5 Catatan Debut Shin Tae-yong di Persija Jakarta: Kurang-kurangi Emosinya!

5 Catatan Debut Shin Tae-yong di Persija Jakarta: Kurang-kurangi Emosinya!
Shin Tae-yong ketika melatih Persija Jakarta pada ajang Piala Presiden 2026 (c) Dok. Persija

Nexify - Shin Tae-yong menjalani debutnya bersama Persija Jakarta pada laga pramusim Piala Presiden 2026 lawan Persebaya Surabaya. Secara permainan, Persija menunjukkan performa bagus dan tampil agresif pada hampir sebagian besar laga.

Laga Persija lawan Persebaya dimainkan di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada duel hari Minggu (26/7) malam WIB, Macan Kemayoran menelan kekalahan dengan skor 1-0 lewat gol yang tercipta dari kesalahan umpan Radovan Pankov.

Duel lawan Persebaya punya arti spesial dan dinanti banyak fans Persija. Ini bukan laga biasa karena menjadi debut Shin Tae-yong sebagai pelatih. Laga ini sangat dinanti karena latar belakang Shin Tae-yong saat melatih Timnas Indonesia.

Meskipun berstatus laga pramusim, duel lawan Persebaya berjalan dengan tensi tinggi dan serius. Secara teknis maupun taktik, ada beberapa catatan untuk Shin Tae-yong setelah menjalani debutnya di Persija.

Kesempatan Bagi Pemain Muda

Kesempatan Bagi Pemain Muda

Suasana sesi latihan Persija Jakarta jelang musim 2026/2027 (c) Dok. Persija Jakarta

Shin Tae-yong membuat banyak kejutan dalam memilih starting XI saat Persija berjumpa Persebaya. Sebab, dia berani memainkan banyak pemain muda sejak menit awal di laga yang cukup penting.

Figo Dennis, 20 tahun, yang musim lalu dipinjamkan ke PSS Sleman, dimainkan sejak menit awal. Shin Tae-yong juga memainkan Agi Firmansyah, 21 tahun, untuk mengisi pos winger kanan.

Kepercayaan Shin Tae-yong untuk kedua pemain itu bisa dimaknai berbeda. Sebab, dengan mewahnya skuad Persija, yang sudah melengkapi kuota 11 pemain asing, Shin Tae-yong masih memberi ruang bagi pemain muda.

Permainan Agresif Persija

Permainan Agresif Persija

Shin Tae-yong mengawasi sesi latihan Persija Jakarta (c) Dok. Persija Jakarta

Shin Tae-yong acap kali mendapat stigma sebagai pelatih dengan gaya pragmatis saat melatih Timnas Indonesia. Stigma itu melekat menyusul cara bermain Skuad Garuda di bawah kendalinya pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.

Namun, pada duel lawan Persebaya, Shin Tae-yong menampilkan Persija dengan wajah yang berbeda dari stigma itu. Persija tampil agresif, menyerang, dan dominan secara penguasaan bola.

Persija bermain menyerang dengan sirkulasi bola yang bagus. Persija juga menunjukkan struktur bertahan yang bagus. Hanya saja, mereka belum menemukan skema ideal untuk mencetak gol.

Kekuatan Set-piece Belum Muncul

Kekuatan Set-piece Belum Muncul

Pratama Arhan bergabung dengan Persija Jakarta pada awal musim 2026/2027 (c) Dok. Persija

Shin Tae-yong juga dikenal sebagai sosok pelatih yang berorientasi pada detail di Timnas Indonesia. Pria asal Korea Selatan itu acap kali memberikan instruksi dan menyiapkan skema khusus pada momen-momen tertentu.

Hal tersebut belum benar-benar terlihat pada laga lawan Persebaya. Persija belum menunjukkan skema khusus pada situasi bola mati. Situasi lemparan ke dalam Pratama Arhan juga belum disertai pola dan gerakan spesifik.

Kondisi tersebut bisa dimaklumi. Sebab, Shin Tae-yong belum lama menyiapkan tim. Persiapan Persija hanya satu minggu. Shin Tae-yong mungkin belum punya sesi khusus membahas taktik dengan para pemain untuk menjelaskan rencananya.

Shin Tae-yong Harus Tahan Emosi

Shin Tae-yong Harus Tahan Emosi

Shin Tae-yong ketika mewakili Persija Jakarta pada sesi jumpa pers jelang laga Piala Presiden 2026 (c) Dok. Piala Presiden 2026

Shin Tae-yong mendapat kartu kuning pada menit 90+6. Dia menerima peringatan dari wasit Thoriq Alkatiri karena protes keras usai gol Denis Kolinger dianulir wasit karena offside.

Shin Tae-yong bahkan tertangkap kamera masih emosional setelah menerima kartu kuning. Dia protes cukup keras kepada asisten wasit. Untungnya, tidak ada tambahan peringatan dari wasit dan laga segera usai.

Di Super League 2026/2027 nanti, Shin Tae-yong harus mengurangi momen-momen emosional seperti itu. Dia mungkin akan menjumpai beberapa momen menjengkelkan, akan tetapi harus menahan emosi dan agar tidak mendapat sanksi dan merugikan tim.

Bukan Kekuatan Persija Seutuhnya

Bukan Kekuatan Persija Seutuhnya

Aksi Rizky Ridho bersama Persija Jakarta pada laga BRI Super League 2025/2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Persija memang kalah dari Persebaya, akan tetapi performa mereka cukup menjanjikan. Persija tidak bermain buruk. Struktur dan cara bertahan maupun menyerang sudah mulai terlihat rapi.

Persija berpotensi menjadi tim yang lebih kuat setelah ini. Sebab, Persija belum tampil dengan kekuatan terbaik pada laga-laga Piala Presiden 2026 ini.

Persija belum bisa memainkan para pemain yang dipanggil ke Timnas Indonesia untuk ajang Piala AFF 2026. Rizky Ridho, Jordi Amat, Nadeo Argawinata, Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, dan Rayhan Hannan akan membuat Persija makin kuat.