
Nexify - Bek kiri andalan Liverpool, Andrew Robertson mengklaim bahwa tak ada tim di dunia yang bakal mampu mengatasi badai cedera seperti yang dialami The Reds musim ini.
Perjalanan Liverpool di awal musim sebagai juara bertahan sempat meyakinkan sampai satu persatu pilar andalan mereka harus tumbang akibat cedera.
Parahnya, hampir semua pemain yang bisa dimainkan sebagai bek tengah mengalami cedera, mulai dari Virgil van Dijk, Joe Gomez, Joel Matip, Fabinho, hingga kini Jordan Henderson.
Keyakinan Robertson
Liverpool pun mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan merekrut Ozan Kabak dan Ben Davies pada hari penutupan jendela transfer musim dingin kemarin.
Namun, tetap saja Robertson menilai bahwa badai cedera ini sangat sulit ditanggulangi, terutama dengan fakta bahwa Liverpool musim ini telah memainkan 18 duet berbeda di jantung pertahanan.
"Jika Anda memberi tahu tim mana pun di dunia sepak bola bahwa mereka akan memiliki 18 duet berbeda dalam satu musim sebagai bek tengah, tidak ada tim di dunia yang menangani hal itu - tidak satu pun," ujar Robertson kepada Sky Sports.
Butuh Waktu
Menurut Robertson, hadirnya para pemain baru serta dua bek muda Liverpool, yakni Nathaniel Phillips dan Rhys Williams belum bisa 100 persen menutup masalah di skuadnya.
"Biasanya kami memiliki Virg [Van Dijk], yang sangat vokal, kami memiliki Joe Gomez yang memimpin dengan memberi contoh dan kami memiliki Joel yang memimpin dengan memberi contoh. Kami memiliki Fabinho, Hendo," jelas Robertson.
"Tapi sekarang kita punya Nat Phillips yang jelas tidak ada di sini musim lalu, ia dipinjamkan, dan sekarang dia ada di sini. Kami punya [Ozan] Kabak yang masih muda, yang baru saja masuk, dan kami punya Ben Davies yang telah dikontrak dari klub Championship dan perlu waktu - dan tentu saja si besar Rhys [Williams]," tambahnya.
"Tapi mereka semua relatif tidak berpengalaman dan berusaha membantu mereka, tetapi juga mencoba membantu tim dengan berfokus pada diri sendiri," tukasnya.
Tekad Robertson
Dengan situasi skuad Liverpool yang sedemikian rupa, Robertson pun kini bertekad memimpin lini belakang timnya untuk tampil bagus di sisa musim ini.
"Jadi ini sulit bagi saya secara pribadi, tentu saja, tapi lihat - itu bagian tak terpisahkan dari itu," tutur Robertson.
"Saya mungkin pemimpin di belakang, saya mungkin yang paling vokal di belakang sekarang dan itu hanya mencoba membuat yakin bahwa kami melakukannya sebaik yang kami bisa dan kami mencoba dan menjaga clean sheet sebanyak yang kami bisa, karena itulah satu-satunya cara kami akan memenangkan pertandingan." tandasnya.
Sumber: Sky Sports
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 10 Juli 2026 17:53Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 10 Juli 2026 17:53Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
BERITA LAINNYA
-
inggris 10 Juli 2026 10:59Ederson Ternyata Sudah di Manchester, Sedikit Lagi Jadi Pemain MU?
-
inggris 10 Juli 2026 08:37Tes Medis Lancar, MU Resmikan Transfer Andrey Santos Hari Ini
-
inggris 10 Juli 2026 08:26Andrey Santos Beres, MU Tuntaskan Transfer Ketiga Di Musim Panas ini!
SOROT
-
Liputan6 10 Juli 2026 20:12Sosok Rachmat Gobel di Mata Jusuf Kalla
-
Liputan6 10 Juli 2026 20:00
Prabowo Ungkap 3 BUMN Pertahanan Sempat Mau Dijual ke Asing
-
Liputan6 10 Juli 2026 19:55Nestapa Siswi SMP di Langkat, Dilecehkan Ayah saat Ibu Kerja ke Malaysia
-
Liputan6 10 Juli 2026 19:40Santri Dianiaya Anak Pimpinan Ponpes, Orangtua Ungkap Kondisi Korban
-
Liputan6 10 Juli 2026 19:16KPK Duga Rumah Jampidsus di Sentul Atas Nama Orang Lain
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























