
Nexify - Ruben Amorim resmi dipecat Manchester United. Namun, ada ironi pahit yang mengiringi kepergian pelatih asal Portugal tersebut dari Old Trafford.
Pengganti jangka panjang Amorim diprediksi akan memiliki nasib yang jauh lebih mujur. Ia bakal mendapatkan satu 'kemewahan' krusial yang tak pernah dirasakan Amorim di era Ineos.
Saat ini, Darren Fletcher memegang kendali tim sebagai caretaker. Manajemen Ineos sendiri baru berencana menunjuk manajer tetap secara permanen pada musim panas mendatang.
Situasi ini menciptakan keuntungan taktis yang sangat besar bagi pelatih baru nanti. Sesuatu yang sangat dirindukan Amorim saat pertama kali mendarat di Inggris.
Kemewahan Bernama Pramusim

Manajer permanen baru Manchester United nanti akan memiliki privilese luar biasa. Ia bisa memulai pekerjaannya sejak awal musim alias saat masa pramusim (pre-season).
Waktu persiapan ini memungkinkan sang pelatih baru menanamkan filosofinya tanpa tekanan kompetisi. Ia bisa membangun tim dari nol sebelum peluit kick-off musim 2026/27 berbunyi.
Hal ini berbanding terbalik dengan nasib tragis Ruben Amorim. Ia datang menggantikan Erik ten Hag pada November 2024 di tengah badai kompetisi.
Amorim dipaksa langsung bekerja dengan skuad warisan yang sedang bermasalah. Ia tidak punya waktu untuk adaptasi taktik yang layak di sesi latihan.
Gagal Terbang Tinggi

Dampak dari masuk di tengah jalan itu sangat fatal bagi Amorim. Bulan-bulan pertamanya di United dihantui oleh sisa-sisa masalah dari musim sebelumnya.
Mantan pelatih Sporting CP itu bahkan tidak pernah merasakan efek kejut atau manager bounce. Alih-alih bangkit, ia justru harus mengawasi kampanye tim yang penuh turbulensi.
Ketiadaan waktu persiapan yang ideal membuat Amorim gagal menerapkan sistemnya dengan cepat. Inilah yang akhirnya membuat kariernya di Manchester seumur jagung.
Warisan Klasemen yang Lebih Baik
Selain waktu, pengganti Amorim juga punya keuntungan lain yang tak kalah penting. Ia kemungkinan besar akan mewarisi posisi tim yang lebih stabil di klasemen.
Saat Amorim angkat kaki, Setan Merah masih bercokol di peringkat keenam klasemen sementara. Peluang untuk finis di empat besar atau zona Eropa masih sangat terbuka lebar.
Artinya, pelatih baru nanti tidak perlu menyelamatkan kapal yang hampir karam total. United berada dalam posisi start yang jauh lebih baik dibanding saat pelatih-pelatih sebelumnya datang.
Situasi ini berbeda dengan saat Ole Gunnar Solskjaer atau Amorim mengambil alih tim. Kala itu, mereka harus menstabilkan kapal yang sedang oleng parah di tengah badai.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 27 Juli 2026 18:30Manchester United Mundur dari Perburuan Alex Scott
-
inggris 27 Juli 2026 17:39Arsenal Nego Lagi Newcastle untuk Transfer Bruno Guimaraes
-
inggris 27 Juli 2026 17:29Manchester City Ungguli MU dalam Transfer Ayyoub Bouaddi?
-
inggris 27 Juli 2026 17:15MU Gigit Jari, Pemain Incarannya Ditikung Klub Arab Saudi
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























