
Nexify - Keterlambatan klub membayarkan gaji pemain dan tim pelatih, masih terjadi di pentas kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini.
Dampaknya, terdapat beberapa klub yang kesulitan membujuk para pemainnya untuk menjalani latihan. Persijap Jepara bahkan belum berlatih akibat belum menunggak gaji pemain selama 3,5 bulan.
"Khusus Persijap, Senin (21/7) malam, kami sudah bertemu. Boleh dibilang, kami memanggil CEO Persijap. InsyaAllah, ada progres bagaimana Persijap bisa menyelesaikan kompetisi, minggu ini," ungkap CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.
Lebih lanjut, Jokdri menyatakan ia percaya bahwa para klub ISL yang bermasalah finansial tersebut bisa menyelesaikan kewajibannya. Bahkan, menyelesaikan kompetisi dengan baik.
"Kalau Persiba Bantul, kami tidak mendapat perkembangan terbaru. Kami hanya monitor dari media. Kami juga punya keyakinan bahwa akan ada jalan keluarnya," tambahnya.
Jokdri menambahkan bahwa klub sudah mengetahui konsekuensi jika melanggar hal tersebut. Yakni, ada hukuman yang akan diberikan bila klub tidak bertanding sesuai jadwal.
"Tentu akan dijalankan regulasinya. Yang boleh hukum itu, yaitu pengawas pertandingan dan Komisi Disiplin. Jika klub mundur di tengah kompetisi maka nilai pertandingan di putaran pertama dianggap tidak ada. Itu untuk konteks pertandingan," paparnya.
"Sedangkan konteks hukuman kepada klub bersangkutan, itu wewenang Komdis (Komisi Disiplin)," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Dampaknya, terdapat beberapa klub yang kesulitan membujuk para pemainnya untuk menjalani latihan. Persijap Jepara bahkan belum berlatih akibat belum menunggak gaji pemain selama 3,5 bulan.
"Khusus Persijap, Senin (21/7) malam, kami sudah bertemu. Boleh dibilang, kami memanggil CEO Persijap. InsyaAllah, ada progres bagaimana Persijap bisa menyelesaikan kompetisi, minggu ini," ungkap CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.
Lebih lanjut, Jokdri menyatakan ia percaya bahwa para klub ISL yang bermasalah finansial tersebut bisa menyelesaikan kewajibannya. Bahkan, menyelesaikan kompetisi dengan baik.
"Kalau Persiba Bantul, kami tidak mendapat perkembangan terbaru. Kami hanya monitor dari media. Kami juga punya keyakinan bahwa akan ada jalan keluarnya," tambahnya.
Jokdri menambahkan bahwa klub sudah mengetahui konsekuensi jika melanggar hal tersebut. Yakni, ada hukuman yang akan diberikan bila klub tidak bertanding sesuai jadwal.
"Tentu akan dijalankan regulasinya. Yang boleh hukum itu, yaitu pengawas pertandingan dan Komisi Disiplin. Jika klub mundur di tengah kompetisi maka nilai pertandingan di putaran pertama dianggap tidak ada. Itu untuk konteks pertandingan," paparnya.
"Sedangkan konteks hukuman kepada klub bersangkutan, itu wewenang Komdis (Komisi Disiplin)," pungkasnya. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 24 Mei 2026 05:58Apa Rasanya Juara Bareng Persib Bandung, Eliano Reijnders?
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 5 Agustus 2026 21:23Victor Osimhen Ditawarkan ke Atletico Madrid
BERITA LAINNYA
-
indonesia 5 Agustus 2026 17:07Ketika Aremania Memindahkan Tribun Piala Presiden 2026 ke Angkringan
SOROT
-
Liputan6 5 Agustus 2026 20:39Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus
-
Liputan6 5 Agustus 2026 19:20Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Antisipasi Kerusuhan
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:20Cerita Saksi Detik-Detik Kebakaran di Gedung Cikini
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:11Asal Usul Pisau Dipakai Pelaku Mutilasi Pria di Depok
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:58Diberhentikan Sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji 50 Persen
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:47Awal Mula Penemuan Mayat Korban Mutilasi dalam Karung di Depok
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















