
Nexify - Noni Madueke langsung mengirim pesan tegas kepada Bayer Leverkusen setelah membantu Arsenal meraih hasil imbang di Jerman, Kamis (12/3/2026) dini hari tadi. Winger muda Inggris itu kini menantikan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di London Utara dengan penuh antusias.
Madueke menjadi pembeda lewat aksi individunya yang memaksa pelanggaran di kotak penalti. Momen tersebut berujung gol penyeimbang Arsenal dan menjaga peluang Meriam London untuk melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa.
Kini fokusnya tertuju pada leg kedua di Emirates Stadium. Ia yakin dukungan suporter akan menjadi energi tambahan bagi Arsenal untuk menyingkirkan wakil Bundesliga tersebut.
Laga penentuan ini juga akan menjadi ujian kedalaman skuad racikan Mikel Arteta. Madueke percaya timnya memiliki mentalitas kuat untuk mengamankan tiket ke perempat final.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Senjata Berbahaya dari Bangku Cadangan

Masuk pada menit ke-60, Madueke segera memberi tekanan pada lini belakang Leverkusen. Menjelang akhir laga, penetrasinya memaksa Malik Tillman melakukan pelanggaran di kotak penalti.
Keputusan penalti sempat tertunda karena pengecekan VAR. Meski demikian, Madueke mengaku percaya pada instingnya saat melakukan penetrasi tersebut.
“Entah saya memulai pertandingan atau masuk dari bangku cadangan, saya merasa kemampuan saya unik,” ujar Madueke.
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha memainkan gaya permainannya sendiri untuk membantu tim. Madueke merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari skuad Arsenal yang penuh talenta saat ini.
“Saya hanya mengambil bola dan mengikuti insting saya untuk maju, jadi saya melakukannya,” jelasnya.
Kedalaman Skuad Jadi Kekuatan Arsenal

Penalti yang kemudian dikonversi Kai Havertz menegaskan pentingnya peran pemain pengganti. Madueke pun memuji ketenangan Havertz saat mengeksekusi penalti di bawah tekanan suporter tuan rumah.
Menurutnya, persaingan internal di Arsenal justru membuat tim semakin kuat. Siapa pun yang mendapat kesempatan bermain selalu siap memberikan dampak.
“Kai adalah pemain berkelas. Semua orang tahu kualitasnya dan kekuatan kedalaman skuad kami,” kata Madueke.
Ia menilai hal itu menjadi salah satu alasan Arsenal tampil kompetitif di fase gugur musim ini.
“Baik sebagai starter maupun pemain pengganti, selalu ada kesempatan untuk memberi dampak,” tambahnya.
Menunggu Neraka Emirates Stadium
Meski gagal menang, suasana ruang ganti Arsenal di BayArena tetap tenang. Tim merasa hasil 1-1 cukup positif untuk dibawa pulang ke London.
Madueke bahkan sangat antusias menantikan pengalaman pertama bermain di laga gugur Eropa di Emirates Stadium.
“Saya tidak sabar. Saya tahu atmosfer Emirates akan luar biasa,” ujarnya.
Ia pun berharap para pendukung Arsenal memenuhi stadion dan memberikan tekanan besar bagi Leverkusen.
“Kami akan membutuhkan dukungan mereka, dan kami yakin bisa menyelesaikan pekerjaan ini,” pungkas Madueke.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 16 Juni 2026 10:33Man of the Match Iran vs Selandia Baru: Ramin Rezaeian
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 16 Juni 2026 15:05Xbox Tutup Ninja Theory, Nasib Dua Studio Game Ikonik di Ujung Tanduk
-
Liputan6 16 Juni 2026 14:40Wagub Sulteng Sebut Ada Warga Jatuh dari Tangga saat Evakuasi Gempa Palu
-
Liputan6 16 Juni 2026 14:12Gempa M 6,7 Palu, BMKG Ungkap Pemicunya Aktivitas Sesar Sausu
-
Liputan6 16 Juni 2026 13:57Gempa Palu, Getaran Terasa Hingga 8 Kabupaten di Sulawesi Tengah
-
Liputan6 16 Juni 2026 13:50Gempa Palu, BNPB Gerak Cepat Petakan Kerusakan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























