Finis Peringkat 17 Premier League, Kok Tottenham Bisa Jorjoran di Bursa Transfer Awal Musim 2026/2027?

Nexify - Tottenham Hotspur menjadi salah satu klub paling agresif pada bursa transfer musim panas 2026. Padahal, secara prestasi, Spurs baru saja menutup musim 2025/2026 dengan finis di peringkat ke-17 klasemen akhir Premier League, hanya terpaut dua poin dari zona degradasi.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar di kalangan penggemar sepak bola. Bagaimana klub yang nyaris terdegradasi masih mampu menggelontorkan dana dalam jumlah fantastis untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas?
Sejauh ini, Tottenham telah mendatangkan sejumlah nama besar. Sandro Tonali bergabung setelah sebelumnya merekrut Mateus Fernandes dari West Ham United dengan nilai transfer sekitar Rp1,87 triliun (dari £85 juta), sementara Andy Robertson dan Marcos Senesi didapatkan secara gratis.
Jika transfer Jan Paul van Hecke juga terealisasi, total belanja Tottenham berpotensi mencapai sekitar Rp5,21 triliun (dari £237 juta). Meski terlihat sangat besar, aktivitas tersebut ternyata masih berada dalam koridor regulasi keuangan yang berlaku.
Aturan SCR dan Pendapatan Besar Jadi Kunci Tottenham

Salah satu alasan utama Tottenham mampu bergerak agresif adalah penerapan aturan baru Squad Cost Ratio (SCR). Regulasi ini memperbolehkan klub menggunakan hingga 85 persen dari total pendapatannya untuk membiayai skuad, termasuk gaji pemain, amortisasi transfer, hingga biaya agen.
Dalam laporan keuangan musim 2024/2025, beban gaji dan amortisasi Tottenham hanya mencapai 61 persen dari total pendapatan klub. Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimum yang diperbolehkan, sehingga Spurs memiliki ruang finansial yang cukup besar untuk berinvestasi pada pemain baru.
Faktor lain yang memperkuat kondisi keuangan Tottenham adalah keberhasilan memaksimalkan stadion baru mereka sebagai sumber pendapatan. Selain pertandingan sepak bola, stadion tersebut kini dapat menggelar hingga 30 acara non-sepak bola setiap tahun, termasuk konser musik dan pertandingan NFL.
Dampaknya sangat signifikan terhadap pemasukan klub. Pendapatan dari hari pertandingan meningkat dari sekitar Rp990 miliar (dari £45 juta) saat masih menggunakan White Hart Lane menjadi sekitar Rp2,77 triliun (dari £126 juta), sedangkan pendapatan komersial melonjak dari sekitar Rp1,61 triliun (dari £73 juta) menjadi sekitar Rp6,09 triliun (dari £277 juta) pada musim 2024/2025.
Belanja Fantastis Tak Selalu Membebani Keuangan Klub

Besarnya nilai transfer yang dikeluarkan Tottenham tidak serta-merta dibukukan sekaligus dalam satu musim. Dalam akuntansi sepak bola modern, biaya transfer diamortisasi atau dibagi selama masa kontrak pemain, dengan batas maksimal lima tahun.
Artinya, apabila Tottenham menghabiskan sekitar Rp5,28 triliun (setara £240 juta) pada bursa transfer musim panas ini, beban amortisasi yang masuk ke laporan keuangan hanya sekitar Rp1,06 triliun (setara £48 juta) per musim apabila seluruh pemain dikontrak selama lima tahun.
Laporan keuangan musim 2024/2025 juga menunjukkan Tottenham membukukan pendapatan sekitar Rp14,84 triliun (dari £565 juta). Berdasarkan ketentuan SCR, klub secara teori masih diperbolehkan mengalokasikan hingga sekitar Rp12,60 triliun (dari £480 juta) setiap musim untuk kebutuhan skuad.
Dengan kombinasi pendapatan komersial yang terus meningkat, pemanfaatan stadion multifungsi, serta ruang belanja yang masih longgar dalam aturan SCR, Tottenham memiliki fondasi finansial yang kuat. Itulah sebabnya posisi ke-17 di Premier League tidak otomatis menghalangi Spurs untuk belanja pemain.
Sumber: BBC Sport
Baca Ini Juga
- MU Diuntungkan dengan Tersingkirnya Brasil dari Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
- Mau Andrey Santos, MU Harus Setor Segini ke Chelsea
- Manuver Mengejutkan MU: Andrey Santos Masuk Radar, Chelsea Siap Kehilangan Gelandang Masa Depan?
- Penjelasan Mengapa Transfer Ederson ke Manchester United Tak Kunjung Diumumkan
- MU Harus Siap Kere Mendadak! Lille Tidak Akan Jual Murah Ayyoub Bouaddi
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 7 Juli 2026 01:04Alasan Sandro Tonali Pakai Nomor 16 di Tottenham
-
Bola Indonesia 6 Juli 2026 23:30Persija Ikat Pratama Arhan dengan Kontrak Berdurasi 3 Tahun
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 7 Juli 2026 09:26Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
BERITA LAINNYA
-
inggris 7 Juli 2026 01:04Alasan Sandro Tonali Pakai Nomor 16 di Tottenham
-
inggris 5 Juli 2026 08:00Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
SOROT
-
Liputan6 7 Juli 2026 10:50Prabowo Sambut Kunjungan Kenegaraan PM India di Istana Merdeka
-
Liputan6 7 Juli 2026 10:02Istri Perwira Polisi Kembali Dipanggil KPK, Ini yang Didalami
-
Liputan6 7 Juli 2026 09:57KPK Kembali Periksa Istri Perwira Polisi di Kasus CSR BI dan OJK
-
Liputan6 7 Juli 2026 07:30Cerita Tragis Ibu Hamil Tewas Diterjang Peluru Tak Bertuan di Papua
-
Liputan6 7 Juli 2026 07:17Momen Pesawat PM Modi Dikawal 5 Jet Tempur TNI AU
MOST VIEWED
Penjelasan Mengapa Transfer Ederson ke Manchester United Tak Kunjung Diumumkan
MU Harus Siap Kere Mendadak! Lille Tidak Akan Jual Murah Ayyoub Bouaddi
Bukan Pepesan Kosong! MU Mulai Nego West Ham untuk Bintang Timnas Belanda Ini
Finis Peringkat 17 Premier League, Kok Tottenham Bisa Jorjoran di Bursa Transfer Awal Musim 2026/2027?
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















