
Nexify - Christian Pulisic membuktikan bahwa keputusan Chelsea membuangnya adalah sebuah kekeliruan fatal. Bek AC Milan, Fikayo Tomori, terang-terangan menyebut rekan setimnya itu sebagai pemain terbaik di Serie A saat ini.
Pernyataan ini seolah menjadi tamparan keras bagi publik Stamford Bridge yang kini justru sedang krisis pemain sayap berkualitas. Pulisic bertransformasi menjadi monster menakutkan sejak menanggalkan seragam biru London.
Karier Pulisic di Italia meledak lewat kontribusi gol dan assist yang konsisten di setiap laga. Ia seolah menemukan kembali gairah bermain yang sempat hilang akibat sering menghuni bangku cadangan saat masih di Inggris.
Eks pemain akademi Cobham, Tomori, menyaksikan sendiri bagaimana kualitas Pulisic berkembang pesat di Milanello. Baginya, level permainan kapten Amerika Serikat itu sudah tidak tertandingi oleh siapa pun di Liga Italia.
Kesan mendalam ini muncul karena Pulisic mampu memikul beban tim dalam situasi sulit. Efektivitas serangannya kini jauh melampaui performa rata-rata pemain sayap lain di Eropa.
Statistik yang Bikin Chelsea Menyesal
Pulisic sendiri mengakui bahwa periode di Milan merupakan momen di mana ia memainkan sepak bola terbaik sepanjang hidupnya. Klaim tersebut bukan sekadar isapan jempol semata jika melihat data statistik yang tercipta.
Pemain berjuluk Captain America ini telah mengemas 42 gol dan 25 assist dari 124 pertandingan bersama Rossoneri. Angka ini sangat kontras dengan pencapaiannya di Chelsea yang hanya menghasilkan 26 gol meski bermain dalam jumlah laga yang lebih banyak.
Perubahan posisi menjadi kunci utama ledakan performanya di atas lapangan hijau. Di Milan, ia lebih sering beroperasi di area sentral, berbeda dengan perannya sebagai sayap kiri statis saat masih di London.
"Dia adalah pemain terbaik di Serie A saat ini," tegas Fikayo Tomori singkat saat berbincang dalam konten TikTok bersama The Athletic.
Ironi Belanja Mahal yang Berujung Buntu
Kondisi Pulisic yang sedang terbang tinggi berbanding terbalik dengan nasib para penerusnya di Stamford Bridge. Chelsea baru saja menggelontorkan dana hampir £100 juta musim panas lalu untuk mendatangkan Jamie Gittens dan Alejandro Garnacho.
Ironisnya, Gittens bahkan belum sanggup mencetak satu pun gol di Premier League musim ini. Performa sayap kiri Chelsea terlihat sangat kontras dan jauh di bawah level efektivitas sayap kanan mereka.
Meski Garnacho menunjukkan grafik meningkat saat melawan Aston Villa, kontribusinya tetap dianggap belum setara dengan Pulisic. Chelsea seolah kehilangan kepingan puzzle yang justru kini sedang dipuja-puja oleh publik San Siro.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
-
Liga Italia 27 Juli 2026 18:33Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 27 Juli 2026 18:30Manchester United Mundur dari Perburuan Alex Scott
-
inggris 27 Juli 2026 17:39Arsenal Nego Lagi Newcastle untuk Transfer Bruno Guimaraes
-
inggris 27 Juli 2026 17:29Manchester City Ungguli MU dalam Transfer Ayyoub Bouaddi?
-
inggris 27 Juli 2026 17:15MU Gigit Jari, Pemain Incarannya Ditikung Klub Arab Saudi
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























