
Nexify - Manajer PSG, Luis Enrique, menegaskan timnya datang ke final Liga Champions dengan ambisi besar untuk mempertahankan gelar. Menjelang duel melawan Arsenal di Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB, pelatih asal Spanyol itu bahkan menilai motivasi PSG lebih kuat dibanding keinginan lawannya untuk mencetak sejarah baru.
PSG berpeluang menjadi tim kedua di era modern yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun setelah Real Madrid. Keyakinan itu semakin kuat setelah musim lalu mereka sukses menjuarai kompetisi ini dengan kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di final.
Sementara itu, Arsenal kembali mencapai partai puncak Liga Champions untuk kedua kalinya dalam sejarah klub. Tim asuhan Mikel Arteta juga datang dengan catatan impresif setelah belum terkalahkan dan hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan musim ini.
Final kali ini diperkirakan menghadirkan duel menarik antara lini serang tajam PSG dan pertahanan solid Arsenal. Di tengah persiapan menuju laga penentuan, Luis Enrique pun membeberkan pandangannya mengenai kekuatan kedua tim.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Ambisi Besar Mengukir Sejarah Baru Eropa

Luis Enrique mengakui bahwa peluang meraih gelar Liga Champions pertama tentu menjadi sumber motivasi besar bagi Arsenal. Namun menurutnya, mempertahankan status sebagai juara bertahan menghadirkan tantangan sekaligus dorongan yang lebih besar.
Ia menegaskan PSG tidak hanya ingin mempertahankan trofi, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa. Itulah target yang kini menjadi fokus seluruh tim.
"Ya, itu memang motivasi yang kuat. Tetapi mencoba memenangkan Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun adalah sesuatu yang lebih besar," ujar Luis Enrique.
"Kami sudah tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tim terbaik di dunia dan di Eropa. Itulah yang ingin kami lakukan lagi besok. Masa depan PSG adalah memenangkan pertandingan besok dan membawa pulang satu trofi penting lagi. Itulah tujuan kami," lanjutnya.
Pujian Enrique untuk Konsistensi Arsenal

Meski percaya diri dengan peluang timnya, Luis Enrique tetap memberikan pujian kepada Arsenal. Ia menilai pencapaian The Gunners musim ini merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten dalam jangka panjang.
Menurut Enrique, keberhasilan Arsenal mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun tidak datang secara kebetulan. Peran Mikel Arteta yang sudah menangani tim selama enam setengah tahun menjadi salah satu faktor penting di balik perkembangan mereka.
"Saya tidak terkejut, terutama melihat apa yang mereka lakukan musim ini. Mereka sangat layak memenangkan Premier League. Mereka adalah tim terbaik dan paling konsisten. Tidak selalu mudah ketika Manchester City terus menekan mereka, tetapi mereka pantas menjadi juara. Arteta sudah berada di sana selama enam setengah tahun, jadi dia memahami timnya luar dalam," puji Luis Enrique.
"Saya tidak berpikir ada tim yang lebih diunggulkan, dan saya jujur mengatakan itu. Pertandingan ini akan sangat ketat. Kami harus memberikan segalanya, tetapi juga menikmati 90 menit tersebut. Tekanan selalu ada, namun yang terpenting adalah bagaimana mengelola stres itu," tambahnya.
Amunisi Tambahan dan Kesiapan Ousmane Dembele
PSG juga mendapat kabar baik menjelang final. Achraf Hakimi, Nuno Mendes, dan Ousmane Dembele telah pulih dan siap memperkuat tim dalam pertandingan terpenting musim ini.
Kehadiran Dembele menjadi tambahan penting bagi lini serang PSG. Pemain berusia 29 tahun itu sempat mengalami masalah pada paha saat tampil di kompetisi domestik pada pertengahan Mei, tetapi kini sudah kembali dalam kondisi terbaik.
"Saya tidak khawatir akan melewatkan final. Saya berhenti bermain saat mulai merasakan gangguan pada otot, dan saya punya waktu 10 hingga 15 hari untuk memulihkan kondisi," ungkap Ousmane Dembele.
"Saya 100 persen siap bermain. Kami sudah menunggu, mempersiapkan diri, dan berharap semuanya berjalan baik besok," tegas penyerang timnas Prancis itu.
Final di Budapest akan menjadi ujian terakhir bagi PSG dalam upaya mempertahankan gelar Liga Champions. Kini tinggal satu pertandingan yang menentukan apakah trofi itu tetap berada di Paris atau berpindah ke tangan Arsenal.
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
-
Liga Italia 10 Juni 2026 12:37Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 19:15Tempat Menonton Kanada vs Bosnia dan Herzegovia: Kick Off Jam Berapa?
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 18:45Estadio Azteca Memang Rumahnya Piala Dunia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 19:16Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:51Polisi Tangkap 2 Pria Bawa Molotov Saat Demo Mahasiswa
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:30Deretan Hoaks yang Mencatut Presiden, dari Prabowo sampai Putin
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:16Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Maut di Tempat Hiburan Grogol
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:05Sempat Bentrok, Demo BEM UI dan KM IPB Suarakan 5 Tuntutan
-
Liputan6 12 Juni 2026 17:38Maling di Mojokerto Tinggalkan Surat, Janji Ganti Uang Usai Gajian
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























