AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic

AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
Pelatih AC Milan Ruben Amorim memimpin sesi latihan di markas AC Milan di Carnago, Italia, Senin, 13 Juli 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Nexify - AC Milan memetik pelajaran penting dari laga pramusim pertama saat bermain imbang 2-2 melawan Celtic. Hasil pertandingan memang bukan prioritas utama, tetapi performa tim memperlihatkan dua sektor yang masih membutuhkan tambahan pemain.

AC Milan sempat tertinggal dua gol sebelum Francesco Camarda menyelamatkan tim lewat dua gol pada babak kedua. Penyerang muda itu mencetak gol melalui penalti yang ia menangkan sendiri, lalu menggandakan koleksi golnya setelah menerima umpan Samuel Chukwueze.

Laga di Glasgow berlangsung dengan komposisi skuad yang belum ideal karena sejumlah pemain inti di lini tengah dan depan belum tampil. Meski begitu, pertandingan tersebut memberikan gambaran mengenai kebutuhan tim racikan Ruben Amorim menjelang musim baru.

Bek Tengah Baru Jadi Prioritas

Sistem tiga bek yang diterapkan Amorim membutuhkan bek tengah dengan kecepatan dan kemampuan distribusi bola yang baik. Kebutuhan itu terlihat jelas sepanjang pertandingan melawan Celtic.

Mario Gila dinilai memiliki karakter yang sesuai meski masih terkendala kondisi fisik. Sementara itu, Matteo Gabbia dan Strahinja Pavlovic beberapa kali kesulitan saat membangun serangan dari belakang serta terlambat melakukan pemulihan ketika garis pertahanan bermain tinggi.

Situasi tersebut membuat AC Milan membutuhkan tambahan satu bek tengah yang cepat dan nyaman menguasai bola. Kehadiran pemain dengan karakter tersebut akan membantu tim menjalankan strategi menekan lawan lebih efektif.

Gelandang Serang Berkaki Kiri Masih Dibutuhkan

Selain sektor pertahanan, posisi gelandang serang juga masih menjadi perhatian. Amorim menginginkan kreator serangan berkaki kiri yang mampu memberi variasi dalam pola permainan.

Kebutuhan itu semakin terasa karena Christian Pulisic dan Christopher Nkunku masih menjalani proses pemulihan cedera. Kondisi tersebut membuat opsi di lini depan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pelatih.

AC Milan tidak harus mengejar pemain berstatus bintang untuk mengisi posisi tersebut. Yang lebih penting, pemain baru memiliki karakter permainan yang sesuai dengan sistem Amorim agar proses adaptasi berjalan lebih cepat.

Hasil imbang melawan Celtic belum bisa dijadikan tolok ukur kekuatan AC Milan secara keseluruhan. Namun, pertandingan itu cukup memberikan petunjuk bahwa tambahan bek tengah dan gelandang serang menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan sebelum musim kompetisi dimulai.

Sumber: Sempre Milan