
Nexify - Kemenangan Manchester City atas Arsenal (2-1) dalam laga krusial Liga Inggris menghadirkan dampak besar dalam perburuan gelar. Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas semakin ketat menjelang akhir musim.
Laga di Etihad Stadium itu bukan sekadar soal hasil akhir, tetapi juga menunjukkan pertarungan taktik yang menentukan arah pertandingan. City mampu membalikkan tekanan awal Arsenal dan mengendalikan permainan.
Mantan bek Liverpool Jamie Carragher kemudian mengulas faktor utama di balik kemenangan tersebut. Ia menyoroti dominasi lini tengah sebagai kunci yang membuat City unggul atas rivalnya.
Dominasi Rodri dan Silva Jadi Pembeda

Carragher menilai duet Rodri dan Bernardo Silva memainkan peran vital dalam mengubah jalannya pertandingan. Keduanya mampu mengatasi tekanan Arsenal dan mengendalikan tempo permainan.
Ia bahkan menyebut performa keduanya sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia lihat di Liga Inggris. Dominasi tersebut dinilai menjadi faktor utama kemenangan City.
“Rodri dan Bernardo Silva memberikan salah satu penampilan terbaik sebagai duet lini tengah yang pernah saya lihat di Liga Inggris. Pertandingan dimenangkan di lini tengah," kata Carragher.
Di awal laga, Arsenal sempat tampil agresif dengan pressing tinggi yang efektif. Mereka bahkan enam kali merebut bola di sepertiga akhir dalam 15 menit pertama, catatan tertinggi di liga musim ini.
Keberanian City dan Kegagalan Arsenal Mengimbangi

Meski sempat tertekan, City menemukan solusi lewat keberanian Rodri dan Silva dalam menguasai bola. Keduanya turun lebih dalam untuk membangun serangan dan memecah pressing lawan.
Carragher menilai pendekatan ini menjadi titik balik pertandingan. City tidak ragu mengambil risiko meski sempat kehilangan bola di fase awal.
“Silva dan Rodri akhirnya berada di lini belakang. Mereka seperti bek tengah yang berani mengambil bola," lanjut Carragher.
"Kita melihat mereka sempat kehilangan bola di awal, tetapi itu tidak menghentikan mereka untuk kembali mengambilnya. Itu sebuah keberanian.”
“Dengan berani menguasai bola dan memainkan umpan melewati pressing Arsenal, mereka melihat masalah dan justru memberikan masalah bagi Arsenal.”
Arsenal Kurang Berani
Sebaliknya, Arsenal dinilai tidak cukup berani saat menguasai bola. Mereka memilih bermain lebih langsung dari situasi bola mati, alih-alih membangun serangan dari belakang.
“Ada banyak diskusi tentang seberapa ofensifnya permainan Arsenal. Itu terjadi saat tanpa bola," Carragher menambahkan.
Kondisi tersebut membuat Arsenal gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat membangun serangan. Perbedaan pendekatan inilah yang pada akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Manchester United Bidik Aurelien Tchouameni dari Real Madrid di Bursa Transfer Musim Panas
- Legenda Man United Ini Bisiki Michael Carrick Agar Tidak Buang Rasmus Hojlund, Apa Alasannya?
- Kabar Buruk untuk Real Madrid, Ibrahima Konate Beri Sinyal Kuat Bertahan di Liverpool
- Ryan Giggs Dukung Michael Carrick Jadi Bos Permanen Man United, Alasannya: Hidupkan Lagi DNA MU
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
LATEST UPDATE
-
Otomotif 14 Juni 2026 20:56Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
-
Otomotif 14 Juni 2026 20:40Klasemen Pembalap Moto4 European Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 14 Juni 2026 20:42
Diduga Monopoli Suplier, 18 Satuan Pelayanan Gizi Dibekukan
-
Liputan6 14 Juni 2026 19:52Megawati Kembali ke Makam Bung Karno, Ada Pesan yang Terus Dirawat
-
Liputan6 14 Juni 2026 19:41Kebakaran Hebat Dekat Balai Kota Depok, Lebih dari 5 Toko Ludes
MOST VIEWED
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Bisa Tekel dan Atur Permainan, Ederson Paket Lengkap untuk Manchester United
Tawaran Triliunan Rupiah Manchester City Untuk Bintang Nottingham Forest Ditolak Mentah-mentah
Liverpool Sudah Mengejar Mati-matian, tapi Wonderkid Jerman Berjuluk The Next Toni Kroos Ini Justru Pilih Leverkusen
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...






















