Manchester United Sulit Dapatkan Lewis Hall, 3 Bek Kiri Ini Bisa Jadi Solusi Alternatif

Manchester United Sulit Dapatkan Lewis Hall, 3 Bek Kiri Ini Bisa Jadi Solusi Alternatif
Duel Antoine Semenyo dengan Lewis Hall di laga Man City vs Newcastle, Minggu (22/02/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Nexify - Manchester United harus mengubah rencana setelah Newcastle mempertahankan Lewis Hall dan membuat negosiasi transfer kian rumit. Situasi ini mendorong Setan Merah menimbang tiga opsi bek kiri muda yang sesuai kebutuhan taktik Michael Carrick.

Kebutuhan di sektor kiri semakin mendesak setelah Tyrell Malacia pergi dan Patrick Dorgu beralih memainkan peran lebih ofensif. Manchester United membutuhkan bek kiri natural yang agresif, mampu masuk ke lini tengah, serta mendukung fase menyerang.

Lewis Hall memang memiliki profil ideal, tetapi kegagalan mengejarnya tidak membuat pilihan tertutup. Tiga nama berikut menawarkan karakter berbeda yang dapat mengisi kebutuhan spesifik di sisi kiri.

Joaquin Seys, Fleksibilitas

Joaquin Seys tampil impresif bersama Club Brugge dan mulai masuk radar sejumlah klub besar Premier League. Ia mampu bermain di kedua sisi pertahanan, dengan kecenderungan bergerak ke area tengah saat membangun serangan.

Musim lalu, Seys mencatat rata-rata 1,83 aksi penciptaan tembakan dan 1,45 umpan silang sukses per 90 menit di kompetisi liga. Kemampuan membawa bola secara progresif serta intensitas masuk ke sepertiga akhir menjadi daya dukung penting.

Dari sisi finansial, nilai pasar sekitar £30 juta (sekitar Rp720 miliar) membuatnya lebih realistis dibanding potensi biaya tinggi untuk Hall. Profil ini selaras dengan kebutuhan Carrick atas bek sayap agresif dan fleksibel.

Myles Lewis-Skelly, Investasi Jangka Panjang

Myles Lewis-Skelly merupakan talenta menonjol dari akademi Arsenal. Posisi aslinya gelandang tengah, tetapi ia berkembang pesat ketika diubah menjadi bek kiri yang rutin masuk ke lini tengah.

Latar belakang sebagai gelandang membuat Lewis-Skelly nyaman di area sempit. Ia memiliki akurasi umpan 89,2 persen saat berada di bawah tekanan dan mencatat 5,8 umpan progresif per 90 menit.

Karakter tersebut sesuai dengan kebutuhan Manchester United untuk membangun serangan melalui formasi yang dapat berubah menjadi tiga bek dan dua gelandang. Usianya yang 19 tahun membuka ruang berkembang sebelum mengambil alih peran utama dari Luke Shaw.

Jorge Salinas, Opsi Ekonomis

Jorge Salinas muncul sebagai prospek menarik setelah tampil impresif bersama Racing Santander. Bek kiri 19 tahun ini membantu klub menjuarai La Liga 2 dan mencetak gol penting untuk Timnas Spanyol U-19 dalam perjalanan mereka menjadi juara Eropa.

Kontribusinya di sepertiga akhir terlihat dari enam assist dalam 33 pertandingan. Kemampuan membawa bola, mengirim umpan silang, serta bertahan dalam duel satu lawan satu memperkaya profilnya.

Dari sisi biaya, klausul pelepasan senilai €16 juta (sekitar Rp331 juta) membuatnya lebih terjangkau dibanding opsi Premier League. Dengan waktu berkembang yang panjang bersama pemain berpengalaman seperti Shaw, Salinas menghadirkan keseimbangan harga dan potensi.

Dari ketiga kandidat, Seys menawarkan kombinasi kesiapan dan fleksibilitas yang paling menarik. Lewis-Skelly memiliki potensi besar sebagai investasi jangka panjang, sementara Salinas berada di antara keduanya dengan harga lebih ekonomis. Manchester United memiliki beberapa jalur untuk menggantikan Hall sesuai kebutuhan skuad dan anggaran mereka.

Sumber: The Hard Tackle