
Nexify - Eks pelatih PEC Zwolle John van’t Schip menegaskan tindakan menyamakan Sepp van den Berg dengan Virgil Van Dijk adalah sebuah perbuatan yang bodoh.
Nama Van den Berg masih relatif asing di mata penggemar sepakbola dunia. Namanya baru mencuat ke permukaan setelah ia resmi menjadi rekrutan pertama Liverpool pada musim panas ini.
Ia dibeli dari Zwolle dengan harga sekitar 1,3 juta pounds saja. Van Den Berg sendiri masih berusia 17 tahun.
Namun sebelumnya ia sudah masuk dalam radar beberapa klub Eropa lain. Sebut saja Bayern Munchen, Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven dan Sampdoria.
Van den Berg diklaim memiliki talenta yang besar. Klaim itu terlihat dengan munculnya nama klub seperti Bayern dan Ajax yang menginginkan servisnya.
Van den Berg juga saat ini dipercaya menjadi penggawa Timnas U-19 Belanda dan sudah mengantongi empat caps. Ia merupakan remaja yang jangkung, namun memiliki lari yang gesit dan juga nyaman saat menguasai bola.
Baby Van Dijk

Postur tubuh plus gaya bermain yang sama membuatnya disebut sebagai 'Baby Van Dijk' oleh fans Liverpool. Hal ini ternyata diprotes oleh Van't Ship.
Ia merasa saat ini terlalu dini untuk membandingkan seorang pemain yang masih remaja dengan Van Dijk yang sudah berpengalaman. Ia merasa sebaiknya persamaan itu dihilangkan karena bisa membebani Van den Berg.
"Tentu saja itu bodoh. Anda hanya perlu membiarkannya berkembang dengan caranya sendiri," ketusnya pada Liverpool Echo.
“Ia tidak memiliki [tubuh] fisik Virgil dan ia memiliki jalur yang sama sekali berbeda. Virgil memulai dengan beberapa tim yang lebih rendah dan dapat mengembangkan dirinya bersama Groningen dan Celtic," tuturnya.
“Seppi hanya memainkan 20 pertandingan di Eredivisie dan sekarang akan ke Liverpool. Itu merupakan build up yang sama sekali berbeda," tegasnya.
Belum Siap Main di Tim Utama
Kabarnya Van den Berg tak akan didaftarkan sebagai pemain akademi. Ia disebut akan masuk jadi pemain pelapis bagi skuat utama Liverpool.
Van't Ship lantas mengatakan bahwa saat ini Van den Berg belum siap untuk langsung main di tim utama. Menurutnya sang defender pantas masuk tim lapis kedua.
“Saya pikir masalahnya dengan dirinya adalah orang-orang harus mengerti ia belum menjadi pemain tim utama. Mereka harus membawanya ke sana dan ia harus bekerja keras," tegasnya.
"Jika Sepp bermain di Ajax ia tidak akan berada di tim pertama, ia akan berada di tim kedua atau mungkin memiliki waktu bermain di kompetisi domestik," tegasnya lagi.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 10:13Man of the Match Amerika Serikat vs Paraguay: Folarin Balogun
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 10:11Monas hingga Bundaran HI Gelap Malam Ini
-
Liputan6 13 Juni 2026 09:03Pemprov DKI Bantah Matikan CCTV Saat Demo Mahasiswa
-
Liputan6 13 Juni 2026 07:30Ramai Soal CCTV Bundaran HI, Pemprov DKI Buka Suara
-
Liputan6 13 Juni 2026 06:00Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:45Kereta Gantung Taif dan Jejak Dakwah Rasulullah
MOST VIEWED
Manchester United Siapkan Kejutan dengan Coba Rekrut Cristian Romero dari Tottenham
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Akhir Kisah Mahal Jadon Sancho di Manchester United: Dibeli Rp1,6 Triliun Dilepas Gratis
Drama Transfer Marcus Rashford: Bayern Munchen Siap Bayar 26 Juta Pounds, Tapi Sang Pemain Cuma Mau Barcelona
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...





















