Melihat Sosok Pep Guardiola di Diri Cesc Fabregas: Segera Ikuti Jejak Menjadi Pelatih di Premier League?

Nexify - Nama Cesc Fabregas kini tengah menjadi perbincangan hangat di Italia. Di satu sisi, ia kerap dicap arogan, tidak menghormati tradisi, bahkan disebut “anak kecil” oleh sejumlah pelatih senior. Namun di sisi lain, mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu justru sedang membangun revolusi kecil yang membuat banyak klub elite Eropa mulai meliriknya.
Fenomena ini mengingatkan pada kedatangan Pep Guardiola ke Liga Inggris pada 2016. Saat itu, banyak pihak meragukan gaya bermainnya yang dianggap terlalu “indah” untuk kerasnya Premier League. Bahkan mantan pemain Stan Collymore pernah menyebut pendekatan Guardiola tidak akan berhasil.
Namun satu dekade kemudian, justru sepak bola Inggris yang beradaptasi dengan filosofi Guardiola.
Kini, skenario serupa tampaknya mulai terjadi di Italia, meski dalam skala yang lebih kecil, melalui tangan Fabregas bersama klub Como.
Dicibir Para Senior, tapi Tetap Melaju

Fabregas yang kini berusia 38 tahun memang belum sepenuhnya diterima di kalangan pelatih senior Serie A. Pelatih berpengalaman seperti Gian Piero Gasperini bahkan sempat menolak berjabat tangan dengannya usai pertandingan. Sementara Massimiliano Allegri menyebutnya sebagai “anak kecil” dan “idiot”.
Kritik terhadap Fabregas pun beragam. Ia dituding terlalu bergantung pada kekuatan finansial klub, dianggap merusak identitas sepak bola Italia dengan gaya bermain menyerang, serta dinilai terlalu banyak bicara soal taktik di media.
Namun di balik kritik tersebut, Como justru tampil mengejutkan. Klub yang baru beberapa tahun lalu masih berkutat di Serie D kini mampu bersaing di papan atas Serie A dan bahkan membidik tiket kompetisi Eropa.
Como, Proyek Disney dari Italia

Kesuksesan Como tak lepas dari dukungan finansial besar milik Grup Djarum dari Indonesia. Presiden klub, Mirwan Suwarso, bahkan menyebut proyek Como sebagai “model Disney”, di mana pengalaman pertandingan dipadukan dengan aspek hiburan dan bisnis modern.
Perbandingan dengan Wrexham pun muncul, mengingat keduanya sama-sama mengalami lonjakan prestasi dalam waktu singkat. Namun dari sisi finansial, Como juga kerap disamakan dengan Paris Saint-Germain.
Sejumlah nama besar sempat meramaikan skuad, seperti Pepe Reina, Alvaro Morata, Raphael Varane, hingga Sergi Roberto. Bahkan Dele Alli pernah menjadi bagian dari proyek ini.
Kini, pendekatan transfer Como lebih terukur. Salah satu bintang muda mereka adalah Nico Paz yang tampil impresif musim ini.
Sentuhan Taktik Modern dan Data

Di balik layar, Como juga mengandalkan pendekatan modern berbasis data. Klub ini bekerja sama dengan Jamestown Analytics, perusahaan yang turut berperan dalam kesuksesan Brighton, serta tokoh “Moneyball” Billy Beane.
Tak hanya itu, mereka juga menggandeng Ludonautics, firma milik mantan analis Liverpool, Ian Graham.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kesuksesan Como bukan semata hasil kekuatan uang, tetapi juga kombinasi strategi, data, dan visi jangka panjang.
Fabregas, Murid Banyak Guru

Sebagai pemain, Fabregas ditempa oleh sejumlah pelatih top dunia. Ia pernah merasakan sentuhan Arsene Wenger, Guardiola, Jose Mourinho, hingga Antonio Conte.
Pengalaman panjang tersebut kini menjadi fondasi filosofi kepelatihannya. Ia dikenal fleksibel, mengusung permainan menyerang, dan berani menabrak pakem tradisional.
Performa impresif Como membuat nama Fabregas mulai masuk radar klub-klub besar Eropa. Bahkan Inter Milan sempat mempertimbangkannya sebelum akhirnya memilih Cristian Chivu.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Fabregas akan mengikuti jejak Guardiola, dari sosok yang diragukan menjadi pelatih yang mengubah wajah kompetisi.
Dukungan dari Sesama Pelatih

Meski mendapat banyak kritik, Fabregas juga memiliki pendukung kuat. Salah satunya adalah Luciano Spalletti yang terang-terangan mengaguminya.
Spalletti bahkan menyebut dirinya ingin bermain di bawah arahan Fabregas jika masih aktif sebagai pemain, sebuah pujian langka dari pelatih senior Italia.
Perjalanan Fabregas sebagai pelatih memang masih panjang. Namun melihat dampak awal yang ia ciptakan di Como, banyak yang percaya bahwa ia adalah salah satu pelatih muda paling menjanjikan saat ini.
Dari tepian Danau Como, sebuah revolusi kecil tengah terjadi. Dan jika sejarah kembali berulang seperti kisah Guardiola, bukan tidak mungkin Fabregas akan segera menjadi wajah baru sepak bola Eropa.
Klasemen Serie A 2025/2026
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 27 Juli 2026 18:30Manchester United Mundur dari Perburuan Alex Scott
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:48Juventus Intip Peluang Daratkan Pemain Manchester United Ini
-
Liga Inggris 27 Juli 2026 17:39Arsenal Nego Lagi Newcastle untuk Transfer Bruno Guimaraes
-
Liga Inggris 27 Juli 2026 17:29Manchester City Ungguli MU dalam Transfer Ayyoub Bouaddi?
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Juli 2026 23:28Francesco Camarda Bersinar, Mampukah Jadi 'Pio Esposito' Versi AC Milan?
-
italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
-
italia 27 Juli 2026 18:37AC Milan Masih Cari Wing-back Baru, 2 Nama Ini Masuk Daftar Belanja Amorim
-
italia 27 Juli 2026 18:33Peran Baru Samuel Chukwueze, Masa Depannya di AC Milan Bisa Berubah
-
italia 27 Juli 2026 18:26AC Milan Beri Sinyal Jelas soal Francesco Camarda
-
italia 27 Juli 2026 18:22Juventus Ajukan Tawaran Final untuk Kolo Muani, Tunggu Respons PSG
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:11Pilu Bocah di Sukabumi, Tubuh Melepuh Akibat Disiram Bibi Air Panas
-
Liputan6 28 Juli 2026 00:03Bayaran Sindikat Buzzer Hoaks Terkuak, Sosok Pemesan Utama Diburu Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
MOST VIEWED
Comeback Lawan Celtic, Ruben Amorim Kurang Puas dengan Penampilan AC Milan
Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Begini Kata Francesco Camarda
AC Milan Siapkan Tawaran Lebih Besar demi Bek Barcelona, Chelsea Jadi Penghalang
Luka Modric Tegaskan Tekad Bangkit Bersama AC Milan, Gagal ke Liga Champions Jadi Motivasi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















