
Nexify - Southampton mendapat hukuman berat dari English Football League (EFL) setelah dinyatakan bersalah melakukan praktik pengintaian terhadap sejumlah lawan selama musim 2025/2026. Klub tersebut resmi dikeluarkan dari final playoff Championship.
Keputusan itu langsung mengubah peta perebutan tiket promosi ke Premier League. Middlesbrough, yang sebelumnya kalah dari Southampton di semifinal playoff, kini dikembalikan ke final dan akan menghadapi Hull City di Wembley.
Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar di sepak bola Inggris musim ini. Selain kehilangan tempat di final playoff, Southampton juga dijatuhi pengurangan empat poin tambahan untuk musim depan.
Southampton Ajukan Banding atas Hukuman EFL
EFL awalnya mendakwa Southampton karena memata-matai Middlesbrough menjelang leg pertama semifinal playoff. Namun, investigasi kemudian berkembang setelah muncul dugaan pelanggaran lain sepanjang musim.
Pada 17 Mei, Southampton kembali dikenai dakwaan tambahan terkait pelanggaran dalam pertandingan melawan Oxford United pada Desember 2025 dan Ipswich pada April 2026. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan pengamatan sesi latihan lawan dalam kurun waktu 72 jam sebelum pertandingan.
Southampton mengakui telah melanggar regulasi yang mewajibkan klub bertindak dengan itikad baik dan melarang pengawasan latihan tim lawan menjelang pertandingan resmi. Meski demikian, klub disebut telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.
EFL menyatakan proses banding akan didengar pada 20 Mei dan keputusan akhir kemungkinan keluar dalam waktu 24 jam. Operator liga juga membuka kemungkinan adanya perubahan lain terhadap jadwal final playoff tergantung hasil banding tersebut.
Middlesbrough Sambut Keputusan EFL
Middlesbrough sebelumnya memang mendesak agar Southampton dikeluarkan dari playoff setelah skandal itu mencuat. Klub tersebut kini resmi menggantikan Southampton di final dan akan menghadapi Hull City untuk memperebutkan tiket promosi ke Premier League.
Dalam pernyataannya, Middlesbrough menyambut baik keputusan EFL dan menyebut hukuman itu menjadi pesan penting soal integritas olahraga dan perilaku dalam sepak bola profesional.
Final playoff Championship sendiri dikenal sebagai salah satu pertandingan paling bernilai di dunia sepak bola. Tim pemenang berpotensi mendapatkan pemasukan sedikitnya 200 juta pounds dari hak siar, sponsor, dan keuntungan bermain di Premier League.
Kasus Southampton juga mengingatkan publik pada insiden Leeds United pada 2019. Saat itu, Leeds didenda setelah ketahuan memata-matai sesi latihan Derby County ketika Marcelo Bielsa masih menjadi pelatih klub tersebut.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 29 Juni 2026 22:47Akankah Marcus Rashford Balik ke Manchester United?
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 28 Juli 2026 07:31Respons Manchester City Hadapi Ancaman Real Madrid untuk Rodri
-
inggris 28 Juli 2026 07:00Manchester United Dapat Kabar Positif soal Kondisi Benjamin Sesko
-
inggris 27 Juli 2026 18:30Manchester United Mundur dari Perburuan Alex Scott
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 08:08Penjaga Sekolah Peras Puluhan Siswa SD demi Judi Online
-
Liputan6 28 Juli 2026 07:36Pramono Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrokan di Menteng
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:29Febrie Adriansyah Pertanyakan Dasar Penetepan Tersangka TPPU
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:05Fakta-fakta Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:23Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:05Gebrakan Sudaryono 5 Hari Pimpin BGN
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























