
Nexify - Juventus menutup musim Serie A 2025/2026 dengan hasil mengecewakan setelah ditahan Torino 2-2 dalam Derby della Mole, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat Bianconeri finis di peringkat keenam dan gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Padahal, tim asuhan Luciano Spalletti sempat unggul dua gol sebelum kehilangan kendali permainan. Tambahan satu poin tidak cukup menyelamatkan posisi mereka di klasemen akhir, sehingga Juventus harus puas tampil di Europa League musim depan.
Situasi makin panas karena laga sempat tertunda hampir satu jam akibat bentrokan antarsuporter di luar stadion. Seusai pertandingan, Spalletti tidak hanya menyoroti performa timnya, tetapi juga mengkritik keras kebijakan Torino terkait larangan atribut hitam-putih di tribune.
Sorotan Tajam Terhadap Karakter Tim

Spalletti menilai kegagalan mempertahankan keunggulan menunjukkan masalah mental yang sudah lama mengganggu timnya. Menurut dia, pemain Juventus seharusnya mampu mengambil keputusan dengan tenang saat berada dalam tekanan.
Dia juga menegaskan bahwa karakter tidak bisa dibentuk hanya lewat latihan taktik. Bagi Spalletti, keberanian dan ketegasan adalah syarat utama untuk bermain di klub sebesar Juventus.
"Saya adalah pelatih yang harus mengevaluasi apa yang terjadi. Kami sebenarnya sudah memegang kendali pertandingan, dan di pertandingan seperti inilah terlihat karakter seseorang dan bagaimana kami dibentuk dari dalam. Di momen seperti ini, Anda harus mencari sesuatu yang lebih. Tidak sama rasanya memiliki keunggulan dua poin atau kekurangan dua poin," kata Spalletti.
“Setiap orang pasti punya keraguan saat turun ke lapangan. Namun jika terus terjebak dalam keraguan itu, Anda akan menjadi ragu-ragu, jadi Anda harus melepaskannya dan mengambil keputusan. Itu solusinya. Jika terlalu banyak ragu, berarti Anda tidak cukup memiliki karakter, dan Anda tidak bisa bermain untuk Juventus karena hal inilah yang menjadi pembeda," tambahnya.
“Anda tidak bisa mengajarkan karakter. Taktik dan teknik bisa diajarkan, tetapi karakter sangat sulit untuk dipelajari. Kami telah mengalami naik turun.”
Agenda Rombak Skuad di Bursa Transfer Musim Panas

Hasil yang naik turun sepanjang musim membuat Juventus bersiap melakukan evaluasi besar-besaran. Manajemen mulai memetakan area yang perlu dibenahi, terutama soal konsistensi dan mental bertanding pemain.
Sebelum derby berlangsung, Direktur Damien Comolli sudah memberi sinyal bahwa Juventus akan aktif di bursa transfer musim panas. Klub ingin mendatangkan pemain yang bukan hanya kuat secara teknik, tetapi juga punya mentalitas kompetitif.
“Ini adalah sesuatu yang semua orang harapkan, dan ini juga hal yang benar untuk dilakukan,” kata Luciano Spalletti.
“Kami wajib bermain dengan kepala tegak melawan siapa pun. Tujuannya adalah membentuk tim level tinggi untuk menutup kekurangan yang kami lihat dalam enam atau tujuh bulan terakhir.”
“Hal-hal ini sudah kami bicarakan dengan Damien Comolli dan pihak lainnya. Kami butuh pemain yang bisa meningkatkan kualitas karakter tim. Itulah sebabnya kadang kami bisa bermain sangat bagus, tapi di lain waktu kami justru jatuh begitu saja.”
Kecaman Terhadap Pernyataan Absurd Torino dan Insiden Ultras
Derby della Mole juga diwarnai kericuhan serius di luar Stadio Grande Torino. Seorang suporter Juventus dilaporkan mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan intensif setelah bentrokan antarkelompok ultras.
Ketegangan sudah terasa sejak sehari sebelum laga, ketika Torino mengeluarkan aturan yang melarang atribut hitam-putih di tribune stadion. Kebijakan itu memicu protes keras dari kubu Juventus dan membuat situasi makin memanas.
"Kami semua menunggu kabar terbaru dari rumah sakit, dengan harapan suporter ini bisa segera pulih,” lanjut Luciano Spalletti.
"Namun, jika sehari sebelum pertandingan ada pernyataan-pernyataan yang tidak masuk akal yang melarang penggunaan warna hitam-putih di tribun, maka masalahnya ada pada pihak yang mengatakan warna tertentu harus dikecualikan. Karena pada akhirnya, kita justru merugikan diri sendiri, di tengah semua upaya yang kita lakukan untuk memperbaiki sepak bola," tambahnya.
"Tadi malam ada ribuan anak-anak di stadion, dan mengatakan kepada seorang anak bahwa ia tidak boleh memakai syal hitam-putih itu adalah hal yang tidak masuk akal. Kita harus menentang hal seperti ini karena itu tidak benar," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:48Juventus Intip Peluang Daratkan Pemain Manchester United Ini
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Juli 2026 23:28Francesco Camarda Bersinar, Mampukah Jadi 'Pio Esposito' Versi AC Milan?
-
italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
-
italia 27 Juli 2026 18:37AC Milan Masih Cari Wing-back Baru, 2 Nama Ini Masuk Daftar Belanja Amorim
-
italia 27 Juli 2026 18:33Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 08:08Penjaga Sekolah Peras Puluhan Siswa SD demi Judi Online
-
Liputan6 28 Juli 2026 07:36Pramono Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrokan di Menteng
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:29Febrie Adriansyah Pertanyakan Dasar Penetepan Tersangka TPPU
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:05Fakta-fakta Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:23Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:05Gebrakan Sudaryono 5 Hari Pimpin BGN
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

























