
Nexify - Jonathan David akhirnya menunjukkan taringnya sebagai bomber tajam di Juventus. Striker Timnas Kanada itu sukses mencetak tiga gol dalam empat penampilan terakhirnya di Serie A.
Tak hanya tajam di depan gawang, ia juga menyumbangkan satu assist dalam periode yang sama. Statistik ini seolah menjadi bukti bahwa David mulai nyaman dengan atmosfer Liga Italia.
Namun, performa gemilang tersebut ternyata belum membuat pelatih Luciano Spalletti tidur nyenyak. Juru taktik berkepala plontos itu secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mendatangkan penyerang baru di bursa transfer Januari.
Pernyataan ini tentu memicu tanda tanya besar di kalangan suporter Bianconeri. Apakah posisi David terancam meski keran golnya sedang mengalir deras?
Ternyata, Spalletti memiliki alasan taktis yang sangat spesifik. Ia tidak mencari pengganti David, melainkan sosok pelengkap yang memiliki atribut fisik berbeda.
Mencari Sosok Tembok Seperti Hojlund

Dalam wawancara pasca-pertandingan, Spalletti memberikan pujian khusus kepada bintang Napoli, Rasmus Hojlund. Ia menjadikan Hojlund sebagai tolok ukur tipe penyerang yang saat ini hilang dari skuad Juventus.
Spalletti membutuhkan sosok "monster" fisik yang mampu menahan bola dan berduel dengan bek lawan. Hal ini dinilai krusial untuk variasi serangan Si Nyonya Tua.
"Ada striker seperti Hojlund yang turun ke lini tengah, Anda mengirim bola keras kepada mereka, dan mereka tetap bisa membuatnya bisa dimainkan," jelas Spalletti seperti dikutip dari Football Italia.
"Itu adalah sesuatu yang tidak kami miliki."
Pelatih veteran itu menegaskan bahwa David adalah pencetak gol ulung. Namun, eks striker Lille tersebut memiliki keterbatasan dalam hal duel fisik murni melawan bek tengah Serie A yang terkenal keras.
"David baik-baik saja untuk mencetak gol, tetapi ketika Anda melihat lebih jauh, Anda juga membutuhkan seseorang yang bertarung secara fisik dengan bek tengah," tambahnya.
"Kami tidak membutuhkan striker (hanya) untuk mencetak gol, tetapi untuk pekerjaan semacam itu. David sangat kuat, tetapi dia tidak bisa melakukan pekerjaan kotor seperti itu."
Bangkit dari Mimpi Buruk Lecce

Performa apik David belakangan ini sebenarnya merupakan respon positif usai masa-masa sulit. Ia sempat menjadi sasaran kritik pedas media Italia dan sebagian fans setelah gagal mengeksekusi penalti saat ditahan imbang Lecce 1-1.
Namun, dukungan penuh dari pelatih dan rekan setim membantunya bangkit dengan cepat. Tiga gol di tahun baru menjadi pembuktian mentalitas baja pemain berusia 26 tahun tersebut.
Adaptasi David yang semakin matang ini memunculkan spekulasi baru. Apakah kedatangan striker anyar justru akan menghambat proses integrasinya? Jawabannya belum tentu.
Simbiosis Mutualisme di Lini Depan
Kehadiran striker bertipe fisik justru bisa menjadi katalis bagi ketajaman David. Dengan adanya pemain yang bertugas menahan bola dan menarik perhatian bek, David akan mendapatkan lebih banyak ruang kosong.
Peran seperti ini sudah sering ia jalankan di Timnas Kanada saat berduet dengan partner di lini depan. Spalletti tampaknya menyadari potensi duet ini, mengingat ia mulai beralih dari formasi 3-4-2-1 ke 4-2-3-1.
Tak heran jika nama-nama yang dikaitkan dengan Juventus belakangan ini memiliki profil fisik yang dominan. Mulai dari Jean-Philippe Mateta, Youssef En-Nesyri, hingga Beto masuk dalam radar transfer.
Nasib Vlahovic di Ujung Tanduk
Kebutuhan akan striker baru juga didorong oleh situasi Dusan Vlahovic. Penyerang asal Serbia itu masih berkutat dengan cedera dan diprediksi baru bisa merumput kembali pada pertengahan Februari atau bahkan Maret.
Lebih parah lagi, kontrak Vlahovic akan kedaluwarsa pada Juni mendatang. Hampir dipastikan ia akan meninggalkan Turin dengan status bebas transfer di akhir musim.
Kondisi ini memaksa manajemen Juventus bergerak cepat di sisa waktu bursa transfer Januari. Meski negosiasi terus berjalan, satu hal yang pasti: posisi Jonathan David di starting XI tidak serta-merta hilang meski ada bomber baru yang datang.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:48Juventus Intip Peluang Daratkan Pemain Manchester United Ini
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:23Juventus Inginkan Penyerang Parma, Skema Transfer Jadi Kendala
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Juli 2026 23:28Francesco Camarda Bersinar, Mampukah Jadi 'Pio Esposito' Versi AC Milan?
-
italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
-
italia 27 Juli 2026 18:37AC Milan Masih Cari Wing-back Baru, 2 Nama Ini Masuk Daftar Belanja Amorim
-
italia 27 Juli 2026 18:33Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
-
italia 27 Juli 2026 18:26AC Milan Beri Sinyal Jelas soal Francesco Camarda
-
italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
Comeback Lawan Celtic, Ruben Amorim Kurang Puas dengan Penampilan AC Milan
Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Begini Kata Francesco Camarda
AC Milan Siapkan Tawaran Lebih Besar demi Bek Barcelona, Chelsea Jadi Penghalang
Luka Modric Tegaskan Tekad Bangkit Bersama AC Milan, Gagal ke Liga Champions Jadi Motivasi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















