
Nexify - Jamrawi merupakan salah satu sosok yang paling identik dengan persepakbolaan Indonesia di era 1980-an. Dikenal sebagai stoper tangguh bersama Niac Mitra, dia kemudian pindah ke Arema Malang.
Sebelum gabung Arema Malang (kini Arema FC), Jamrawi adalah pilar Niac Mitra yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia pada sejumlah turnamen internasional. Dalam channel youtube Omah Balbalan, Jamrawi mengungkap sepenggal cerita pilu di balik proses dirinya menjadi bagian dari Arema.
Kala itu, pada awal 1987, Jamrawi beserta sejumlah pemain Niac Mitra jadi sorotan publik sepak bola Indonesia karena dituding terlibat suap pada satu laga bersama tim asal Surabaya itu.
Kenangan Pahit
"Saya jadi pesakitan oleh perbuatan yang tidak pernah saya lakukan. Saya pun tidak pernah menerima satu sen pun dari kasus itu, tapi dulu kan pemain selalu dalam posisi sulit," kenang Jamrawi.
Menurut Jamrawi, sejatinya ia sudah berusaha melakukan pembelaan diri ketika dipanggil komisi disiplin PSSI. "Saat itu, saya bilang, jangankan diberi sanksi, ditembak pun saya siap bila ada bukti saya terlibat suap," kata Jamrawi.
Namun, karena kasus itu terlanjur jadi berita besar di media, Jamrawi pun akhirnya dijatuhi skorsing selama enam bulan. Sanksi itu jelas sangat memukul mental Jamrawi yang saat itu masih berusia 23 tahun.
Motivasi dari Kalimat Menyentuh Acub Zaenal

Beruntung, pada momen itu, Acub Zaenal, Administratur Galatama yang juga mantan Gubernur Irian Jaya (kini Papua) ingin membentuk klub Galatama di Malang bersama tokoh sepak bola Jawa Timur, Dirk Sutrisno. Jamrawi yang saat itu masih menjalani skorsing diajak Acub Zaenal untuk mengikuti latihan persiapan tim.
Jamrawi pun masih mengingat kalimat menyentuh dari Acub Zaenal yang kemudian membuat motivasinya bangkit.
"Saat itu itu Pak Acub bilang, kalau kamu ingin jadi pemain besar harus menghadapi tantangan besar. Saya pun memutuskan bergabung di Arema yang kala itu masih minim fasiltas dan dana. Saya ingin membuktikan kemampuan sebagai pemain."
Pemain Angkatan Pertama di Arema
Sebagai pemain angkatan pertama di Arema, Jamrawi tentu paham dengan proses awal berdirinya tim kebanggaan Aremania itu. Menurut Jamrawi, untuk memperkuat status klub, saat dirasa perlu menentukan tanggal lahir klub.
Ditentukanlah tanggal 11 Agustus 1987 jadi hari lahir resmi Arema. Gambar singa jadi disertakan jadi logo klub karena tanggal pendirian klub di zodiak Leo. "Tambahan kata Edan dimaksudkan sebagai penyemangat dan motivasi tim," terang Jamrawi.
Meski berstatus tim baru yang hanya bermodalkan semangat dan kebersamaan, Arema langsung mencuri perhatian di edisi perdana mereka. Di mata Jamrawi, hal itu tak lepas dari peran dan totalitas Aremania dalam mendukung tim kesayangannya.
"Setiap hendak berlaga, Aremania itu berpawai mendatangi mes pemain untuk memberikan semangat dan kemudian berlanjut di stadion. Itu yang membuat kami selalu termotivasi tampil kesetanan di lapangan," kenang Jamrawi.
Awal Kiprah Arema
Berkat dukungan suporter itu pula, para pemain mengesampingkan kondisi minor tim pada awal kiprah Arema. Di antaranya, gaji yang tidak semuanya terbayar pada waktu sama.
"Gaji diberikan menunggu hasil penjualan tiket. Itu pun harus diundi dulu. Biasanya ada lima pemain yang namanya naik, itu yang lebih dulu mendapatkan gaji."
Jamrawi jadi bagian Arema sampai 1992. Ia pun memutuskan pensiun sebagai pemain meski usianya saat itu masih 28 tahun. Cedera pada kedua lututnya membuatnya dirinya berpikir akan sulit tetap berada di level terbaik. Kebetulan pada saat bersamaan ada tawaran menjadi asisten pelatih di Arema.
Melatih SSB
Sebagai asisten pelatih, selain di Arema, Jamrawi pernah menjadi bagian dari Persela Lamongan dan tim sepak bola Jawa Timur yang meraih medali emas di PON 2004 Palembang.
Belakangan, Jamrawi kini fokus pada pembinaan pemain usia dini dengan melatih di sekolah sepak bola (SSB) Juanda.
"Saya berharap bisa memunculkan pemain lewat pembinaan mulai dari bawah. Lewat SSB, saya bisa mengajarkan teknik sepak bola dasar kepada para pemain usia dini," ungkap Jamrawi.
Ia pun berharap suatu saat sepak bola di Sidoarjo kembali menggeliat seperti dulu.
"Saat ini, warga Sidoarjo praktis hanya sebagai penonton pertandingan nasional dan internasional karena memiki Stadion Gelora Delta," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Abdi Satria/Gregah Nurikhsani
Published: 22 Juli 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Nostalgia dari Era Galatama: Perjuangan Jamrawi Menembus Skuad Utama Niac Mitra
- Bruno Silva, Predator Garang yang Berjodoh dengan PSIS Semarang
- 'Kenapa Kami Tidak Bisa Bermain Sepak Bola Seperti Negara Lain?'
- Aceh Aman dan Nyaman, Pemain Persiraja Memilih Tidak Pulang ke Jepang
- Harapan Besar Penyerang Asing Persik Kediri Berkarier di Indonesia
- Gabung Persik Kediri dan Langsung Tenar, Youssef Ezzejjari: Ini Gila!
- 13 Tahun Dendi Santoso di Arema: Ini Pelatih dan Pemain yang Menjadi Panutannya
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 3 Agustus 2026 20:02Prediksi Piala Presiden 2026: Persebaya vs Arema FC 4 Agustus 2026
-
Bola Indonesia 3 Agustus 2026 16:36Piala Presiden 2026 - Semifinal: Duel Penentu Tiket Final Hanya di Vidio
-
Tim Nasional 3 Agustus 2026 11:153 Hal yang Harus Dilakukan Timnas Indonesia agar Bisa Mengalahkan Vietnam
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 3 Agustus 2026 21:21Hasil Babak Pertama Timnas Indonesia vs Vietnam: Garuda Tertinggal 0-2
-
Liga Spanyol 3 Agustus 2026 21:12Ferran Torres Diburu Tottenham dan PSG, Barcelona Pasang Harga Rp1 Triliun
-
Liga Inggris 3 Agustus 2026 21:00MU Tidak Perlu Beli Striker Baru, Karena Sudah Ada Bryan Mbeumo!
-
Liga Italia 3 Agustus 2026 20:55Franco Mastantuono Pilih Serie A, AC Milan dan Fiorentina Tunggu Keputusan
BERITA LAINNYA
-
indonesia 3 Agustus 2026 20:02Prediksi Piala Presiden 2026: Persebaya vs Arema FC 4 Agustus 2026
-
indonesia 3 Agustus 2026 19:39Prediksi Piala Presiden 2026: Persib vs Persija 4 Agustus 2026
-
indonesia 3 Agustus 2026 16:36Piala Presiden 2026 - Semifinal: Duel Penentu Tiket Final Hanya di Vidio
SOROT
-
Liputan6 3 Agustus 2026 21:40Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan Angkatan Bersenjata Thailand
-
Liputan6 3 Agustus 2026 20:23Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat
-
Liputan6 3 Agustus 2026 20:20Program MBG Serap Rp 101,1 Triliun, Jangkau 63,13 Juta Penerima
-
Liputan6 3 Agustus 2026 20:18Babak Baru Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Sidang Perdana 11 Agustus
-
Liputan6 3 Agustus 2026 20:02Pria Bakar Bendera Merah Putih di Bandung, Polisi Buru Pelaku
MOST VIEWED
Bobol Gawang Aston Villa, Arkhan Kaka Enggan Berpuas Diri
Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026: Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema FC
Aston Villa Tantang Indonesia All Stars di GBK, Juara Liga Europa Siap Sapa Fans Tanah Air
RESMI: Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Dimainkan di Bali, Ini Jadwal Lengkapnya
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























