
Nexify - Penampilan Rafael Leao bersama AC Milan kembali menjadi sorotan tajam. Bukan karena aksi gemilang, melainkan inkonsistensi yang terus menghantui performanya di lapangan.
Sejak bergabung pada 2019, Leao memang sempat menjelma jadi salah satu pemain paling berbahaya di Serie A. Ia bahkan berperan besar dalam kesuksesan Milan meraih Scudetto beberapa musim lalu.
Namun, ekspektasi tinggi yang disematkan kepadanya tak selalu berbanding lurus dengan performa. Dalam satu laga ia bisa tampil memukau, tapi di laga berikutnya ia justru tenggelam tanpa kontribusi berarti.
Kondisi ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan statusnya sebagai bintang utama Rossoneri. Termasuk legenda kontroversial Italia, Paolo Di Canio, yang melontarkan kritik sangat tajam.
Di Canio Anggap Leao Sudah Bukan Proyek Masa Depan Milan

Kritik pedas Di Canio muncul dalam sebuah acara di Milan yang mempertemukan para legenda sepak bola. Dalam kesempatan itu, ia menilai Leao tak lagi layak dianggap sebagai masa depan klub.
Menurutnya, pemain dengan potensi besar seperti Leao seharusnya sudah menunjukkan kematangan di usia sekarang. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, dengan performa yang masih naik turun.
Di Canio juga menyoroti kebiasaan publik Italia yang terlalu toleran terhadap pemain inkonsisten. Ia menilai kondisi ini membuat standar kualitas menjadi kabur.
"Di Italia, jika kita ingin berkembang, kita perlu melihat bukan ke Inggris – yang merupakan dunia yang berbeda – tetapi ke Spanyol dan Jerman, di mana tidak ada satu pun pemain yang opini publiknya terus-menerus terpecah: 'ya, tetapi jika ia melakukan ini…', 'ya, tetapi ia telah mencetak golnya…'. Satu 'tetapi' dalam sepak bola yang penting sudah terlalu banyak," serunya seperti dilansir MilanNews.
"Dengan Leao, Anda selalu menggunakan lima atau enam: itu tidak dapat diterima. Hanya di Italia kita terbiasa dengan hal itu, mungkin karena kita memiliki sedikit talenta, untuk menerima atau menoleransinya. Jika Milan ingin membangun tim dan lingkungan kelas dunia, Anda tidak dapat memiliki pemain yang Anda tidak tahu bagaimana ia bangun di pagi hari atau bagaimana ia akan menampilkan permainannya," ketus Di Canio.
Milan Disebut Lebih Solid Tanpa Leao

Tak berhenti sampai di situ, Di Canio juga mengungkapkan pandangan yang lebih kontroversial. Ia menyebut Milan justru tampil lebih solid ketika Leao tidak bermain.
Pernyataan ini tentu menjadi tamparan keras bagi sang pemain Portugal. Pasalnya, ia selama ini digadang-gadang sebagai pusat permainan tim.
Di Canio menilai masalah utama bukan sekadar performa teknis, melainkan sikap dan konsistensi. Ia bahkan mempertanyakan perkembangan Leao yang dinilai stagnan di usia emasnya.
“Sedikit goyah tidak apa-apa, tetapi masalahnya adalah perilaku keseluruhan seorang pemain yang memiliki semua potensi, tetapi berusia 27 tahun. Jika ia lebih baik pada usia 22 daripada pada usia 27, itu berarti nilainya lebih rendah," tegasnya.
"Saya tidak melihat angka-angka, saya memikirkan gol-gol yang penting. Jika Anda bisa melihat perbedaannya tanpa Leao, itu lain ceritanya, tetapi jika ia tidak bermain, Milan lebih solid: dalam delapan pertandingan, mereka mencetak dua puluh satu gol dan kebobolan dua gol," klaimnya.
Klasemen Liga Italia
(MilanNews)
Baca Juga:
- Inter Milan Terjebak Tren Negatif, Puasa Kemenangan Terburuk Sejak 2023
- Saingi AC Milan dan Inter Milan, Aston Villa Masuk Perburuan Mario Gila
- Inter Milan Mulai Goyah: Krisis Gol dan Tanpa Kemenangan, Ancaman Scudetto Kian Nyata
- Youssouf Fofana dan 3 Solusi yang Diberikan Saat AC Milan Menang 3-2 Lawan Torino
- Perubahan Dari 3-5-2 ke 4-3-3: Sentuhan Allegri yang Menghidupkan AC Milan dan Bungkam Torino
- Strahinja Pavlovic Cetak Gol Spektakuler ke Gawang Torino, Bos AC Milan: Gak Kaget Tuh!
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Juli 2026 23:28Francesco Camarda Bersinar, Mampukah Jadi 'Pio Esposito' Versi AC Milan?
-
italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
-
italia 27 Juli 2026 18:37AC Milan Masih Cari Wing-back Baru, 2 Nama Ini Masuk Daftar Belanja Amorim
-
italia 27 Juli 2026 18:33Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
-
italia 27 Juli 2026 18:26AC Milan Beri Sinyal Jelas soal Francesco Camarda
-
italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
Comeback Lawan Celtic, Ruben Amorim Kurang Puas dengan Penampilan AC Milan
Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Begini Kata Francesco Camarda
AC Milan Siapkan Tawaran Lebih Besar demi Bek Barcelona, Chelsea Jadi Penghalang
Luka Modric Tegaskan Tekad Bangkit Bersama AC Milan, Gagal ke Liga Champions Jadi Motivasi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















