
Nexify - Kekalahan Arsenal dari PSGdi final Liga Champions 2025/2026 masih menyisakan berbagai perdebatan. Selain drama adu penalti yang menentukan juara, sejumlah keputusan wasit juga menjadi bahan pembicaraan setelah pertandingan berakhir.
Arsenal akhirnya harus mengubur impian meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah kalah adu penalti dari PSG. Laga di Budapest berakhir imbang 1-1 sebelum wakil Prancis itu memastikan kemenangan melalui babak adu penalti (4-3).
Mantan gelandang Arsenal, Samir Nasri, menjadi salah satu sosok yang menyoroti jalannya pertandingan. Ia menilai tim asuhan Mikel Arteta tidak mendapatkan perlakuan yang menguntungkan dari perangkat pertandingan pada babak kedua.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Nasri Sebut Arsenal Seperti Dihukum Wasit

Menurut Nasri, perubahan sikap wasit mulai terlihat setelah jeda pertandingan. Ia menduga tindakan Arsenal yang kerap memperlambat tempo permainan pada babak pertama memengaruhi cara pertandingan dipimpin setelah turun minum.
"Dalam babak kedua, wasit secara sistematis meniup pelanggaran yang merugikan Arsenal. Dia menghukum mereka karena membuang-buang waktu pada babak pertama," kata Nasri.
Arsenal memang sempat unggul cepat melalui gol Kai Havertz pada menit keenam. Setelah itu, The Gunners lebih banyak bertahan dan berusaha meredam permainan PSG dengan organisasi pertahanan yang disiplin.
Nasri menilai strategi tersebut efektif untuk mengganggu ritme sang juara bertahan. Namun, ia menganggap pendekatan itu justru berdampak negatif terhadap bagaimana pertandingan kemudian dipimpin oleh wasit.
Komentar Nasri Soal Penalti Madueke dan Pujian untuk Luis Enrique

Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada babak perpanjangan waktu ketika Noni Madueke terjatuh di kotak penalti setelah mendapat tekanan dari Nuno Mendes. Arsenal sempat meminta penalti, tetapi wasit memilih melanjutkan permainan.
Meski sebelumnya mengkritik kepemimpinan wasit, Nasri tidak sepenuhnya menyalahkan keputusan tersebut. Menurutnya, insiden itu berada dalam area abu-abu yang terbuka untuk berbagai interpretasi.
"Jika dia meniup penalti, saya kira VAR tidak akan membatalkannya. Tetapi fakta bahwa dia tidak meniup penalti juga bukan sebuah skandal," ujar Nasri.
Apresiasi untuk Luis Enrique dan PSG
Di sisi lain, mantan pemain timnas Prancis itu memberikan apresiasi kepada Luis Enrique. Nasri menilai pelatih PSG tetap tenang meski timnya tertinggal lebih dahulu akibat gol cepat Havertz.
"Dia tidak akan pernah mengambil risiko yang tidak diperhitungkan. Sejak menemukan formula yang tepat, semuanya terkendali. Dia selalu memiliki rencana untuk mengecoh pelatih lawan," kata Nasri.
PSG akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembele pada babak kedua sebelum memastikan gelar Liga Champions kedua secara beruntun lewat adu penalti.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 16 Juni 2026 15:18Kantor Bupati Sigi Rusak Akibat Gempa Palu
-
Liputan6 16 Juni 2026 15:05Xbox Tutup Ninja Theory, Nasib Dua Studio Game Ikonik di Ujung Tanduk
-
Liputan6 16 Juni 2026 14:40Wagub Sulteng Sebut Ada Warga Jatuh dari Tangga saat Evakuasi Gempa Palu
-
Liputan6 16 Juni 2026 14:12Gempa M 6,7 Palu, BMKG Ungkap Pemicunya Aktivitas Sesar Sausu
-
Liputan6 16 Juni 2026 13:57Gempa Palu, Getaran Terasa Hingga 8 Kabupaten di Sulawesi Tengah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...






















