
Nexify - Musim 2003/04 adalah musim perdana Kaka berseragam AC Milan. Namun, pemain legendaris Brasil itu bisa langsung menyatu dengan tim barunya.
Bersama Andriy Shevchenko, Kaka menjadi pilar serangan Milan. Scudetto Serie A pun langsung diraihnya di musim pertama.
Scudetto itu sendiri bisa dibilang sebagai pelipur lara bagi Milan. Pasalnya, sebelum mengunci gelar tersebut, mereka dipaksa menelan pil pahit di Liga Champions oleh tim super Deportivo La Coruna.
Musim itu, Kaka mencetak 14 gol untuk Milan di semua ajang. Dia cuma kalah dari Shevchenko (29 gol) dan Jon Dahl Tomasson (15 gol).
Tim Fantastis
AC Milan 2003/04 ๐ช pic.twitter.com/GAEZqczbv0
โ UEFA Champions League (@ChampionsLeague)
Milan 2003/04 adalah tim fantastis. Tim ini dilatih Carlo Ancelotti.
Di posisi penjaga gawang, ada Christian Abbiati dan Dida.
Di belakang, ada Serginho, Alessandro Costacurta, Alessandro Nesta, Cafu, hingga kapten Paolo Maldini.
Di tengah, Fernando Redondo, Clarence Seedord, Rui Costa, Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, dan Kaka yang baru direkrut dari Sao Paulo senilai โฌ8,5 juta.
Sementara itu, di depan ada nama-nama seperti Filippo Inzaghi, Jon Dahl Tomasson, dan Shevchenko.
Tersingkir di Coppa Italia
Milan e Lazio si sono affrontate in semifinale di Coppa Italia anche nel 2003-04. Quella volta, a San Siro, si disputรฒ il match di andata che vide i biancocelesti imporsi per 2-1 (reti di Fiore, Couto e Pippo Inzaghi). Al ritorno, comodo 4-0 per la Lazio e fu finale pic.twitter.com/12LcIk3aox
โ Il Cuoio (@IlCuoioedi)
Milan meraih gelar ke-5 di Coppa Italia pada musim 2002/03. Di final, Milan menang agregat 6-3 atas AS Roma (4-1 tandang, 2-2 kandang).
Namun, Milan gagal mempertahankan gelarnya di musim 2003/04.
Milan menyingkirkan Sampdoria di babak 16 besar, kemudian mengeliminasi Roma di perempat final. Di semifinal, Februari 2004, Milan dikandaskan Lazio dengan agregat telak 1-6 (kandang 1-2, tandang 0-4).
Dijegal Super Depor di Liga Champions
2004 - Deportivo came back from a 4-1 first leg loss to beat Milan 4-0 and reach the semi-final pic.twitter.com/Ps8svTmYLH
โ Classic Football Shirts (@classicshirts)
Milan turun di Liga Champions 203/04 mengusung status juara bertahan. Di final edisi sebelumnya, Milan meraih titel mereka yang ke-6 usai mengalahkan Juventus lewat adu penalti.
Namun, di edisi ini, Milan tersingkir secara menyakitkan di babak perempat final. Kegagalan ini sendiri benar-benar mengejutkan.
Pasalnya, Milan menang dengan skor meyakinkan pada leg pertama di San Siro. Milan menekuk Deportivo 4-1 lewat gol-gol Kaka (2), Shevchenko, dan Pirlo.
Leg kedua di Riazor, 7 April 2004, menjadi mimpi buruk bagi Milan. Mereka di-comeback oleh sang wakil La Liga.
Super Depor melumat Milan 4-0 melalui gol-gol Walter Pandiani, Juan Carlos Valeron, Albert Luque, dan Fran Gonzalez. Rossoneri tersingkir dengan agregat 4-5.
Serie A Tak Boleh Lepas
On 2 May 2004, we became Champions of Italy winning our 17th Scudetto title! ๐๐ฎ๐น Where were you ?
โ AC Milan (@acmilan)
Oggi รจ l'anniversario del nostro 17ยฐ Scudetto! ๐ฅ๐ฎ๐น Come avete festeggiato quel giorno? pic.twitter.com/U6ApDwuN5M
Setelah gagal di Coppa Italia dan Liga Champions, Milan membulatkan tekad. Scudetto Serie A tak boleh lepas.
Milan menjamu Roma di San Siro pada pekan ke-32. Laga 2 Mei 2004 itu sangat krusial bagi mereka.
Jika menang, maka Milan akan memastikan diri juara dengan dua laga tersisa. Itulah yang mereka lakukan.
Bersusah payah melawan Roma-nya Fabio Capello, yang diperkuat pemain-pemain seperti Francesco Totti dan Antonio Cassano, Milan menang tipis 1-0. Namun, kemenangan tipis itu sudah cukup bagi Milan untuk mengunci Scudetto mereka yang ke-17.
Dari Kaka ke Shevchenko, dan Gol!
in 2004 finds Sheva to get the Scudetto party started! ๐๐ฎ๐น
โ AC Milan (@acmilan)
Bastano pochi secondi e... a San Siro รจ festa Scudetto! ๐๐ฎ๐น
Sponsored by . Make your money move. pic.twitter.com/hqWF2gwyH7
Kemenangan atas Roma, yang menentukan Scudetto Milan, diraih lewat gol tunggal Shevchenko. Gol itu tercipta dari assist Kaka.
Lewat sebuah serangan yang dibangun Cafu di sisi kanan, bola sampai ke kaki Kaka. Dia ditekan oleh Francisco Lima dan Olivier Dacourt di dekat garis tepi, tapi Kaka bisa melewati keduanya.
Kaka langsung mengirim umpan silang ke jantung pertahanan Roma. Shevchenko berdiri bebas tanpa pengawalan, dan sundulan tajamnya mampu mengoyak gawang Roma.
Dari Kaka ke Shevchenko, gol..., dan Milan pun meraih Scudetto.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 07:25Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 07:09Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay
BERITA LAINNYA
-
italia 11 Juni 2026 15:59Sambil Menunggu Ralf Rangnick, AC Milan Dekati Ruben Amorim
-
italia 11 Juni 2026 14:00Oliver Glasner Makin Dekat ke San Siro, Segini Tawaran AC Milan
-
italia 10 Juni 2026 12:37Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 07:30Ramai Soal CCTV Bundaran HI, Pemprov DKI Buka Suara
-
Liputan6 13 Juni 2026 06:00Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:45Kereta Gantung Taif dan Jejak Dakwah Rasulullah
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:24TNI Jelaskan Peran Pengerahan Prajurit Saat Demo di Bundaran HI
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...






















