Estadio Azteca Memang Rumahnya Piala Dunia

Estadio Azteca Memang Rumahnya Piala Dunia
Pemandangan Estadio Azteca menjelang pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan 12 Juni 2026 (c) AP Photo/Antonio Felix

Nexify - Piala Dunia 2026 akhirnya resmi dimulai, dan Estadio Azteca kembali menjadi pusat perhatian dunia. Stadion legendaris di Mexico City itu menghadirkan kombinasi antara sejarah, emosi, dan gairah sepak bola yang sulit ditemukan di tempat lain.

Sejak jauh sebelum sepak mula, kawasan sekitar stadion sudah dipenuhi puluhan ribu suporter. Antusiasme yang mengiringi pertandingan pembuka menciptakan suasana yang terasa lebih seperti perayaan nasional daripada sekadar laga sepak bola.

Ketika tim nasional Meksiko turun ke lapangan untuk memulai perjalanan mereka di turnamen ini, atmosfer yang tercipta seolah menjadi pengingat mengapa Azteca memiliki tempat istimewa dalam sejarah Piala Dunia.

Azteca Bergemuruh Sejak Menit Awal

Azteca Bergemuruh Sejak Menit Awal

Para penampil memeriahkan opening ceremony Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Natacha Pisarenko

Baru tujuh menit pertandingan berjalan ketika puluhan ribu suara di dalam stadion menyatu menyanyikan Cielito Lindo, lagu yang selama bertahun-tahun menjadi semacam anthem tidak resmi tim nasional Meksiko.

Lagu itu menggema di seluruh sudut Azteca, membawa campuran nostalgia, harapan, dan ketegangan yang menyertai laga pembuka Piala Dunia. Suasananya semakin sempurna ketika Julian Quinones mencetak gol pembuka hanya beberapa detik setelah nyanyian tersebut bergema.

Gol itu memicu ledakan kegembiraan di tribun. Bir beterbangan dari barisan belakang, sementara sombrero karton yang dibagikan sebelum pertandingan berubah menjadi benda yang melayang ke segala arah.

Momen tersebut menjadi pelepasan emosi setelah penantian panjang. Kekhawatiran bahwa pesta besar pembukaan bisa kehilangan momentumnya seketika menghilang ketika Azteca berubah menjadi lautan perayaan.

Perayaan Besar yang Dimulai Jauh Sebelum Kick-off

Perayaan Besar yang Dimulai Jauh Sebelum Kick-off

Opening ceremony Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Keramaian sebenarnya sudah dimulai berjam-jam sebelum pertandingan berlangsung. Lima jam sebelum kick-off, jalanan di sekitar stadion telah dipenuhi suporter yang datang lebih awal untuk menikmati suasana.

Kemacetan khas Mexico City membuat banyak orang memilih datang sejak siang hari. Mereka memanfaatkan waktu untuk bernyanyi, berfoto, dan merayakan momen yang telah lama ditunggu.

Di sepanjang jalan menuju stadion, para pendukung disambut kelompok mariachi, penjual kaki lima, mural warna-warni, serta berbagai atraksi dadakan. Ada yang mengenakan kostum pegulat Lucha Libre, ada pula yang tampil sebagai prajurit Maya atau tengkorak khas perayaan Meksiko.

Pemandangan itu menciptakan festival budaya yang melengkapi pesta sepak bola. Sulit membayangkan venue lain di Piala Dunia mampu menghadirkan pengalaman jalanan yang serupa.

Stadion Bersejarah yang Kembali Menulis Cerita

Di dalam stadion, nuansa sejarah terasa begitu kuat. Meski telah mengalami berbagai renovasi sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 1970 dan 1986, karakter asli Azteca masih tetap terjaga.

Struktur luar yang ikonik dan tribun raksasanya masih menghadirkan kesan megah yang sama seperti puluhan tahun lalu. Stadion ini menyimpan begitu banyak kenangan sepak bola dunia, mulai dari era Pele hingga Diego Maradona.

Nama-nama seperti Manuel Negrete dan Hugo Sanchez juga menjadi bagian penting dari narasi yang mengiringi Piala Dunia tahun ini. Pelatih Meksiko saat ini, Javier Aguirre, bahkan merupakan bagian dari skuad negaranya pada edisi 1986.

Meski begitu, kesempatan Azteca untuk kembali menjadi panggung utama cukup terbatas. Stadion ini hanya akan menggelar lima pertandingan sebelum turnamen berlanjut sepenuhnya ke Amerika Serikat pada fase perempat final.