
Nexify - Butuh waktu 11 bulan dan 35 pertandingan bagi Ruben Amorim untuk merasakan kemenangan yang benar-benar berarti. Butuh masa-masa penuh tekanan, kritik tajam, dan bahkan ancaman pemecatan sebelum akhirnya momen besar itu tiba di Anfield.
Beberapa pekan lalu, Amorim sempat menyebut timnya sebagai mungkin tim terburuk dalam sejarah Manchester United. Ucapan itu mencerminkan frustrasi sekaligus kesadarannya akan ekspektasi raksasa yang harus ia penuhi.
Kini, pernyataan itu terasa jauh di belakang, karena di kandang rival abadi Liverpool, Amorim dan timnya menunjukkan kebangkitan nyata.
Kemenangan 2-1 di Anfield bukan kebetulan. Manchester United unggul selama 83 menit, bertahan mati-matian, dan tetap tenang ketika Cody Gakpo sempat menyamakan kedudukan di menit ke-78.
Ketika tekanan memuncak, Harry Maguire muncul sebagai penentu dengan sundulan brilian hasil umpan silang Bruno Fernandes.
“Ini kemenangan terbesar sejak saya datang ke Manchester United,” ujar Amorim usai laga. Sebuah pengakuan yang terdengar tulus, dan mungkin juga lega, karena kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi soal menyelamatkan kepercayaan diri dan masa depannya.
Kemenangan Bersejarah Setelah Masa Suram

Hasil di Anfield menjadi kemenangan pertama United di markas Liverpool dalam sembilan tahun terakhir, terakhir kali mereka menang di sana adalah lewat gol tunggal Wayne Rooney.
Lebih dari itu, ini juga menjadi dua kemenangan beruntun pertama di Premier League sejak Amorim menggantikan Erik ten Hag.
Tidak seperti kemenangan melawan Manchester City tahun lalu, kali ini United tampil sebagai tim yang benar-benar pantas menang. Mereka menyerang dengan agresi terukur, bertahan dengan disiplin tinggi, dan menunjukkan semangat juang yang selama ini sering hilang.
Amorim tak ragu mengakui ada faktor keberuntungan di dalamnya. “Kami memang sedikit beruntung,” katanya jujur.
Namun keberuntungan itu diraih lewat kerja keras dan tekad untuk tidak menyerah, bahkan ketika banyak pihak sudah menganggapnya tak akan bertahan hingga Natal.
Meski demikian, Amorim tetap waspada. “Jika kami menunjukkan semangat seperti hari ini, baik di latihan maupun pertandingan, kami akan memenangkan banyak laga. Tapi kami harus mengambil tindakan nyata,” ujarnya. “Sekarang kami fokus ke Brighton.”
Maguire dan Semangat yang Tak Mati
Tak ada sosok yang lebih mewakili semangat United malam itu selain Harry Maguire. Bek berusia 32 tahun itu pernah dianggap tak punya masa depan di klub setelah kehilangan ban kapten di era Ten Hag, bahkan hampir pindah ke West Ham. Namun ia memilih bertahan, bekerja keras, dan kini menjadi simbol keteguhan hati di bawah Amorim.
Ketika Maguire mencetak gol kemenangan di Anfield, momen itu terasa sebagai puncak dari perjalanan panjangnya menebus keraguan. “Kami belum memberi cukup banyak hari seperti ini kepada para penggemar,” kata Maguire usai laga.
“Sepak bola adalah tentang menciptakan kenangan spesial, dan hari ini kami semua pulang dengan bahagia.”
Amorim pun tak ragu memujinya. “Harry adalah contoh sempurna bagi semua pemain muda,” ujarnya. “Ia sudah melewati masa-masa sulit, tapi tetap menunjukkan dedikasi luar biasa. Klub ini penuh tekanan, dan dia menghadapi semuanya dengan keberanian.”
Maguire bahkan disebut siap menerima pemotongan gaji demi memperpanjang kontraknya di Old Trafford, sebuah keputusan yang menunjukkan loyalitas di tengah situasi yang belum stabil.
Antara Harapan dan Keraguan: Amorim Masih Harus Membuktikan

Kemenangan atas Liverpool memang monumental, tapi Amorim tahu jalan di depannya masih panjang. Sir Jim Ratcliffe, pemilik minoritas klub, baru-baru ini menegaskan dukungannya agar Amorim tetap diberi waktu tiga tahun. Namun di balik pernyataan itu, bayang-bayang pemecatan tetap nyata.
Jika United kalah lagi di kandang melawan Brighton akhir pekan depan yang akan menjadi kekalahan kandang keempat berturut-turut, semua pujian bisa berubah menjadi tekanan baru. Amorim memahami hal itu sepenuhnya.
“Saya tahu banyak dari Anda (media) mengatakan saya akan pergi sebelum Natal,” ucapnya sambil tersenyum kepada wartawan. “Tapi tolong teruskan narasi itu. Itu justru memotivasi saya.”
Bagi Amorim, dukungan suporter menjadi hal paling berharga di tengah badai kritik. Ia mengingatkan bagaimana fans tetap bernyanyi untuknya meski tim dipermalukan oleh Grimsby di ajang Piala Liga.
“Kami punya banyak momen buruk,” katanya. “Namun mereka selalu mendukung kami. Hari ini, kemenangan ini untuk mereka.”
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Statistik Gacor Harry Maguire di MU: Sudah 6 Kali Cetak Gol Penentu, Terbaru Jadi Pahlawan Kemenangan atas Liverpool
- Liverpool Dikalahkan MU: Van Dijk Biang Kerok, Kerkez Gugup Setengah Mati
- Saat Kesabaran Van Dijk Habis: Gol Konyol, Main Terburu-buru, Apa yang Terjadi Liverpool?
- 5 Pelajaran Liverpool vs MU: Setan Merah Menabur Garam di Atas Luka Pasukan Arne Slot
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 00:01Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
MOST VIEWED
Manchester United Siapkan Kejutan dengan Coba Rekrut Cristian Romero dari Tottenham
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Akhir Kisah Mahal Jadon Sancho di Manchester United: Dibeli Rp1,6 Triliun Dilepas Gratis
Drama Transfer Marcus Rashford: Bayern Munchen Siap Bayar 26 Juta Pounds, Tapi Sang Pemain Cuma Mau Barcelona
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...






















