
Nexify - Atalanta sukses membantai Juventus dengan skor telak. Kemenangan 3-0 ini membawa mereka lolos ke semifinal Coppa Italia.
Raffaele Palladino menyebut laga ini sebagai malam yang ajaib. Sang pelatih sangat menikmati permainan terbuka yang diperagakan kedua tim.
Atmosfer stadion di Bergamo terasa begitu spesial bagi tuan rumah. Mereka sukses membalas kekalahan final pada edisi 2021 dan 2024 lalu.
Gianluca Scamacca membuka keunggulan lewat eksekusi penalti yang dingin. Kamaldeen Sulemana dan Mario Pasalic kemudian melengkapi pesta kemenangan La Dea.
Tuah Palladino Lawan Juventus
Palladino punya rekor bagus saat berjumpa dengan Si Nyonya Tua. Dia pernah mengalahkan Juventus saat melatih Monza di laga debutnya.
Hal ini menjadi catatan manis tersendiri bagi sang juru taktik. Apalagi dia pernah berseragam Juventus saat masih aktif bermain dulu.
"Itu benar, saya tidak bisa menyangkalnya," buka mantan pemain Juve tersebut kepada Sport Mediaset.
"Saya sangat senang, saya berterima kasih kepada para pemain, klub, dan semua penggemar kami yang fantastis, kami persembahkan kemenangan ini untuk mereka karena stadion bagaikan kawah candradimuka yang menginspirasi kami. Itu adalah malam yang sempurna, malam yang ajaib, karena kami ingin melangkah jauh dalam kompetisi ini," sambung Palladino.
Puji Kualitas Pasukan Spalletti
Juventus sebenarnya memiliki lebih banyak peluang mencetak gol secara keseluruhan. Namun tuan rumah Atalanta tampil jauh lebih klinis di depan gawang.
Soliditas pertahanan juga menjadi kunci kemenangan besar La Dea. Mereka mampu meredam agresivitas lawan di momen-momen yang sangat krusial.
"Kami tampil klinis saat dibutuhkan, bertahan dengan solid saat kami harus melakukan itu juga," tegas Palladino.
"Saya terkesan dengan kekuatan dan kualitas Juve, menghadapi salah satu pelatih terbaik di Italia dalam diri Luciano Spalletti. Jangan lupa mereka mendapatkan begitu banyak hasil positif dalam beberapa bulan terakhir, itu membuat kemenangan ini menjadi lebih penting bagi kami," lanjutnya.
DNA Menyerang La Dea
Laga ini menyajikan pertarungan taktik yang sangat menarik dan terbuka. Palladino bahkan sempat menawarkan opsi bertahan kepada pemainnya saat jeda.
Namun para pemain menolak dan memilih untuk terus menekan lawan. Mentalitas menyerang inilah yang membuat sang pelatih merasa sangat bangga.
"Itu adalah pertandingan yang seimbang, kami harus mengakui mereka memiliki peluang untuk unggul, tetapi permainan terbuka inilah yang saya nikmati," kata Palladino.
"Saya bertanya kepada para pemain di babak pertama apakah mereka ingin duduk sedikit lebih dalam, tetapi mereka ingin terus menekan, itulah yang ingin saya dengar," tambah sang pelatih.
Ujian Konsistensi Lawan Cremonese
Atalanta kini harus segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya. Mereka akan menghadapi Cremonese yang bisa menjadi ujian kedewasaan tim.
Palladino tidak ingin timnya terlena usai menang di laga besar. Konsistensi permainan menjadi harga mati untuk tetap bersaing di papan atas.
"DNA Atalanta adalah apa yang perlu kami temukan kembali. Ini adalah sekelompok orang hebat dan mereka bekerja sangat keras untuk mencapai hasil di tiga turnamen. Kami tahu ini adalah bulan yang sulit dengan komitmen Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia," ujar Palladino.
"Sekarang saya mengharapkan pertunjukan kedewasaan yang hebat melawan Cremonese pada hari Senin, karena terlalu sering kami meningkatkan permainan kami untuk malam-malam besar ini, kemudian bermain di bawah standar melawan tim yang mungkin lebih rendah di atas kertas, tetapi tidak lebih rendah di lapangan. Kami tidak bisa terus melakukan itu, jadi itu akan menjadi ujian nyata," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:48Juventus Intip Peluang Daratkan Pemain Manchester United Ini
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:23Juventus Inginkan Penyerang Parma, Skema Transfer Jadi Kendala
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 28 Juli 2026 07:31Respons Manchester City Hadapi Ancaman Real Madrid untuk Rodri
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Juli 2026 23:28Francesco Camarda Bersinar, Mampukah Jadi 'Pio Esposito' Versi AC Milan?
-
italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
-
italia 27 Juli 2026 18:37AC Milan Masih Cari Wing-back Baru, 2 Nama Ini Masuk Daftar Belanja Amorim
-
italia 27 Juli 2026 18:33Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 08:08Penjaga Sekolah Peras Puluhan Siswa SD demi Judi Online
-
Liputan6 28 Juli 2026 07:36Pramono Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrokan di Menteng
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:29Febrie Adriansyah Pertanyakan Dasar Penetepan Tersangka TPPU
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:05Fakta-fakta Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:23Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:05Gebrakan Sudaryono 5 Hari Pimpin BGN
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

























