
Nexify - Bernardo Tavares menegaskan Piala Presiden 2026 menjadi bagian penting dalam proses membangun Persebaya sebelum menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Turnamen pramusim dimanfaatkan untuk membentuk karakter permainan sekaligus memperkuat kekompakan skuad.
Persebaya datang ke turnamen dengan komposisi pemain yang mengalami sejumlah perubahan. Kondisi fisik para pemain juga dinilai belum mencapai level terbaik setelah masa persiapan yang relatif singkat.
Bajol Ijo tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC dari Thailand. Persebaya akan mengawali perjalanan mereka dengan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7).
Meski tetap mengincar kemenangan di setiap laga, Tavares menilai proses pembentukan tim menjadi prioritas utama. Menurutnya, setiap pertandingan pramusim merupakan kesempatan untuk menyempurnakan kesiapan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Piala Presiden Jadi Bagian Penting Persiapan Persebaya
Bernardo Tavares menilai Piala Presiden memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar hasil pertandingan. Ia ingin memanfaatkan turnamen tersebut untuk mempercepat perkembangan tim yang masih dalam tahap pembentukan.
"Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya," ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga menyadari kondisi fisik skuad belum sepenuhnya ideal. Karena itu, ia memilih bersikap realistis sambil terus meningkatkan kualitas permainan tim secara bertahap.
"Dengan aturan delapan pergantian pemain di Piala Presiden, besar kemungkinan kami akan memanfaatkannya. Kondisi fisik pemain saat ini memang belum sesuai dengan yang kami inginkan, sehingga rotasi menjadi hal yang penting selama turnamen," jelas Tavares.
Rotasi dan Adaptasi Pemain Menjadi Fokus
Padatnya jadwal pertandingan membuat tim pelatih harus mengatur beban pemain secara cermat sepanjang turnamen. Rotasi dipandang menjadi solusi agar seluruh pemain tetap berada dalam kondisi terbaik.
"Kami ingin melihat kemampuan seluruh pemain. Ada beberapa pemain yang baru pertama kali tampil di Indonesia sehingga mereka membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dengan rekan-rekannya. Itu menjadi bagian penting dari proses yang sedang kami jalani," tutur Tavares.
Selain menjaga kebugaran, Persebaya juga ingin mempercepat proses adaptasi para pemain anyar. Beberapa rekrutan baru masih membutuhkan waktu untuk memahami karakter permainan dan ritme sepak bola Indonesia.
"Target utama saya di Piala Presiden adalah melihat komitmen para pemain, terutama ketika tim kehilangan bola. Mereka harus aktif bergerak, memberikan dukungan kepada rekan setim, dan menjalankan transisi bertahan maupun menyerang dengan baik. Sepak bola bukan hanya soal apa yang dilakukan saat menguasai bola," kata Tavares.
Kesempatan Terbuka untuk Semua Pemain
Tavares menegaskan seluruh pemain memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan menit bermain selama mampu menunjukkan kualitas terbaik. Penilaian tersebut tidak dipengaruhi faktor usia maupun status pemain.
"Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan," ungkap Bernardo Tavares.
Keputusan memberi kesempatan kepada Dava Yunna berlatih dan tampil bersama tim utama menjadi bukti pendekatan tersebut. Tavares ingin setiap pemain berkembang melalui pengalaman bertanding secara langsung.
"Usia bukan faktor utama bagi saya. Saya bisa memainkan pemain berusia 35 tahun jika memang layak, begitu juga pemain berusia 16 atau 17 tahun. Dava mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama karena menunjukkan performa yang baik selama latihan. Itulah alasan dia diberi kesempatan bermain," tegas Tavares.
Fokus Terus Berkembang dari Laga ke Laga
Tavares berharap seluruh pemain, termasuk wajah-wajah baru seperti Diogo Ramalho, terus berkembang sepanjang turnamen. Ia menilai setiap pertandingan akan mempercepat proses adaptasi sekaligus memperkuat permainan kolektif Persebaya.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga mengingatkan bahwa keberhasilan di turnamen pramusim belum tentu menjadi jaminan sukses di kompetisi liga. Karena itu, ia memilih menempatkan perkembangan tim sebagai target utama.
"Sejarah memang menunjukkan bahwa juara Piala Presiden belum tentu menjadi juara liga. Namun, saya juga tidak percaya ada tim yang sengaja menolak untuk menang," ujar Tavares.
"Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini," tutup Tavares.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 24 Juli 2026 09:14Arema FC, Rajanya Piala Presiden
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
indonesia 24 Juli 2026 09:14Arema FC, Rajanya Piala Presiden
-
indonesia 23 Juli 2026 15:31Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
SOROT
-
Liputan6 24 Juli 2026 11:29Prabowo Buka Peluang Larangan Total Vape, Ini Pemicunya
-
Liputan6 24 Juli 2026 10:54Ribuan Orang Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi
-
Liputan6 24 Juli 2026 06:48Cak Imin Sebut Aksi Prabowo Selamatkan SDA Bukan Retorika
-
Liputan6 24 Juli 2026 06:00Kabar Bahagia Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























