
Nexify - Laga Arsenal vs Man Utd pada pekan ke-23 Premier League/Liga Inggris 2025-2026 berakhir dengan skor tipis 2-3 di Emirates Stadium, Minggu, 25 Januari 2026. Hasil ini terasa menyakitkan karena Arsenal sempat memimpin lebih dulu sebelum kehilangan kendali permainan.
Gol bunuh diri Lisandro Martinez membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-29, lalu Bryan Mbeumo menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan Martin Zubimendi. Patrick Dorgu membawa Manchester United berbalik unggul sebelum gol Mikel Merino dan Matheus Cunha menentukan akhir laga.
Laga Arsenal vs Man Utd memperlihatkan bahwa beberapa pemain kunci The Gunners tampil jauh dari performa terbaiknya. Kesalahan individu dan kontribusi yang minim membuat tim kesulitan menjaga stabilitas permainan hingga peluit akhir.
Kesalahan Individu yang Mengubah Arah Pertandingan

Martin Zubimendi menjadi figur paling merugikan karena umpan balik cerobohnya langsung menghasilkan gol penyeimbang bagi Manchester United. Ia memang sempat mengancam lewat sundulan, tetapi kesalahan fatal itu membuatnya ditarik keluar sebelum satu jam pertandingan berjalan.
Gabriel Magalhaes juga mengalami kesulitan besar saat menghadapi pergerakan Bryan Mbeumo di sisi pertahanan. Biasanya, ia menjadi pengatur lini belakang, tetapi kali ini, ketenangan dan kontrolnya tidak terlihat sepanjang laga.
Piero Hincapie sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan usai pulih dari cedera. Namun, kontribusinya menurun drastis setelah menit-menit awal dan pengaruhnya di sektor kiri semakin tidak terasa.
Kapten dan Penyerang Gagal Memberi Dampak Besar

Martin Odegaard tampil jauh di bawah ekspektasi sebagai pemimpin tim di lapangan. Akurasi operannya hanya mencapai 67 persen dan perannya semakin memudar seiring Manchester United menguasai tempo permainan.
Gabriel Jesus memang menunjukkan beberapa sentuhan kreatif di lini depan. Akan tetapi, kontribusinya secara keseluruhan sangat terbatas dan tidak cukup membantu Arsenal membongkar pertahanan lawan.
Laga Arsenal vs Man Utd menjadi gambaran jelas bahwa performa kolektif tidak bisa terlepas dari kualitas individu di momen krusial. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Mikel Arteta untuk memperbaiki konsistensi tim pada pekan-pekan berikutnya.
Sumber: London Evening Standard
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 16 Juni 2026 10:33Man of the Match Iran vs Selandia Baru: Ramin Rezaeian
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 15 Juni 2026 21:30Bye! MU Mantap Mundur dari Transfer Sandro Tonali
-
inggris 15 Juni 2026 20:45Michael Carrick Buka Pintu MU Balikan dengan Marcus Rashford?
-
inggris 15 Juni 2026 20:15Kabar Baik MU! Real Madrid Mundur dari Perburuan Mateus Fernandes
-
inggris 15 Juni 2026 13:44Ruben Amorim ke Milan Bisa Bikin Man United Lebih Hemat, Kok Bisa?
SOROT
-
Liputan6 16 Juni 2026 15:18Kantor Bupati Sigi Rusak Akibat Gempa Palu
-
Liputan6 16 Juni 2026 15:05Xbox Tutup Ninja Theory, Nasib Dua Studio Game Ikonik di Ujung Tanduk
-
Liputan6 16 Juni 2026 14:40Wagub Sulteng Sebut Ada Warga Jatuh dari Tangga saat Evakuasi Gempa Palu
-
Liputan6 16 Juni 2026 14:12Gempa M 6,7 Palu, BMKG Ungkap Pemicunya Aktivitas Sesar Sausu
-
Liputan6 16 Juni 2026 13:57Gempa Palu, Getaran Terasa Hingga 8 Kabupaten di Sulawesi Tengah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























