskan Juventus tidak bisa menyalahkan alasan apapun setelah kalah 5-2 dari Galatasaray. Kekalahan ini membuat tim menghadapi pekerjaan berat menjelang leg kedua Playoff Liga Champions pada 25 Februari.
Juventus sempat unggul 2-1 di babak pertama berkat dua gol Teun Koopmeiners setelah sempat tertinggal dari gol Gabriel Sara. Babak pertama menunjukkan Bianconeri mampu mengendalikan jalannya pertandingan meski ada beberapa pemain yang cedera.
Memasuki babak kedua, performa Juventus menurun drastis. Juan Cabal masuk menggantikan Andrea Cambiaso, namun melakukan kesalahan penting yang membuat tim kebobolan dan kemudian menerima kartu merah.
Galatasaray menambah gol di babak kedua melalui Noa Lang dua kali, serta Davinson Sanchez dan Sacha Boey. Kekalahan ini membuat Juventus harus bekerja keras untuk membalikkan keadaan pada leg kedua.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Kalulu Soroti Babak Kedua yang Mengecewakan

Kalulu menyoroti penampilan Juventus di babak kedua sebagai masalah utama kekalahan ini. Ia menekankan bahwa tim tidak bisa hanya menyalahkan kartu merah atau faktor eksternal.
Meskipun tertinggal jumlah pemain, Kalulu menegaskan Juventus seharusnya mampu membatasi peluang lawan. Ia ingin segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan berikutnya.
“Gol terus datang dari kesalahan kami sendiri, tapi hal paling sulit diterima adalah performa babak kedua secara keseluruhan,” ujar Pierre Kalulu kepada Sky Sport Italia.
“Meski dengan kartu merah, kami seharusnya tidak membiarkan semua peluang itu terjadi. Kami perlu mencari tahu apa yang terjadi malam ini, tapi itu sudah lewat dan dalam sepak bola kita harus cepat move on ke pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Cedera dan Absennya Pemain Kunci

Kalulu juga menyoroti absennya beberapa pemain penting yang memengaruhi performa tim. Gleison Bremer bahkan harus keluar di babak pertama karena cedera, sementara Jonathan David, Emil Holm, dan Dusan Vlahovic juga absen.
Beberapa pihak mempertanyakan apakah kepenatan akibat jadwal padat menjadi penyebab kekalahan. Kalulu menegaskan bahwa faktor kelelahan tidak bisa dijadikan alasan dalam pertandingan Liga Champions.
“Tidak, Anda tidak bisa bersembunyi di balik kelelahan ketika menghadapi pertandingan Liga Champions. Begitulah jalannya malam ini, sangat sulit menentukan apa yang salah, tapi kami harus tetap mengangkat kepala dan tampil lebih baik ke depannya,” jelas Pierre Kalulu.
“Kami harus segera fokus pada pertandingan berikutnya dan memastikan kesalahan serupa tidak terulang,” tambahnya.
Hasil dan Jadwal Liga Champions

Rabu, 18 Februari 2026
00.45 WIB: Galatasaray 5-2 Juventus
03.00 WIB: Borussia Dortmund 2-0 Atalanta
03.00 WIB: AS Monaco 2-3 Paris Saint-Germain
03.00 WIB: Benfica 0-1 Real Madrid
Kamis, 19 Februari 2026
00.45 WIB: Qarabag Vs Newcastle United
03.00 WIB: Olympiakos Vs Bayer Leverkusen
03.00 WIB: Bodo/Glimt Vs Inter Milan
03.00 WIB: Club Brugge Vs Atletico Madrid
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























