
Nexify - Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, mengaku bangga setelah timnya sukses menutup musim dengan gelar ganda Serie A dan Coppa Italia. Keberhasilan tersebut terasa spesial karena Inter mampu bangkit setelah menjalani musim sebelumnya tanpa trofi.
Inter memastikan gelar Coppa Italia usai mengalahkan Lazio di partai final yang berlangsung di Stadio Olimpico, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB. Nerazzurri menang berkat gol bunuh diri Adam Marusic serta penyelesaian mudah Lautaro Martinez setelah memanfaatkan assist dari Denzel Dumfries.
Kemenangan ini menjadi trofi Coppa Italia ke-10 sepanjang sejarah Inter. Lebih dari itu, Inter juga mencatatkan pencapaian spesial karena untuk pertama kalinya sejak era Jose Mourinho pada 2010 mereka kembali meraih double winners Serie A dan Coppa Italia dalam satu musim.
Lautaro Gembira dengan Kebangkitan Inter

Lautaro menyebut perjalanan menuju kesuksesan musim ini sama sekali tidak mudah. Menurutnya, Inter harus bekerja keras untuk kembali bangkit setelah kegagalan musim lalu yang membuat tim mengakhiri kompetisi tanpa gelar.
“Trofi ini sangat berarti bagi kami. Setelah apa yang terjadi musim lalu, tidak mudah untuk kembali ke jalur kemenangan. Namun kami berhasil menjalani musim yang luar biasa,” ujar Lautaro.
Penyerang asal Argentina itu juga menilai Inter tampil konsisten sepanjang musim, baik dari segi hasil maupun performa di lapangan. Ia merasa bangga karena tim mampu menjaga intensitas permainan hingga akhirnya kembali mengangkat trofi.
“Banyak pembicaraan tentang Inter, tetapi yang terpenting adalah melihat apa yang sudah kami capai selama beberapa tahun terakhir. Kami hanya perlu terus berada di jalur ini,” lanjutnya.
Lautaro Puji Chivu

Kesuksesan Inter musim ini memang cukup mengejutkan banyak pihak. Setelah ditinggal pelatih Simone Inzaghi pasca kekalahan di final Liga Champions musim lalu, tidak banyak yang menjagokan Nerazzurri mampu kembali mendominasi sepak bola Italia.
Apalagi, pelatih anyar Cristian Chivu belum memiliki banyak pengalaman di level senior sebelum menerima pekerjaan besar di Inter. Sebelumnya, Chivu hanya sempat melatih Parma selama beberapa bulan.
Meski demikian, Lautaro memberikan pujian tinggi kepada sang pelatih. Menurutnya, Chivu memiliki peran besar dalam keberhasilan Inter musim ini.
“Kami memberi Chivu nilai 10 dari 10 karena dia sangat membantu tim,” kata Lautaro.
Dengan keberhasilan meraih dua gelar domestik, Inter kini kembali menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Italia.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
-
italia 11 Juni 2026 15:59Sambil Menunggu Ralf Rangnick, AC Milan Dekati Ruben Amorim
-
italia 11 Juni 2026 14:00Oliver Glasner Makin Dekat ke San Siro, Segini Tawaran AC Milan
-
italia 10 Juni 2026 12:37Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
-
Liputan6 12 Juni 2026 20:34Mendagri Minta DKPP Cegah Pelanggaran Pemilu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























