
Nexify - Luciano Spalletti memberikan peringatan keras kepada skuad Juventus usai kemenangan 2-0 atas Pisa di lanjutan Liga Italia. Meski membawa pulang tiga poin, sang pelatih mengaku tidak puas dengan performa anak asuhnya.
Kemenangan di Cetilar Arena ini diraih dengan susah payah lewat gol Pierre Kalulu dan Kenan Yildiz. Juventus bahkan sempat dibuat ketar-ketir oleh serangan tuan rumah sepanjang laga.
Spalletti mengakui bahwa Bianconeri dinaungi keberuntungan besar dalam laga tersebut. Gawang mereka selamat dari kebobolan meski Pisa sempat dua kali menghantam tiang gawang lewat Stefano Moreo dan Matteo Tramoni.
Hasil ini menjadi kemenangan ketujuh Juve dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi. Namun, standar permainan tim dinilai masih jauh dari harapan sang pelatih.
Juventus kini kembali memanaskan persaingan Scudetto di papan atas. Namun, Spalletti menegaskan bahwa status tim besar tidak ada artinya tanpa pembuktian konsisten di lapangan.
Diselamatkan Dewi Fortuna

Juventus tampil di bawah standar, terutama pada akhir babak pertama dan awal paruh kedua. Intensitas permainan Pisa membuat lini pertahanan Si Nyonya Tua kewalahan.
"Tempo kami lambat, 6-7 menit terakhir dan 6-7 menit pertama babak kedua buruk. Pisa menyebabkan masalah dengan intensitas mereka dan kami beruntung dalam situasi tersebut," aku Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Situasi mulai berubah di babak kedua setelah masuknya pemain pengganti yang memberikan dampak instan. Kreativitas di sepertiga akhir lapangan mulai terlihat nyata lewat aksi Edon Zhegrova dan David.
"Di babak kedua, kami memiliki kualitas lebih, lebih inventif... Kami mampu mencetak gol dan pada momen itu saya merasa itu pantas, karena kami menciptakan ruang di dalam kotak penalti," lanjutnya.
Spalletti tak segan menyebut timnya harus segera berbenah jika ingin terus bersaing.
"Kami seharusnya melakukan lebih baik dan kami perlu melakukan lebih baik," tegas pelatih berkepala plontos itu.
Perjudian Edon Zhegrova
Masuknya Edon Zhegrova menjadi titik balik permainan meski sang pemain sebenarnya tidak dalam kondisi fit. Spalletti mengambil risiko besar dengan memainkannya demi membongkar pertahanan lawan.
"Zhegrova menderita flu dan demam tinggi selama tiga hari, jadi saya ragu dia bisa bertahan 35 menit. Tapi kami harus mengambil risiko itu karena kami kesulitan menciptakan ruang," kenangnya.
Perjudian itu terbayar lunas ketika Zhegrova terlibat dalam proses gol pembuka. Selain itu, Fabio Miretti juga mendapat kredit khusus berkat aksi impresifnya di masa injury time.
"Jujur saya pikir dia (Zhegrova) tidak akan bermain sebaik itu dalam situasi tersebut. Khephren Thuram meningkat seiring berjalannya waktu, saya sangat menyukai Miretti ketika dia masuk, jadi kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri kami," imbuhnya.
Eksperimen Gagal Koopmeiners
Spalletti juga menyoroti performa Teun Koopmeiners yang kembali dimainkan di lini tengah setelah beberapa pekan mengisi pos pertahanan. Perubahan posisi dan rotasi pemain sayap dinilai memengaruhi ritme permainan sang gelandang.
"Dengan berbagai situasi minggu ini, saya harus melakukan perubahan. Koopmeiners tidak menunjukkan kualitas seseorang dalam peran itu, tetapi mungkin perubahan itu memengaruhinya," jelasnya.
Menutup wawancara, Spalletti mengingatkan timnya untuk tidak terlena dengan status unggulan.
"Masalah kami adalah kami tim yang kuat, tapi kami harus membuktikannya setiap kali melangkah ke lapangan, dan kami berada di bawah standar dalam banyak hal selama babak pertama," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 11 Juni 2026 15:59Sambil Menunggu Ralf Rangnick, AC Milan Dekati Ruben Amorim
-
Liga Italia 11 Juni 2026 14:00Oliver Glasner Makin Dekat ke San Siro, Segini Tawaran AC Milan
-
Liga Italia 10 Juni 2026 12:37Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
-
italia 11 Juni 2026 15:59Sambil Menunggu Ralf Rangnick, AC Milan Dekati Ruben Amorim
-
italia 11 Juni 2026 14:00Oliver Glasner Makin Dekat ke San Siro, Segini Tawaran AC Milan
-
italia 10 Juni 2026 12:37Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
-
Liputan6 12 Juni 2026 20:34Mendagri Minta DKPP Cegah Pelanggaran Pemilu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























